གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Suci Maria Febrina Siregar

Nama : Suci Maria Febrina Siregar
NPM : 2217051002
Kelas C

Video demokrasi Itu gaduh, tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara mengangkat tema mengapa sistem demokrasi menjadi pilihan banyak negara dan mengapa meski gaduh, demokrasi tetap bertahan. Salah satu alasan utama mengapa sistem demokrasi menjadi pilihan banyak negara adalah karena dengan menganut sistem demokrasi yang baik, negara tersebut mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Selain itu, demokrasi juga dinilai sebagai alat paling efektif untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Warga di negara penganut demokrasi cenderung memiliki harapan hidup yang tinggi.

Namun, demokrasi juga mengalami krisis. Ada beberapa alasan yang mengemukakan mengapa demokrasi mengalami krisis, mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengatasi krisis demokrasi agar sistem ini tetap bertahan.
Nama : Suci Maria Febrina Siregar
NPM : 2217051002
Kelas C

Jurnal diatas isinya adalah dari sisi masyarakat,pendalaman demokrasi merujuk pada pelembagaan penguatan peran serta masyarakat dalam aktivitas politik formal di tingkat lokal. Pilpres langsung menjadi langkah awal bagi penguatan peran masyarakat. Peran ini tentunya harus berkesinambungan sampai terjadinya pergantian pemerintahan. Dengan cara itu, peran masyarakat akan senantiasa mewarnai implementasi program pemerintah,dan sebaliknya pemerintah akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Pendalaman demokrasi juga dapat dipandang sebagai upaya untuk merealisasikan pemerintahan yang efektif. Menurut Migdal (1988), negara dan masyarakat seharusnya saling bersinergi sehingga bisa saling memperkuat perannya masing-masing. Dengan kapasitasnya tersebut negara diharapkan mampu melakukan penetrasi ke dalam masyarakat,mengatur relasi sosial, mengambil sumber daya dan mengelolanya. Selain itu,negara juga harus mampu memberdayakan masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam kontrol sosial.. Berhasil tidaknya kontrol sosial ini akan mencerminkan kuat tidaknya peran negara. Negara yang kuat, menurut Migdal (1988). adalah yang mampu melakukan ketiga fungsi dasar tersebut.

Argumen Smith (1985) dan Arghiros (2001) menyatakan bahwa nilai-nilai demokrasi telah mendasari perilaku, baik elite maupun masyarakat. Untuk itu, sebagian besar pemilih terlebih dulu perlu memiliki kesadaran dan kematangan politik yang cukup memadai. Dengan cara itu, masyarakat diasumsikan memiliki kapasitas untuk melakukan pilihan dan mengambil keputusan atas pilihannya berdasarkan rasionalitas politik.