Posts made by Ruben Pandega Aditama

Nama : Ruben Pandega Aditama
NPM : 2217051085
Kelas : B
Prodi : Ilmu Komputer

Video Yang dilampirkan menjelaskan tentang permasalahan demokrasi yang dihadapi dan harus diatasi oleh badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Selain itu hukum harus dijadikan sebagai tulang punggung perekonomian, bukan sebagai penghambat. Para investor akan melihat kematangan infrastruktur di Indonesia sebelum melihat unsur yang lain. Hukum seharusnya dapat diandalkan untuk menjaga dan mengamankan investasi di Indonesia.
Nama : Ruben Pandega Aditama
NPM : 2217051085
Kelas : B

Yang saya dapat dari jurnal yang telah dilampirkan, yaitu:

Pancasila yang merupakan ideologi bangsa Indonesia juga dapat digunakan sebagai alat politik dalam menentukan arah kebijakan dan distribusi suatu Negara yang terdapat pada sila keempat. Sila ini dapat mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat terutama yang ditujukan dalam hal pemilihan umum daerah di Indonesia yang demokratis. Negara Indonesia menganut sistem demokrasi yaitu bentuk pemerintahan dimana rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya (Pemerintahan Rakyat) (Erisanti, 2014).

Pada tahun politik, berbagai macam hoax akan muncul untuk menjatuhkan pihak lawan yang dapat memicu disintegrasi bangsa. Selain itu pengaturan mengenai pemilihan kepala daerah yang terdapat dalam UU kurang jelas dan multitafsir yang dapat memperparah keadaan. Sila keempat Pancasila adalah wujud dari demokrasi Indonesia dimana rakyat berpartisipasi dalam menjalankan roda pemerintahan. Sebagai rakyat Indonesia, kita diharapkan dapat menggunakan hak dan suara kita dengan bijak tanpa dipengaruhi oleh pihak lain dengan tujuan tertentu.
Nama : Ruben Pandega Aditama
NPM : 2217051085
Kelas : B

Berdasarkan video yang dilampirkan, terdapat 5 fase perkembangan demokrasi di Indonesia, yaitu :
1. Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan
Pada masa ini, demokrasi sangat terbatas namun didukung oleh majalah seperti Tempo dan "Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta" karangan Ribert Cribb

2. Demokrasi Parlementer
Masa perkembangan demokrasi ini berlangsung pada tahun 1945 sampai tahun 1959. Di masa inilah demokrasi di Indonesia mencapai puncak kejayaannya karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Namun demokrasi parlementer mengalami kegagalan karena beberapa faktor seperti, dominannya politik aliran yang berkonsekuensi terhadap pengelolaan konflik, basis sosial ekonomi yang masih lemah, dan persamaan kepentingan antara presiden Sukarno dengan kalangan AD yang sama-sama tidak senang dengan politik yang berjalan.

3. Demokrasi Terpimpin
Demokrasi terpimpin berlangsung dari tahun 1959 sampai dengan tahun 1965. Pada demokrasi terpimpin, terdapat tiga kekuatan politik utama, yaitu Sukarno, ABRI, dan PKI.

4. Demokrasi pada Pemerintahan Orde Baru
Masa ini disebut juga sebagai demokrasi Pancasila, yang merupakan masa dimana pada 3 tahun awal kekuasaan diserahkan kepada masyarakat. Namun setelah 3 tahun berlalu, ABRI mengambil alih peran tersebut dan memegang kekuasaan.

5. Demokrasi pada Masa Reformasi
Perkembangan demokrasi ini bermula pada tahun 1998 dan berlangsung hingga saat ini. Demokrasi yang diterapkan oleh negara adalah demokrasi Pancasila yang memiliki perbedaan dengan demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru dan mirip dengan demokrasi Parlementer. Adapun karakteristik demokrasi pada era Reformasi, yaitu Pemilu jauh lebih demokratis, rotasi kekuasaan dilaksanakan mulai dari pusat hingga desa, pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka, dan sebagian hak dasar dapat terlaksanakan seperti kebebasan menyatakan pendapat.