Kiriman dibuat oleh Muhammad Nadhif Nanditama

NAMA : Muhammad Nadhif Nanditama
NPM : 2257051003
KELAS : C

Analisis jurnal:

Jurnal Pusat Penelitian Politik-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2Politik-LIPI) adalah sarana pertukaran pemikiran mengenai masalah-masalah strategis yang terkait dengan bidang politik nasional, lokal, dan internasional. Jurnal ini membahas berbagai tema seperti demokratisasi, pemilihan umum, konflik, otonomi daerah, pertahanan dan keamanan, politik luar negeri dan diplomasi, dunia Islam, serta isu-isu strategis lainnya bagi Indonesia. Sebagai pusat penelitian milik pemerintah, P2Politik-LIPI menghadapi tuntutan dan tantangan baru dalam bidang akademik dan kebijakan, terutama terkait dengan otonomi daerah, demokrasi, HAM, dan posisi Indonesia dalam hubungan regional dan internasional.

Artikel pertama yang ditulis oleh Efriza, "Penguatan Sistem Presidensial dalam Pemilu Serentak 2019," membahas dinamika koalisi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan upaya koalisi dalam pemilu serentak 2019. Artikel ini juga mengkritisi ketiadaan perubahan besar dalam sistem pemilihan umum serentak 2019, yang disebabkan oleh masih diterapkannya presidential threshold dan masih lemahnya lembaga partai politik, sehingga pola koalisi yang dibangun oleh kedua pasangan calon presiden masih bersifat pragmatis semata.

Artikel kedua yang ditulis oleh Defbry Margiansyah, "Populisme Di Indonesia Kontemporer: Transformasi Persaingan Populisme dan Konsekuensinya dalam Dinamika Kontestasi Politik Menjelang Pemilu 2019," menganalisis transformasi persaingan populisme pada dua pemilu yang berbeda dan konsekuensi yang ditimbulkan dalam dinamika kontestasi politik menjelang pemilu 2019. Artikel ini juga membahas peran Polri dalam menjaga keamanan pemilu 2019, khususnya melalui fungsi preventif dalam deteksi potensi gangguan keamanan sampai di tingkat desa yang dilakukan oleh anggota Babinkamtibmas.
NAMA : Muhammad Nadhif Nanditama
NPM : 2257051003
KELAS : C

Berdasarkan video "Demokrasi Gaduh, Tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara?" oleh Narasi Newsroom, dapat dianalisis bahwa video tersebut membahas tantangan yang dihadapi oleh sistem demokrasi di berbagai negara, dan mengapa demokrasi tetap menjadi sistem politik yang paling banyak digunakan meskipun ada beberapa masalah.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa demokrasi memiliki kelebihan, seperti memberikan hak suara kepada semua warga negara, namun juga memiliki kelemahan seperti lambatnya proses pengambilan keputusan dan politik uang. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh sistem demokrasi saat ini adalah otoritarianisme dan populisme, yang mengancam hak sipil dan politik warga negara serta hak-hak minoritas.

Namun, meskipun demokrasi menghadapi banyak tantangan, demokrasi masih menjadi sistem politik yang paling banyak dianut di seluruh dunia karena memberikan kebebasan dan hak-hak kepada warga negara, memberikan stabilitas politik dan ekonomi, serta memungkinkan terjadinya reformasi politik dan sosial secara damai. Untuk memperkuat demokrasi, diperlukan partisipasi aktif dari warga negara dalam proses politik serta pemilihan pemimpin yang berkualitas dan memiliki integritas, juga media independen dan peran masyarakat sipil yang kuat untuk mengawasi kebijakan pemerintah. Secara keseluruhan, video tersebut memberikan gambaran yang cukup baik tentang tantangan dan kelebihan sistem demokrasi.