Kiriman dibuat oleh TRIO SAKTI ARDIKA

Nama : Trio sakti ardika
NPM : 2257051012
Kelas : C

Dalam video tersebut saya dapat menganalisis bahwa :
Demokrasi dan demokratisasi dengan momentum yang memuncak dalam masa reformasi memberikan pekerjaan rumah yang besar kepada hukum. Demokrasi tersebut tidak dapat dihadapi dengan cara terhukum masa lalu yang dibawah kekuasaan otoriter. Tuntutan partisipasi dan kontrol masyarakat terhadap badan dan institut baik lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif semua berada pada tantangan yang sama. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga menuntut untuk diwujudkan sebaik-baiknya. Pada masa lalu, sentralisme yang otoriter telah menenggelamkan Kebhinnekaan tersebut. Maka pluralisme dalam hukumpun turun sebagai tahtanya. Usaha untuk mensejahterakan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan sebagainya berkaitan erat dengan pergerakan roda perekonomian. Untuk itu hukum perlu diposisikan sebagai pilar punggung perekonomian, para investor akan terlebih dahulu menginginkan adanya untuk melihat unsur-unsur baik untuk menjaga dan mengamankan investasi.
Nama : Trio sakti ardika
NPM : 2257051012
Kelas : C

Hasil analisis saya dari jurnal tersebut yaitu :
Permasalahan yang dikaji berkaitan dengan Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum di Indonesia.Sebagai negara hukum, Indonesia memegang demokkrasi dalam pelaksanaan proses berbangsa dan bernegara dalam penyelenggaraan sistem pemilihan umumnya.Keberadaan Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum sangat penting bagi bangsa Indonesia sebagai Negara hukum....Pemilihan umum daerah daaai Indonesia belum mencerminkan nilai-nilai yang terkadung dalam Pancasila sila keempat yaitu kerakyatan yang dimpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan.
Pancasila merupakan aspek terpenting dalam membangun bangsa dan Negara yang difungsikan pada praktik kehidupan manusia khusunya bagi bangsa Indonesia, Pancasila tidak bisa intervensi dari sudut pandang ideologi manapun, sehingga Pancasila mempunyai sifat imunitas yaitu kekebalan terhadap pengaruh ideologi lain.Pancasila merupakan dasar Negara yaitu sebuah konsepsi yang dirancang atas kesepakatan bersama dengan tujuan dapat menjawab tantangan dan masalah bangsa dan Negara, jika ditinjau dari perspektif sosiologi lahirnya sebuah Negara terjadi karena adanya hubungan dan interaksi antar manusia, interaksi antar kelompok sehingga menibulkan tata nilai dan tata norma, jadi ideologi adalah akumulasi dari nilai dan norma yang hidup atas kesadaran suatu masyarakat, dengan tujuan terpenting untuk menciptakan bonum publicum.

Begitupun Pancasila sebagai alat politik dalam menentukan arah kebijakan dan distribusi suatu Negara, dengan hal ini Pancasila pada sila keempat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, dapat mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat terutama yang ditujukan dalam hal pemilihan umum daerah di Indonesia yang demokratis.Negara Indonesia telah menempuh proses dari perkembangan demokrasi, pada tahun (1945-1959) pada masa Republik Indonesia I yaitu demokrasi konstitusional, Masa Republik Indonesia II (1959-1965) atau masa demokrasi terpimpin, Masa Republik Indonesia III masa demokrasi Pancasila (1965-1998), hingga saat ini telah melakukan revolusi dan perubahan terhadap birokrasi menuju refromasi yaitu masa Republik Indonesia V (1998-sekarang), dari berbagai dinamika perubahan itu apakah dapat menciptakan keserasian terhadap pemilihan umum dan apakah demokrasi di Indonesia sesuai dengan Pancasila pada sila keempat ataukah sistem pemilihan umum hanya dipergunakan sebagai semiotik atau sekaligus sebagai tolak ukur dari demokrasi itu.Pemilihan umum ini merupakan jembatan untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari, karena pemimpin yang diseleksi dengan begitu ketat dan mempunyai harapan untuk Indonesia dipimpin oleh kepala Negara atau kepala daerah yang memiliki kompentensi.
Nama : Trio sakti ardika
Npm : 2257051012
Kelas : C

Dari video tersebut dapat saya analisis :
Terdapat Beberapa Perkembangan Demokrasi di Indonesia yaitu :
1. Perkembangan demokrasi masa revolusi kemerdekaan->pada masa ini demokrasi sangat terbatas. pers yg mendukung revolusi masa ini yaitu Ernest Dowess Dekker dan Robert Oribb.

2. Perkembangan Revolusi parlementer(1945-1959)->hampir seluruh elemen demokrasi bisa ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik Indonesia, oleh sebab itu masa ini dapat disebut massa kejayaan demokrasi di Indonesia. namun dapat disayangkan demokrasi parlementer gagal, dikarenakan dominannya politik aliran, basis sosial ekonomi yang sangat lemah, persamaan kepentingan presiden Soekarno dengan kalangan angkatan darat,

3. Perkembangan Demokrasi Terpimpin (1959-1965)->politik dimasa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yg utama pada saat itu, ialah abri, presiden Soekarno, dan pki.

4. Perkembangan Demokrasi dalam Pemerintahan Orde Baru->demokrasi Pancasila(orba), dalam 3 tahun awal ini kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakat. setelah 3 tahun peran bari lebih dominan, birokratosasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik, masa mengambang, monolitisasi ideologi negara, inkorporasi lembaga pemerintah.

5. Perkembangan Demokrasi Pada Masa Reformasi.(1998-saat ini)->demokrasi yg diterapkan pada masa ini adalah demokrasi Pancasila. ada beberapa karakteristik yg ada dalam demokrasi era reformasi, antara lain: pemilu yg dilaksanakan (1999-2004) dianggap lebih baik dari sebelumnya, rotasi kekuasaan dimulai dari pemerintah pusat hingga desa, pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka, dan sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan berpendapat.
NAMA : TRIO SAKTI ARDIKA
NPM : 2257051012
KELAS : C

Analisis Video :
Dari video "Demokrasi Gaduh, Tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara? Menurut hasil analisi saya demokrasi bertahan dan dianut oleh banyak negara karena memberikan kebebasan dan hak yang penting bagi masyarakat, serta menjanjikan stabilitas dan keamanan dalam pemerintahan. Meskipun terdapat masalah dan konflik, demokrasi tetap menjadi sistem pemerintahan yang dianggap paling ideal dan diidamkan oleh banyak negara di dunia.
beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa demokrasi masih bertahan dan dianut oleh banyak negara.

Pertama, demokrasi dianggap sebagai sistem pemerintahan yang memberikan kebebasan dan hak-hak individu serta kesempatan yang sama bagi semua warga negara. Dalam sistem ini, setiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat dan memilih pemimpin mereka melalui pemilihan umum yang adil dan terbuka. Hal ini menjadi daya tarik yang kuat bagi banyak orang, terutama di negara-negara yang sebelumnya memiliki pemerintahan yang otoriter atau terdapat pelanggaran hak asasi manusia.

Kedua, demokrasi juga dianggap sebagai sistem pemerintahan yang lebih stabil dan aman. Dalam sistem demokrasi, kekuasaan terpusat pada rakyat, sehingga keputusan yang diambil cenderung lebih akurat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, dalam demokrasi terdapat mekanisme checks and balances yang memastikan bahwa tidak ada kekuasaan yang berlebihan dan mencegah terjadinya korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan.

Namun, di sisi lain, demokrasi juga sering mengalami masalah dan gaduh, seperti terjadinya perpecahan politik, konflik, dan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah. Namun, walaupun terdapat masalah tersebut, demokrasi tetap bertahan dan dianut oleh banyak negara karena sistem ini memberikan kebebasan dan hak yang diperjuangkan oleh masyarakat selama berabad-abad.