གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Imam Muzaki

Nama : Imam Muzaki
NPM : 2217051056
Kelas : B
Prodi : Ilmu Komputer


A.       Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang Anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Artikel tersebut menyatakan bahwa kinerja Indonesia terkait HAM pada tahun 2019 masih buruk, terutama dalam hal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam. Beberapa lembaga seperti Komisi Nasional HAM dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mencatat bahwa demokrasi di Indonesia mundur jauh ke belakang dan kembalinya rezim otoritarian menjadi ancaman nyata yang terlihat dari ruang-ruang kebebasan sipil yang mulai ditutup. Dalam analisis saya, artikel ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kinerja negara terkait HAM. Namun, hal positif yang bisa didapatkan setelah membaca artikel ini adalah kesadaran akan pentingnya penegakan HAM di Indonesia dan adanya beberapa perkembangan baik yang bisa menjadi harapan ke depannya.

 

B.       Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia!  Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi  Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?

Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah bahwa hal tersebut mencerminkan nilai-nilai religiusitas yang kuat dalam masyarakat Indonesia. Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam, dan prinsip ke-Tuhanan yang Maha Esa menggarisbawahi pentingnya keberagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Prinsip ini memberikan kerangka moral dan etika yang kuat dalam melaksanakan demokrasi, di mana keputusan politik dan kebijakan publik didasarkan pada prinsip-prinsip agama yang menghormati keadilan, kebenaran, dan kesejahteraan bersama. Namun, penting untuk memastikan bahwa prinsip ke-Tuhanan yang Maha Esa tidak digunakan sebagai alasan untuk membatasi kebebasan beragama dan hak-hak warga negara lainnya.

 

C.       Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

Praktik demokrasi Indonesia saat ini memiliki beberapa aspek yang perlu dievaluasi dalam konteks kesesuaian dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Meskipun demokrasi telah menjadi sistem politik yang diadopsi di Indonesia, masih ada tantangan dalam implementasinya.

Dalam Pancasila, terdapat nilai-nilai dasar seperti keadilan sosial, persatuan, kerakyatan, dan kesejahteraan. Praktik demokrasi harus mencerminkan nilai-nilai ini dalam pengambilan keputusan politik dan pembangunan negara. Namun, terkadang terdapat perbedaan antara idealisme Pancasila dan implementasinya dalam praktik politik sehari-hari. Misalnya, adanya tindakan korupsi, nepotisme, dan praktik politik yang tidak transparan dapat menghambat keadilan sosial dan mengurangi kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi.

Dalam konteks ini, partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan politik dan pengawasan terhadap pemerintah sangat penting untuk memperkuat demokrasi di Indonesia.

 

D.       Bagaimanakah sikap Anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Kondisi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan masyarakat sebenarnya adalah suatu masalah yang serius dalam sistem demokrasi.

Demokrasi seharusnya menjadi wadah untuk mewakili kepentingan masyarakat dan menjalankan tugas sebagai pemegang mandat rakyat. Ketika anggota parlemen menggunakan posisi dan suara mereka untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, hal tersebut menciderai prinsip-prinsip demokrasi yang seharusnya dijalankan.

Hal ini dapat menghasilkan ketidakpercayaan terhadap lembaga legislatif, mengurangi legitimasi mereka, dan menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Keberadaan anggota parlemen yang berjuang demi kepentingan politik pribadi dapat merugikan kepentingan rakyat secara keseluruhan.

Kesimpulannya, praktik di mana anggota parlemen melaksanakan agenda politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat adalah sebuah permasalahan serius dalam sistem demokrasi. Diperlukan langkah-langkah yang kuat untuk memperbaiki kondisi ini, seperti transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, dan pendidikan politik yang baik, agar masyarakat dapat memiliki representasi yang sejati dan kepentingan mereka diwakili secara adil dan efektif.


E.       Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan karismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Pendapat saya mengenai pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan karismatik untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat, bahkan jika itu berarti mengorbankan rakyat untuk tujuan yang tidak jelas, adalah sebagai berikut:

Penggunaan kekuasaan karismatik dengan cara tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang mendasari demokrasi. Dalam demokrasi dewasa, perlindungan terhadap hak-hak individu, kebebasan berpikir, dan partisipasi politik yang bebas adalah hal yang sangat penting. Pengaruh karismatik yang memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tanpa memperhatikan kepentingan nyata masyarakat, merupakan tindakan yang tidak etis dan merugikan.

Demokrasi yang sehat membutuhkan penghormatan terhadap hak asasi manusia, kesetaraan, dan keadilan. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan karismatik harus bertanggung jawab dalam menggunakan pengaruh mereka dan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kepentingan masyarakat secara keseluruhan harus menjadi fokus utama dalam setiap tindakan politik dan kebijakan yang diambil.

Dalam menjaga demokrasi yang sehat, penting bagi masyarakat untuk memiliki kesadaran politik dan pemahaman tentang hak asasi manusia. Masyarakat harus dapat membedakan antara retorika manipulatif dan tindakan yang sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Pengawasan yang aktif terhadap pihak-pihak yang memiliki kekuasaan karismatik juga penting, baik melalui lembaga-lembaga demokrasi maupun partisipasi masyarakat sipil. Dengan demikian, dapat tercipta sistem politik yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat secara luas.


Nama : Imam Muzaki
NPM : 2217051056
Kelas : B
Prodi : Ilmu Komputer

Dalam video yang berjudul "Wawasan Nusantara Documentary" dijelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia seharusnya memahami negara mereka sendiri melalui berbagai aspek. Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang mencakup darat, laut, dan udara sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Wawasan nusantara memiliki peran penting dalam mewujudkan persepsi yang sama di antara seluruh warga negara Indonesia, antar kelompok, dan dalam konteks sosiologi politis. Dalam konteks ini, tindakan yang melanggar norma-norma etika, moral, dan nilai-nilai yang penting harus dihindari. Wawasan nusantara juga memiliki manfaat sebagai pedoman, motivasi, dorongan, dan rambu-rambu dalam menentukan kebijakan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah, serta bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tujuan dari wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di semua aspek kehidupan di Indonesia, yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku, atau daerah. Perbedaan persepsi, pendapat, dan fraksi antar kelompok dalam konteks sosiologis politis dan demokrasi dianggap wajar dan sah-sah saja, bahkan diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang dinamis, kreatif, dan sinergis dalam menuju integrasi.

Sejarah Indonesia, seperti kebangkitan nasional pada 20 Mei 1908, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, dan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, juga menjadi latar belakang historis dari wawasan nusantara. Wawasan nusantara juga mendapatkan pengakuan internasional melalui Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1982, yang mengakui Indonesia sebagai negara kepulauan.

Wawasan nusantara mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk melihat keragaman dan keluasan wilayah sebagai satu kesatuan. Kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam kehidupan bernegara juga merupakan satu kesatuan. Meskipun luasnya wilayah Indonesia memberikan tantangan dalam pengelolaannya, wawasan nusantara mengajak untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan mempelajari wawasan nusantara, diharapkan dapat tumbuh jiwa nasionalisme yang kuat, persatuan yang kokoh, dan kesadaran akan kepentingan nasional yang lebih besar. Melalui pemahaman ini, diharapkan Indonesia dapat terus maju dan berkembang sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.
Nama : Imam Muzaki
NPM : 2217051056
Kelas : B
Prodi : Ilmu Komputer


1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang kamu bisa ambil setelah membaca artikel tersebut?
Menurut saya mengenai isi dari artikel tersebut, saya dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste dan upaya penyelesaiannya. Hal positif yang bisa diambil adalah bahwa analisis terhadap konflik tersebut penting untuk dilakukan agar Indonesia dapat membuat langkah antisipasi sehingga kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Konsepsi wawasan nusantara dapat membantu mencegah timbulnya konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka kemungkinan terjadinya konflik antarwarga di wilayah perbatasan darat atau laut dapat meningkat. Hal ini dapat berdampak negatif pada stabilitas dan keamanan nasional serta hubungan dengan negara tetangga. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk mempertahankan dan mengembangkan konsepsi wawasan nusantara sebagai landasan dalam menjaga keutuhan wilayah dan bangsa.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Konsepsi wawasan nusantara dapat membantu mencegah timbulnya konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan cara memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga keutuhan wilayah Indonesia. Konsep ini juga menekankan pentingnya kerjasama dan hubungan baik antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Timor Leste. Dengan menjalin hubungan yang baik dan saling menghormati, maka kemungkinan terjadinya konflik dapat diminimalisir. Selain itu, konsepsi wawasan nusantara juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, sehingga dapat mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi yang menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik.
Nama : Imam Muzaki
NPM : 2217051056
Kelas : B
Prodi : Ilmu Komputer

Geopolitik adalah ilmu yang mengkaji hubungan antara kebijakan politik suatu negara dengan faktor-faktor geografis wilayah atau tempat negara tersebut. Konsep geopolitik Indonesia didasarkan pada penggunaan Pancasila sebagai landasan ideologi dalam menentukan kebijakan politik nasional, dengan fokus pada membangun kesatuan bangsa dalam satu wilayah.

Teori geopolitik yang diperkenalkan oleh Ir. Soekarno terdiri dari enam macam, yaitu teori geopolitik Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer, Halford Mackinder, Alfred Thayer Mahan, dan Guilio Douhet, William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller. Setiap teori ini memberikan pemahaman tentang bagaimana geografi wilayah berpengaruh terhadap kebijakan politik suatu negara.

Konsep wawasan nusantara merupakan bagian dari geopolitik Indonesia dan berakar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Wawasan nusantara mengedepankan kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia sebagai prinsip utama.

Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kesatuan wilayah meliputi kesatuan politik, kesatuan hukum, kesatuan sosial-budaya, serta kesatuan pertahanan dan keamanan. Pasal 1 ayat 1 UUD NRI 1945 menyatakan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.

Dalam rangka membangun dan menjaga keutuhan wilayah, prinsip geopolitik Indonesia lebih menekankan pada pembangunan kesatuan bangsa dalam satu wilayah daripada penekanan pada aspek kepentingan wilayah semata.

Dengan demikian, geopolitik Indonesia mengedepankan Pancasila, wawasan nusantara, dan konsep NKRI sebagai landasan dalam menentukan kebijakan politik nasional, dengan fokus pada pembangunan kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia.