Nama : Imam Muzaki
NPM : 2217051056
Kelas : B
Dari video yang berjudul "Demokrasi itu Gaduh, tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara?' yang dipublikasi oleh Narasi Newsroom, membahas tentang Demokrasi. Apa si Demokrasi itu? Demokrasi berasal dari dua kata yaitu demos = rakyat dan krotos/cratein pemerintah atau kekuasaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang berada di tangan rakyat.
Berdasarkan pemaparan dari Adi Prayitno sebagai Direktur Eksekutif Parameter Politik, dia berpendapat bahwa "Demokrasi itu bising, demokrasi itu berisik. Demokrasi itu memang tempat orang berisik. Tempat orang ribut. Yang penting ributnya masih dalam konteks koridor demokrasi yang prosedual, saya (Adi Prayetno) kira tidak ada persoalan."
Alasan dari masih ditetapkannya demokrasi pada suatu negara karena negara yang menganut sistem demokrasi lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran dalam jangka panjang serta lebih efektif dalam mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan parsitipasi publik. Dalam segi HAM pun, negara yang menganut sistem demokrasi mempunyai skor penegakkan HAM yang lebih tinggi.
Selain itu pula, menurut Alex Tan (pengajar ilmu politik di Unviersitas Chengchi, Taiwan) "Kalo kita bandingkan negara demokrasi dengan non-demokrasi secara umum, negara demokrasi lebih kaya. Mereka punya tingkat perkembangan manusia yang lebih tinggi. Demokrasi punya angka korupsi yang lebih rendah. Warga negara demokrasi lebih bahagia dan sehat. Dan warga negara demokrasi menikmati lebih banyak jaminan atas HAM."
Tapi selain kelebihan yang ada pada sistem demokrasi di atas, demokrasi juga mempunya beberapa kekurangan yaitu: 1) Melahirkan politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat serta anti-sains, 2) Terjadinya kegaduhan politik, dan 3) Konflik sosial. Meski demikian, demokrasi tetap bertahan dan dianut banyak negara karena dianggap sebagai sistem yang paling sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.
NPM : 2217051056
Kelas : B
Dari video yang berjudul "Demokrasi itu Gaduh, tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara?' yang dipublikasi oleh Narasi Newsroom, membahas tentang Demokrasi. Apa si Demokrasi itu? Demokrasi berasal dari dua kata yaitu demos = rakyat dan krotos/cratein pemerintah atau kekuasaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang berada di tangan rakyat.
Berdasarkan pemaparan dari Adi Prayitno sebagai Direktur Eksekutif Parameter Politik, dia berpendapat bahwa "Demokrasi itu bising, demokrasi itu berisik. Demokrasi itu memang tempat orang berisik. Tempat orang ribut. Yang penting ributnya masih dalam konteks koridor demokrasi yang prosedual, saya (Adi Prayetno) kira tidak ada persoalan."
Alasan dari masih ditetapkannya demokrasi pada suatu negara karena negara yang menganut sistem demokrasi lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran dalam jangka panjang serta lebih efektif dalam mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan parsitipasi publik. Dalam segi HAM pun, negara yang menganut sistem demokrasi mempunyai skor penegakkan HAM yang lebih tinggi.
Selain itu pula, menurut Alex Tan (pengajar ilmu politik di Unviersitas Chengchi, Taiwan) "Kalo kita bandingkan negara demokrasi dengan non-demokrasi secara umum, negara demokrasi lebih kaya. Mereka punya tingkat perkembangan manusia yang lebih tinggi. Demokrasi punya angka korupsi yang lebih rendah. Warga negara demokrasi lebih bahagia dan sehat. Dan warga negara demokrasi menikmati lebih banyak jaminan atas HAM."
Tapi selain kelebihan yang ada pada sistem demokrasi di atas, demokrasi juga mempunya beberapa kekurangan yaitu: 1) Melahirkan politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat serta anti-sains, 2) Terjadinya kegaduhan politik, dan 3) Konflik sosial. Meski demikian, demokrasi tetap bertahan dan dianut banyak negara karena dianggap sebagai sistem yang paling sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.