གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Audhia Safitri

Nama : Audhia Safitri
NPM : 2217051105
Kelas : B

Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa.

Teori geopolitik bangsa Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kepada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia. Selain itu, terdapat prinsip geopolitik di Indonesia yaitu tidak mementingkan dalam hal wilayah, tetapi lebih kepada membangun kesatuan bangsa dalam satu wilayah.

Hakikat dari Wawasan nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. Lalu, kehidupan bernegara dalam konsep NKRI dicantumkan dalam pasal 1 ayat 1 UUD Negara RI 1945. Dan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, kesatuan wilayah Indonesia mencakup kesatuan politik, kesatuan hukum, kesatuan sosial-budaya, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
Nama : Audhia Safitri
NPM : 2217051105
Kelas : B
Prodi : Ilmu Komputer

Selama Orde Baru, komunitas Tionghoa di Indonesia menghadapi diskriminasi dan berjuang untuk mendapatkan hak nya sebagai warga negara dan hak-hak lain termasuk hak politik untuk dipilih dan memilih yang dilindungi oleh Undang-Undang. Dalam beberapa perjuangan yang dilakukan, terbukti berhasil dikeluarkannya UU No 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan. Salah satu yang menjadi bukti bahwa komunitas ini merupakan bagian dari bangsa indonesia adalah kesamaan dimata hukum dan pemerintahan, sehingga untuk pertama kali DKI, Ibu Kota Jakarta dikomandai oleh etnis Tionghoa yakni Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Namun, di tengah pemerintahannya terdapat dugaan kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Penulis jurnal memberikan kritik mengenai kasus tersebut dan juga menyinggung penegakan hukum. Masalah utama penegakan hukum di negara-negara berkembang termasuk Indonesia bukanlah pada sistem hukum melainkan pada kualitas manusia yang menjalankan hukum (penegak hukum). Banyak faktor yang mempengaruhi lemahnya mentalitas aparat penegak hukum. Salah satunya, lemahnya pemahaman agama dan proses rekruitmen yang tidak transparan. Hal ini berimbas kepada rasa kepercayaan masyarakat kepada penegakan hukum yang semakin memprihatinkan
Nama : Audhia Safitri
NPM : 2217051105
Kelas : B
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Berikut hasil analisis saya mengenai video berjudul "Supremasi Hukum bagian 1".

Pada masa reformasi, memuncaknya momentum memberikan pekerjaan rumah yang tidak dapat dihadapi oleh hukum serta kekuasaan yang otoriter dan sentralistik. Dengan tenggelamnya bhinneka tunggal ika di masa lalu yang disebabkan oleh sentralisme otoriter, memicu munculnya pluralisme dalam berhukum sebagai tantangan yang perlu dihadapi. Dalam video tersebut diberitahukan bahwa hukum perlu diposisikan sebagai tulang punggung perekonomian agar sekiranya dapat membantu usaha untuk menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, hukum harus dapat diandalkan dan dimanfaatkan untuk menjaga serta mengamankan investasi, supaya perekonomian terus meningkat.
Nama : Audhia Safitri
NPM : 2217051105
Kelas : B

dalam jurnal tersebut membahas mengenai nilai-nilai demokrasi sila keempat Pancasila dalam pemilihan umum daerah di Indonesia dan pelaksanaan demokrasi sila keempat Pancasila sebagai sumber nilai pemilihan umum daerah di Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa menimbulkan kesadaran bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi landasan fundamental dalam penyelenggaraan negara. Oleh karena itu, nilai-nilai dalam sila keempat Pancasila merupakan bentuk dari Demokrasi.

Penerapan nilai-nilai Pancasila sila keempat untuk kehidupan demokrasi dalam pilkada di Indonesia dapat digunakan dengan mengutamakan musyawarah dan mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Namun, pilkada belum mencerminkan sifat atau nilai-nilai Pancasila sila keempat. Dapat dilihat dari sistem pemilihan kepala daerah yang diusung oleh partai politik, penunjukan tersebut dilakukan hanya berdasarkan perintah ketua umum partai politik, tidak adanya musyawarah untuk mengambil keputusan secara bersama. Hal tersebut dapat melemahkan nilai demokrasi dalam sila keempat Pancasila. Selain itu, peraturan mengenai pemilihan kepala daerah dalam Undang-Undang masih kurang jelas dan multi tafsir, sehingga perlu dilakukan penegakan peraturan pemilihan umum.
Nama : Audhia Safitri
NPM : 2217051105
Kelas : B

Rangkuman Tips Penulisan Artikel bagi Pemula

A. Pengertian artikel untuk jurnal ilmiah
Artikel adalah sebuah karangan yang membahas tentang tema tertentu. Artikel dapat mengenai hasil penelitian atau studi kepustakaan. Tujuan penulisan artikel ialah untuk menyampaikan pikiran penulis terhadap realita, fakta dan konsep yang ditemui penulis di lapangan. Jumlah kata pada penulisan artikel antara 3.500 hingga 7.000 kata yang sudah termasuk abstrak dan daftar pustaka.

B. Tujuan penulisan artikel
Sebuah artikel ditulis untuk beberapa tujuan, diantaranya:
1. Untuk menyampaikan gagasan, dan diajukan ke penerbit jurnal.
2. Untuk didiskusikan dalam sebuah pertemuan ilmiah (Seminar atau Workshop).
3. Untuk laporan hasil suatu penelitian.
4. Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah.
5. Untuk mengikuti perlombaan.

C. Langkah-langkah Penulisan Artikel Ilmiah
1. Tentukan tema yang akan anda tulis.
2. Carilah permasalahan atau keunikan dari tema yang telah anda pilih.
3. Tuliskan tujuan penulisan artikel tersebut.
4. Rumuskan beberapa ide pokok artikel anda dalam bentuk rumusan masalah.
5. Carilah referensi dari jurnal jurnal mutakhir ( Maksimal 5 tahun terakhir).
6. Pengembangan tema dikuatkan dengan referensi dan data lapangan yang akurat.
7. Lakukan analisis terhadap data lapangan dan referensi yang anda tuliskan.
8. Buatlah kesimpulan dari artikel yang anda tuliskan.

D. Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah
1. Identitas Artikel dan Penulis
Identitas artikel dan penulis terdiri dari:
a) Judul (5 s.d 12 kata), dan buatlah judul yang menarik dan atraktif.
b) Nama penulis tanpa gelar akademis.
c) Afiliasi atau lembaga penulis.
d) Alamat surat elektronik atau email.

2. Abstrak dan kata kunci
Abstrak sebuah artikel ilmiah harus memuat seluruh inti permasalahan yang akan dikemukakan oleh penulis, urgensi penulisan artikel, metode pemecahan masalah, hasil temuan serta kesimpulan dan saran dari artikel yang telah dikemukakan. Abstrak ditulis menggunakan bahasa yang singkat, padat dan to the point. Selain itu, standar panjang abstrak antara 100-250 kata, berjarak baris 1 spasi.
Baiknya, abstrak ditulis di sesi paling akhir setelah artikel sudah jadi. Sehingga tidak akan kesulitan membuat abstrak tersebut. Untuk kata kunci sendiri, dapat terdiri dari 3-5 kata atau frasa.

3. Pendahuluan
Pendahuluan artikel ilmiah setidaknya mencakup latar belakang secara khusus sesuai tema yang diangkat. Terdapat kajian literatur terdahulu yang memiliki keterkaitan (relevansi) dengan tema yang disajikan dalam bentuk deskripsi untuk menunjukkan kebaruan tulisan yang disajikan. Ada pula permasalahan yang dikemukakan, serta hipotesis dari tulisan tersebut.

Penulisan pendahuluan sewajarnya tidak terlalu Panjang, tapi mampu mengantarkan pembaca kepada tulisan yang akan disajikan. Alur berfikir dalam pendahuluan adalah dari umum ke khusus atau lebih spesifik. Di akhir pendahuluan seharusnya dicantumkan tujuan penulisan artikel. Tujuan penulisan ditulis dengan bahasa yang jelas, dan menggunakan kata kerja. Serta mampu menjelaskan apa yang akan dihasilkan dari artikel tersebut.

4. Metodologi
Dalam menulis artikel ilmiah, pasti menggunakan metode tertentu. Khususnya dalam mendapatkan data permukaan guna memecahkan permasalahan yang disajikan penulis. Metode yang digunakan mungkin kualitatif, kuantitatif, survei, atau kajian pustaka.
Secara rinci metodologi tersebut digunakan untuk :
a) Menjadi panduan dalam mencapai tujuan penelitian, sehingga dapat menjawab pertanyaan penelitian yang disajikan.
b) Memaparkan cara yang dilakukan dalam mengumpulkan data, melakukan teknik sampling, serta penentuan instrumen untuk pengumpulan data.
c) Untuk menguji keabsahan sumber data baik kali di tas maupun realitas nya. Guna menghindari munculnya multi-Tafsir atas data yang disajikan.
d) Metodologi ini mewakili gambaran proses pengolahan dan analisis data sehingga tampak kriteria dan indikator dari data yang disajikan dalam artikel.

5. Kajian teori
Teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian, khususnya teori yang terkait dengan tema yang disajikan penulis.

Fungsi teori yaitu membantu peneliti dalam menganalisis data untuk membuat ringkasan singkat atau sinopsis, sehingga dapat memberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk mencoba hal yang baru. Selain itu, elaborasi peneliti terhadap teori yang disampaikan dapat melahirkan teori yang baru sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan penulis.

6. Hasil dan Pembahasan
Pada bagian ini dituliskan hasil temuan data dari lapangan, kemudian lanjutkan dengan analisis dan pembahasan terhadap temuan data tersebut. Hasil diperoleh harus mampu menjawab pertanyaan dari rumusan masalah serta hipotesis yang telah dituliskan pada bagian pendahuluan.
Secara rinci hasil dan pembahasan artikel beberapa hal berikut :
a) Sistematika penulisan disesuaikan dengan tujuan penulis yang telah disajikan.
b) Pembahasan biasanya dilengkapi dengan tabel atau gambar.
c) Setiap data yang dipaparkan, dianalisis oleh penulis pada bab ini.

Cara membahas temuan data menggunakan sistem alur berfikir dari spesifik umum (dari khusus ke umum), kebalikan dari alur pendahuluan. Sampaikan adanya keterbatasan dari peneliti dalam melakukan pengumpulan data dan analisis data jika dihubungkan dengan literature lainnya.

7. Penutup (Kesimpulan dan Saran)
Bagian penutupan terdiri dari kesimpulan dan saran. Kesimpulan hendaknya mampu menjawab hipotesis masalah yang telah disajikan penulis. Lalu, kesimpulan tidak boleh mengulang redaksi pada bagian hasil dan pembahasan. Sehingga, kesimpulan berisi ringkasan hasil temuan penulis yang mampu menjawab hipotesis penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan menuliskan saran dari penulis.
Kriteria kesimpulan yang baik adalah :
a) Bukan sekeda ringkasan artikel, tetapi jawaban hipotesa yang disajikan.
b) Mencantumkan temuan penting yang dapat ditonjolkan.
c) Mampu meyakinkan pembaca, akan hasil temuan.
d) Hasil temuan dapat dinyatakan secara kuantitatif atau prosentase.

8. Daftar Pustaka
Semua artikel ilmiah harus melampirkan daftar rujukan di daftar pusaka. Seluruh daftar pustaka yang dicantumkan, hendaknya berasal dari sumber primer. Kriteria sumber primer adalah :
a) Jurnal ilmiah minimum 80% dari keseluruhan daftar pustaka.
b) Jurnal dan buku terbitan 10 tahun terakhir.
c) Setiap artikel minimal berisi 10 daftar pustaka acuan.