Posts made by Muhammad Heru

Nama: Muhammad Heru

NPM: 2217051071

Kelas: D

Prodi: S1 Ilmu Komputer

Analisis saya yang dapat saya ambil dari artikel tersebut adalah Konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste pada Oktober 2013 dipicu oleh pembangunan jalan baru oleh pemerintah Timor Leste dekat perbatasan, yang memicu ketegangan dan menyebabkan beberapa hari konflik di antara penduduk. Insiden ini mengakibatkan lemparan batu dan kayu di sepanjang perbatasan antara Kabupaten Timor Tengah Utara (Indonesia) dan Distrik Oecussi (Timor Leste). Meskipun konflik semacam ini jarang terjadi di daerah perbatasan Indonesia yang lain, kasus ini menekankan perlunya menganalisis konflik semacam itu untuk mengambil langkah pencegahan di masa depan. Salah satu faktor yang menyebabkan konflik adalah ketidaksepakatan mengenai delimitasi dan demarkasi perbatasan, serta maraknya aktivitas lintas batas yang ilegal. Oleh karena itu, kerjasama antara kedua negara diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini.

Beberapa faktor berkontribusi terhadap konflik komunal antara Indonesia dan Timor Leste di perbatasan. Pertama-tama, delimitasi perbatasan antara kedua negara belum diselesaikan. Kedua negara masih berselisih atas tiga segmen perbatasan, yang menyebabkan sengketa atas status tanah dan kedaulatan. Kedua, terdapat perbedaan dalam interpretasi zona netral yang terletak di perbatasan. Indonesia menganggap zona netral sebagai area yang belum ditetapkan sebagai wilayah Indonesia atau Timor Leste, sedangkan Timor Leste menganggap zona tersebut sebagai wilayah Timor Leste yang digunakan oleh PBB sebagai area koordinasi keamanan antara militer Indonesia dan PBB. Ketiga, sentimen negatif masih ada di antara penduduk Indonesia dan Timor Leste, yang dipicu oleh perbedaan pandangan tentang masa lalu, perbedaan sosial-budaya, dan persaingan untuk sumber daya seperti lahan pertanian dan ternak.

Analisis soal:
1. Bagaimana tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Menurut saya,konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste terjadi karena sengketa atas tanah dan perselisihan nasionalistik. Namun, hal ini harus diselesaikan secara damai atau dilaporkan kepada otoritas untuk mencegah korban. Hal positif yang bisa diambil dari artikel ini adalah pentingnya menyelesaikan masalah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste serta meningkatkan hubungan di antara penduduk kedua negara. Artikel menekankan bahwa kedua negara memiliki hubungan yang erat dan sudah berlangsung lama. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat kerjasama dan persahabatan di antara penduduk kedua negara. Nasionalisme penduduk perbatasan harus diakui karena mereka bersedia mempertahankan tanah negaranya.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang  terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?

Tanpa konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia dapat menghadapi beberapa konsekuensi. Konsepsi wawasan nusantara adalah pandangan strategis yang mengedepankan persatuan, kesatuan, dan keutuhan wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau. Tanpa itu, Indonesia mungkin menghadapi risiko pemecahan wilayah, konflik antar-etnis atau agama, serta ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan negara.

Wawasan nusantara memberikan landasan untuk mengelola keragaman budaya, agama, dan suku di Indonesia. Ini juga mendorong inklusi sosial, kerja sama antarwilayah, dan pemerataan pembangunan di seluruh negeri. Tanpa konsepsi ini, mungkin sulit untuk mencapai persatuan dan stabilitas dalam konteks yang heterogen seperti Indonesia.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

Menurut saya, Konsep wawasan nusantara dapat membantu mencegah konflik di daerah perbatasan Indonesia dengan negara-negara lain. Misalnya, untuk mencegah konflik, militer Indonesia dapat secara aktif patroli di daerah perbatasan. Meningkatkan kerja sama dengan negara-negara tetangga, seperti komisi bersama untuk menyelesaikan sengketa perbatasan, juga dapat membantu. Selain itu, pendidikan kepada penduduk tentang pentingnya nasionalisme dan patriotisme dapat membantu mencegah konflik. Oleh karena itu, konsep wawasan nusantara sangat penting dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Indonesia.

Nama : Muhammad Heru
Npm : 2217051071
Kelas : D
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Video tersebut membahas tentang geopolitik Indonesia, konsep yang menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan kebijakan politik nasional ketika dihadapkan dengan kondisi dan posisi geografis wilayah Indonesia.

Sebagai negara kesatuan Republik Indonesia, wilayah Indonesia mencakup kesatuan politik, kesatuan hukum, kesatuan sosial-budaya, dan kesatuan pertahanan dan keamanan. Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang terletak antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, dikelilingi oleh benua Asia dan benua Australia. Letak geografis Indonesia yang strategis, dengan sumber daya alam dan geografis yang melimpah, membuat Indonesia harus bersikap adaptif dalam politik global dan tetap netral dalam mengambil keputusan politik global. Dalam hal ini, Indonesia berpegang pada prinsip Pancasila.
Nama : Muhammad Heru
Npm : 2217051071
Kelas : D
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Dalam artikel jurnal tersebut, dibahas mengenai Gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dituduh melakukan penistaan agama. Ahok terkenal dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan keras. Keputusan untuk menetapkan Ahok sebagai tersangka didasarkan pada pertimbangan hukum, bukan karena adanya tekanan masyarakat. Meskipun demostrasi yang dilakukan mayoritas Muslim pada tanggal 4 November 2016 berakhir dengan damai, Kapolri Jend Tito Karnavian mengakui bahwa ada segelintir pihak yang berniat memanfaatkan aksi damai tersebut dengan melakukan tindakan inkonstitusional. Oleh karena itu, hadirnya negara adalah untuk melindungi seluruh warga negaranya dari tindakan yang dapat mencederai tatanan hukum. Negara wajib memperlakukan dan melindungi siapapun terhadap kejahatan dan ketidakadilan yang menimpa warga negaranya, sebagaimana yang tertulis dalam UUD 1945 Pasal 27, bahwa setiap warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu tanpa kecuali. Oleh karena itu, kesimpulannya adalah penting bagi negara untuk melindungi hak-hak warga negaranya dan menjaga tatanan hukum yang ada.

Konflik yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh tindakan Ahok saat menjabat sebagai Wakil Gubernur yang memiliki gaya kepemimpinan yang tegas dan ceplas ceplos dalam berbicara. Konflik ini melibatkan beberapa organisasi masyarakat, seperti FPI dan masyarakat Betawi yang menolak Ahok karena dianggap tidak beragama Islam dan berasal dari keturunan Tionghoa serta sering menggunakan kata-kata kasar. Konflik ini terus berlanjut hingga Ahok dituduh menistakan agama dan diadakan sidang terbuka terbatas oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Konflik semacam ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan dan sensitivitas dalam masyarakat Indonesia terkait agama dan etnis. Konflik semacam ini harus diatasi dengan baik agar tidak memicu kekerasan dan mengancam stabilitas sosial dan politik. Meskipun kasus ini muncul di tengah-tengah Pilkada DKI Jakarta, saat itu Ahok berpasangan dengan Djarot.

Dalam kasus tersebut, menurut saya, hukum harus tetap dijalankan oleh Penegak hukum tentang kasus penistaan agama karena sudah tercantum dalam peraturan undang-undang tentang penistaan agama, walaupun Pak Ahok tidak bermaksud untuk menistakan agama Islam. Hal ini merupakan perbedaan pandangan, tetapi hukum tetap berjalan karena banyak masyarakat yang melakukan demonstrasi pada saat itu agar kondisi stabilitas negara tetap kondusif.
Nama : Muhammad Heru
Npm : 2217051071
Kelas : D
Prodi : S1 Ilmu Komputer
Dalam video mengenai supremasi hukum, dapat disimpulkan bahwa hukum merupakan sandaran kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam UUD bahwa Indonesia adalah negara hukum, maka hukum di Indonesia harus berasaskan ilmu pengetahuan dan teknologi agar negara menjadi tempat yang aman bagi rakyat. Jika hukum di Indonesia tidak didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi, maka hukum di Indonesia dapat dimanipulasi oleh para pengacara untuk membela koruptor, dan negara Indonesia menjadi sarang korupsi yang merajalela.

Reformasi yang dilakukan pada tahun 1998 menjadi babak baru dalam sejarah hukum di Indonesia. Namun demikian, hukum di Indonesia belum mengalami perubahan yang signifikan. Meskipun hukum sudah adil, namun dalam praktiknya masih terasa tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Maka dari itu, perlu dilakukan perubahan agar hukum di Indonesia dapat terselenggara secara adil. Namun, upaya-upaya tersebut sulit dilakukan karena segelintir penegak hukum yang haus akan uang.

Untuk mengawal hukum di Indonesia, masyarakat membentuk LSM seperti ICW, Indonesia Police Watch, dan MAPPI. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat berperan aktif dalam pengawasan korupsi dan penegakan hukum. Dari LSM tersebut, masyarakat harus berani bersuara lebih lantang untuk mendorong perubahan peraturan hukum yang tidak sesuai dan tidak memihak pada rakyat serta mengawal praktiknya sampai ke persidangan.