Kiriman dibuat oleh Kezia Natalia Wongkar

Nama : Kezia Natalia Wongkar
NPM : 2217051034
Kelas : D
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Video tersebut mengenai Hakikat Konsep Geopolitik. Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa. Macam-macam teori geopolitik : teori geopolitik Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer, Halford Mackinder, Alfred Thayer Mahan, Guilio Douhet, William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller.

Konsep Geopolitik Indonesia adalahTeori geopolitik bangsa Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kepada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia. Prinsip geopolitik di Indonesia tidak mementingkan dalam hal wilayah, tetapi lebih kepada membangun kesatuan bangsa dalam suatu wilayah.

Konsep wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia, wawasan nusantara adalah wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD negara Republik Indonesia. Kehidupan bernegara dalam konsep NKRI, konsep NKRI dicantumkan dalam pasal 1 ayat 1 UUD Negara RI 1945 yang isinya : “Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik”. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, kesatuan wilayah Indonesia mencakup : 
-kesatuan politik, 
-hukum, 
-sosial-budaya, 
-pertahanan 
-keamanan.
 
Keunggulan negara Indonesia adalah jumlah dan potensi penduduknya cukup besar, memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial budaya, dan letak wilayah yang strategis, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan dari video diatas yaitu negara kita Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang berbentuk republik dimana wilayahnya merupakan satu kesatuan dari ribuan pulau yang terletak diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia serta diantara Benua Asia dan Australia. 
NAMA: KEZIA NATALIA WONGKAR
NPM: 2217051034
KELAS: D
PRODI: S1 ILMU KOMPUTER

Membahas konflik komunal yang terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste pada Oktober 2013. Konflik melibatkan penduduk kedua negara yang saling melemparkan batu dan kayu melintasi perbatasan, dan berlangsung selama beberapa hari. Jenis konflik ini jarang terjadi di bagian lain perbatasan Indonesia, di mana isu-isu cenderung berkisar pada penetapan batas dan demarkasi perbatasan, serta kegiatan lintas batas ilegal. Artikel ini membahas penyebab konflik, upaya untuk menyelesaikannya, dan langkah-langkah yang dapat diambil di masa depan untuk mencegah insiden serupa terjadi. Konflik dipicu oleh pembangunan jalan di dekat perbatasan oleh pemerintah Timor Leste, yang diklaim oleh penduduk provinsi Timor Tengah Utara di Indonesia merambah wilayah Indonesia.

Hal ini menyebabkan konfrontasi antara penduduk Nelu, Indonesia dan Leolbatan, Timor Leste, yang meningkat hingga melibatkan polisi perbatasan kedua negara. Konflik mereda setelah beberapa hari tetapi dihidupkan kembali ketika penduduk Timor Leste diduga membawa 19 sapi Indonesia ke wilayah mereka. Penduduk dan tentara Indonesia kemudian memasuki Timor Leste untuk mengambil ternak, dan penduduk di kedua sisi terus waspada. Artikel tersebut mencatat bahwa konflik serupa telah terjadi di masa lalu dan menyarankan agar pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah untuk mencegah konflik di masa depan.

Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia dapat menghadapi tantangan yang lebih besar dalam menjaga persatuan dan integritasnya. Wawasan nusantara sendiri memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan persatuan negara Indonesia. Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, budaya, bahasa, dan wilayah yang memiliki keanekaragaman. Wawasan nusantara menekankan pentingnya pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman yang ada untuk membangun persatuan dan kesatuan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
NAMA: KEZIA NATALIA WONGKAR

NPM: 2217051034

KELAS: D

PRODI: S1 ILMU KOMPUTER

Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa. Macam-macam teori geopolitik adalah teori geopolitik Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer, Halford Mackinder, Alfred Thayer Mahan, Guilio Douhet, William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller. Konsep geopolitik Indonesia adalah teori geopolitik bangsa Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kepada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia. Konsep geopolitik Indonesia menekankan penggunaan pancasila sebagai dasar untuk menentukan kebijakan nasional terkait dengan subjek geografis wilayah Indonesia. Konsep ini diluncurkan oleh Ir. Soekarno pada rapat BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Prinsip geopolitik Indonesia menekankan pada pembangunan persatuan bangsa di daerah dan tidak hanya mempertimbangkan pertimbangan daerah. 

Cara pandang bangsa Indonesia adalah perwujudan kepulauan nusantara sebagai suatu kesatuan politik, perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, perwujudan kepulauan nusantara sebagai suatu kesatuan sosial budaya, dan perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan. Prinsip Geopolitik Indonesia, tidak mementingkan dalam hal wilayah, tetapi lebih kepada membangun kesatuan bangsa dalam satu wilayah. Wawasan nusantara juga menjadi bagian dari geopolitik Indonesia yang mengacu pada kesatuan dan keutuhan wilayah Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan republik. Indonesia juga memiliki keunggulan yaitu jumlah dan potensi penduduknya cukup besar, memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial budaya, dan letak wilayah yang strategis, dan masih banyak lagi.