NAMA: Ghulam Daris Fauzan
NPM : 2217051044
KELAS : C
PRODI : S1 ILMU KOMPUTER
A. Artikel tersebut menggambarkan kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Beberapa lembaga, seperti Komnas HAM dan LBH Jakarta, mencatat bahwa Indonesia masih memiliki masalah dalam penanganan pelanggaran HAM berat di masa lalu dan konflik sumber daya alam. Para pakar yang diwawancarai setuju bahwa meskipun tahun 2019 terlihat suram, tetapi ada beberapa perkembangan positif yang dapat menjadi harapan di masa depan.
B. Demokrasi Indonesia memiliki dasar pada nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia yang menghormati prinsip berke-Tuhanan yang Maha Esa. Sudut pandang mengenai prinsip ini dapat berbeda-beda tergantung pada individu yang bersangkutan. Secara umum, prinsip ini mengakui bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan, kebijaksanaan, dan moralitas yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
C. Menurut saya praktik demokrasi Indonesia saat ini tidak dapat dipandang secara keseluruhan, karena terdapat perbedaan dalam pelaksanaan di berbagai tingkatan dan wilayah. Namun, secara umum, demokrasi Indonesia diharapkan sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia.
Dalam praktiknya, masih terdapat tantangan dalam menjamin kesesuaian praktik demokrasi dengan nilai-nilai tersebut. Misalnya, terjadi situasi di mana anggota parlemen mengabaikan kepentingan nyata masyarakat dan melaksanakan agenda politik pribadi. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan dalam representasi kepentingan rakyat dan menyebabkan ketidakpuasan terhadap sistem demokrasi.
D. Sikap terhadap kondisi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat dapat menjadi kritik terhadap representasi politik yang tidak memadai. Ini adalah permasalahan yang sering terjadi dalam konteks demokrasi, di mana beberapa politisi mungkin terlalu fokus pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu daripada mewakili kepentingan luas masyarakat.
E. Penggunaan kekuasaan kharismatik oleh pihak-pihak yang berakar dari tradisi atau agama untuk memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat dapat menyebabkan masalah dalam demokrasi dewasa saat ini. Praktik ini berhubungan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang mengakui bahwa setiap individu memiliki hak yang sama, termasuk kebebasan berpikir, berekspresi, dan memilih.