གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nayya Tharissa Mahendra

Nama : Nayya Tharissa M
NPM : 2257051016
Kelas : C

menurut saya sila ke 4 mewujudkan kerakyatan yang demokrasi, hikmat nya kebijaksaan dan musyawarah. pentingnya paryisipasi aktif masyarakat dalam mengambil keputusan politik dalam pelimihan umum. masyarakat juga punya hal uktuk ikutt serta, dalam penting nya memilihihan pimpinan,kebijakkan pancasila juga menekankan pentingnya untuk mengambil keputusan dangen melalui musyawarah, musyawarah dan perwakilan sudah menjadi landasan dalam sistem politik di inonesia, melalui proses pemilihan umum daerah untuk menacapai tujua1n nya. demokrasi dalam pemilihan umum di indonesia menajdi cerminan nilai nilai pada sila ke 4 yang mana partisipasi masyarakat dan pem=ngambilan ekputusan melalui musyawarah d sudah menjadi prinsip utama di sitem politik di indonesia.
Nama : Nayya Tharissa M
NPM : 2257051016
Kelas : C

Kesimpulan perkembangan demokrasi di indonesia
1. Perkembangan demokrasi masa revolusi kemerdekaan
Demokrasi pada masa pemerintahan resulusi kemerdekaan sangat terbatas. Pers yang mendukung revolusi kemerdekan.
2. Perkembangan demokrasi perlementer pada tahun 1945 – 1959 pada masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di indonesia karena hampis semua elemen demokrasi dapat di temukan dalam perwujudan kehidupan politik di indonesia tapi demokrasi parlementer itu gagal. Karena domeninannya polituk aliran sehingga membawa konsekuensi terhadap konfik partai islam,partai nasionalis, partai non-islam, partai dan jengkol, basis sosial ekonomi yang masi sangat lemah, persamaan kepentingan antara presiden soekarno dengan kalangan angkatan darat yang sama – sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.
3. Perkembangan Demokrasi Terpimpin pada tahun 1959 – 1965 politik pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu yaitu Abri, Seokarno, PKI
4. Perkembangan demokrasi dalam pemerintahan demokrasi dalam pemerintahan orde baru demokrasi pancasila (Orba) 3 tahun awal kekuasaan nya seolah – olah akan di distribusikan kepada kekuatan masyarakat. Setelah 3 tahun dominan peranan ABRI, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik,campur tangan pemerintah dalam persoalan partai dan politik dan publik, masa mengambang, monolitasisi, ideologi negara, dan inkorporasi lembanga non pemerintahan.
5. Perkembangan Demokrasi pada masa reformasi ( 1998 – sekarang ) demokrasi yang di terapkan negara kita pada era reformasi adalah demokrasi pancasila tentu dengan karakteristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi perlementer pada tahun 1950 – 1959.