Kiriman dibuat oleh Firmansyah Abdul Aziz

nama : firmansyah abdul aziz
npm : 2217051037
kelas : c

analisis mengenai jurnal tersebut adalah
jurnal tersebut membahas beberapa hal terkait dengan dinamika sosial politik di Indonesia menjelang Pemilu Serentak pada tahun 2019. Beberapa hal tersebut antara lain:
1.Konteks Pemilu Serentak: Jurnal ini membahas tentang konteks pemilihan umum serentak pada tahun 2019, termasuk pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR, dan DPRD. Pemilu serentak tersebut menjadi peristiwa penting dalam dinamika sosial politik di Indonesia.
2.Isu-isu politik: Jurnal ini membahas tentang isu-isu politik yang menjadi fokus dalam kampanye Pemilu Serentak pada tahun 2019, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan agama.
3.Persaingan Partai Politik: Jurnal ini juga membahas tentang persaingan partai politik dalam Pemilu Serentak pada tahun 2019, termasuk strategi kampanye dan upaya-upaya partai politik untuk memenangkan pemilihan umum.
4.Pengaruh Media Sosial: Jurnal ini juga membahas tentang pengaruh media sosial dalam Pemilu Serentak pada tahun 2019. Penulis menjelaskan bahwa media sosial memiliki peran yang penting dalam membentuk opini publik dan memengaruhi pemilih dalam menentukan pilihan pada pemilihan umum.
5.engaruh Isu-Isu Global: Jurnal ini juga membahas tentang pengaruh isu-isu global, seperti perubahan iklim dan perdagangan internasional, terhadap dinamika sosial politik di Indonesia menjelang Pemilu Serentak pada tahun 2019.
Nama : Firmansyah Abdul Aziz
NPM : 2217051037
Kelas : C

analisis saya adalah
“Demokrasi itu keras, tapi kenapa bertahan dan diadopsi oleh banyak negara?” adalah subjek yang kompleks yang membutuhkan analisis mendalam. Setahu saya, demokrasi adalah sistem politik yang memungkinkan warga negara untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan memilih wakilnya melalui pemilihan yang adil dan bebas. Namun demikian, demokrasi bukannya tanpa tantangan, salah satunya adalah kemungkinan terjadinya keributan atau konflik dalam proses pengambilan keputusan.

Terlepas dari tantangan ini, banyak negara telah memeluk demokrasi secara luas untuk keuntungannya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa demokrasi yang tak terkendali bertahan dan diterima oleh banyak negara:
- Promosi kebebasan dan hak asasi manusia
Demokrasi memberi warga suara dan memungkinkan mereka untuk mengekspresikan pendapat mereka tanpa takut akan pembalasan. Ini mempromosikan kebebasan berekspresi, berkumpul dan berserikat, yang merupakan komponen penting dari masyarakat bebas.
- Mempromosikan akuntabilitas dan transparansi
Demokrasi menuntut pemimpin untuk bertanggung jawab kepada rakyat yang diwakilinya. Mereka harus transparan tentang tindakan dan keputusan mereka, dan warga negara memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban mereka melalui protes damai atau mengeluarkan mereka dari jabatan.
- Mempromosikan inovasi dan kreativitas
Masyarakat demokratis mendorong inovasi dan kreativitas karena orang dapat mengekspresikan ide-ide mereka dan mencapai tujuan mereka tanpa takut akan penganiayaan. Lingkungan ini mendorong pertumbuhan dan perkembangan, yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.
- Promosi pembangunan sosial dan ekonomi
Demokrasi cenderung memiliki hasil sosial dan ekonomi yang lebih baik, seperti B. PDB per kapita yang lebih tinggi, ketimpangan pendapatan yang lebih rendah, dan tingkat pendidikan dan kesehatan yang lebih tinggi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa demokrasi tidak sempurna dan membutuhkan kewaspadaan dan perbaikan terus-menerus untuk menghadapi tantangannya. Beberapa tantangan yang mungkin dihadapi negara-negara demokrasi pemula termasuk polarisasi, populisme, dan pengaruh uang dan kepentingan khusus dalam proses politik.

Singkatnya, demokrasi yang bising akan tetap ada, dan banyak negara memanfaatkannya untuk keuntungannya, seperti mempromosikan kebebasan, akuntabilitas, inovasi, dan pembangunan sosial dan ekonomi. Namun, tantangan demokrasi masih perlu diatasi untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan sebagai sistem politik.