Kiriman dibuat oleh Rafid Haryu Novrian

NAMA : Rafid Haryu Novrian
NPM : 2217051009
KELAS : C
PRODI : ILMU KOMPUTER

A. Artikel tersebut mengungkapkan bahwa penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 masih buruk, dengan banyak tantangan yang perlu diatasi. Terdapat beberapa perkembangan positif, seperti reformasi hukum dan komitmen Indonesia dalam meratifikasi perjanjian HAM internasional.

B. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan pengaruh nilai-nilai agama dan kepercayaan dalam demokrasi Indonesia. Namun, prinsip-prinsip demokrasi Indonesia juga harus menjunjung tinggi Pancasila dan tidak selalu konsisten dalam mewujudkan hak asasi manusia.

C. Praktik demokrasi Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan nilai-nilai hak asasi manusia. Masih terjadi pelanggaran HAM, pembatasan kebebasan berekspresi, dan diskriminasi berbasis gender.

D. Sikap saya kritis terhadap anggota parlemen yang menggunakan suara rakyat untuk kepentingan politik pribadi. Pemimpin dan anggota parlemen harus bertanggung jawab kepada rakyat dan menjalankan tugas dengan itikad baik, transparansi, dan akuntabilitas.

E. Pihak-pihak dengan kekuasaan kharismatik yang memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dewasa saat ini dan hak asasi manusia. Praktek semacam itu bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia dan perlindungan individu yang penting dalam demokrasi dewasa.
NAMA : RAFID HARYU NOVRIAN
NPM : 2217051009
KELAS : C
PRODI : S1 ILMU KOMPUTER

Berdasarkan video terlampir hasil analisis saya adalah, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat ditarik terkait dengan geopolitik Indonesia dan konsep wawasan nusantara.
Pertama, geopolitik Indonesia mengakui pentingnya letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang strategis. Dengan ribuan pulau yang membentang di antara dua samudra dan posisi sebagai jembatan maritim antara Asia Tenggara, Asia Timur, dan Pasifik, Indonesia memiliki potensi untuk memanfaatkan sumber daya alam dan laut, serta menjalin kerjasama regional yang kuat. Geopolitik Indonesia juga mencerminkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi nasional yang menjadi landasan dalam menentukan kebijakan politik nasional.

Kedua, konsep wawasan nusantara menjadi pilar penting dalam geopolitik Indonesia. Wawasan nusantara menggarisbawahi pentingnya menjaga keutuhan wilayah Indonesia, baik secara politik, hukum, sosial-budaya, maupun pertahanan dan keamanan. Indonesia sebagai negara kepulauan harus memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya lautnya secara bijaksana, serta menjaga stabilitas dan kerjasama regional di kawasan. Wawasan nusantara memandang laut sebagai sumber daya strategis dan jalur perdagangan yang vital, yang dapat menjadi fondasi untuk memperkuat peran Indonesia dalam geopolitik global.

Ketiga, geopolitik Indonesia menghadirkan tantangan dan peluang dalam mengelola kekayaan alam, menjaga persatuan dan keberagaman, serta memanfaatkan posisi geopolitis untuk kepentingan nasional yang berkelanjutan. Sebagai negara berpenduduk besar dengan keberagaman budaya yang kaya, Indonesia harus memastikan bahwa pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan kerjasama regional, Indonesia dapat menjadi pemain aktif dalam geopolitik dunia dan berkontribusi dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di tingkat global.

Secara keseluruhan, geopolitik Indonesia dan konsep wawasan nusantara memberikan landasan bagi kebijakan politik luar negeri dan strategi kekuasaan Indonesia. Dalam menghadapi tantangan global, geopolitik Indonesia mengakui pentingnya memanfaatkan letak geografis yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah, sambil mempertahankan keutuhan wilayah dan mempromosikan kerjasama regional. Dengan demikian, Indonesia dapat memainkan peran yang signifikan dalam geopolitik dunia dan mewujudkan kepentingan nasional yang berkelanjutan.