གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Philip Ebenhaezer Karundeng

NAMA: PHILIP EBENHAEZER KARUNDENG
NPM: 2217051033
KELAS: A
PRODI: S1 ILMU KOMPUTER

Ketahanan Nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan suatu bangsa dan kemampuan mengembangkan potensi untuk menghadapai ancaman yang datang. Ada beberapa sumber ancaman yang bersifat langsung, luar, dalam dan tidak langsung. Langsung contohnya seperti Belanda, dari luar seperti Amerika Serikat, secara tidak langsung misalnya pelan pelan mengambil alih wilayah. Mereka ini adalah tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan bagi keutuhan negara
yang di serang yaitu integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa, perjuangan mencapai tujuan nasional.

Ada beberapa ancaman unsur trigatra seperti lokasi dan posisi geografis Indonesia, keadaan dan kekayaan alam, kemampuan penduduk.
ada ancaman unsur pancagatra yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.

Perwujudan aspek alamiah (Tri Gatra)
1. Peningkatan potensi laut dan darat
2. Sumber Daya Alam
3. Keadaan dan kemampuan penduduk (meningkatkan pendidikan)

Perwujudan ideologi, politik, ekonomi, sosial dan hankam
1. Ideologi (rangkaian nilai mampu menampung aspirasi)
2. Politik (demokrasi)
3. Ekonomi (perkembangan teknologi)
4. Sosbud (mempertahankan tradisi, pendidikan, kepemimpinan)
5. Hankam (partisipasi dan kesadaran masyarakat)

Indonesia merupakan sebuah benteng, yang banyak sekali pihak yang ingin menyerang keutuhan negara Indonesia
maka dari itu kita sebagai warga negara di haruskan menjaga ketahanan nasional dan keutuhan negara Indonesia.
Nama : Philip Ebenhaezer Karundeng
NPM : 2217051033
Kelas : A
Prodi : S1 ILMU KOMPUTER

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang didasarkan pada cinta dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara Indonesia, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bela Negara diwujudkan melalui partisipasi dalam pembelaan bangsa dan negara sesuai dengan undang-undang. Selama pandemi, pelaksanaan Bela Negara dapat dilakukan dengan mematuhi aturan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus, seperti isolasi mandiri dan membantu mereka yang rentan terkena Covid-19. Solidaritas juga menjadi aspek penting dalam pelaksanaan Bela Negara selama pandemi, melalui tindakan seperti menyisihkan rezeki untuk membantu yang membutuhkan, mendukung pahlawan medis dengan pesan semangat, dan menjaga lingkungan agar kondusif bagi mereka yang sedang menjalani karantina mandiri. Selain itu, melaksanakan ibadah di rumah juga merupakan bentuk pelaksanaan Bela Negara yang sesuai dengan anjuran agama.

Selama pandemi, pelaksanaan Bela Negara mengharuskan warga negara untuk mematuhi aturan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Ini mencakup langkah-langkah seperti isolasi mandiri dan menghindari perjalanan mudik. Dengan melakukan hal ini, warga negara berkontribusi dalam memutus rantai penularan dan melindungi masyarakat yang rentan terkena penyakit. Selain itu, solidaritas juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Bela Negara, di mana warga negara dapat membantu mereka yang membutuhkan dengan menyisihkan rezeki dan memberikan dukungan moral kepada pahlawan medis. Selama karantina mandiri, menjaga lingkungan tetap kondusif dan tidak diskriminatif terhadap mereka yang terinfeksi Covid-19 juga merupakan bentuk pelaksanaan Bela Negara. Seluruh tindakan ini mencerminkan cinta dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara serta ikut serta dalam upaya pembelaan negara pada masa pandemi.