Kiriman dibuat oleh Fitra Dwi Nugraha

Nama : Fitra Dwi Nugraha
Npm : 007
Kelas : B

Kesimpulan Video

Berdasarkan video yang berjudul “TIPS MENULIS ARTIKEL/JURNAL BAGI PEMULA” ada beberapa point penting tentang menulis artikel/jurnal bagi pemula yaitu
Artikel adalah sebuah penjelasan atau karangan yang membahas tema tertentu. Artikel adalah tulisan non fiksi sehingga artikel ini harus berdasarkan fakta yang terjadi. Artikel memiliki panjang antara 3500 hingga 7000 kata yang sudah termasuk abstrak dan daftar Pustaka.

Tujuan penulisan artikel adalah untuk menyampaikan gagasan, dan diajukan ke penerbit jurnal. Artikel bertujuan untuk didiskusikan dalam sebuah pertemuan ilmiah. Artikel bertujuan untuk laporan hasil suatu penelitian,untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah, dan untuk mengikuti perlombaan.

Berikut adalah Langkah-langkah penulisan artikel ilmiah
1. Menentukan tema yang akan ditulis
2. Mencari permasalahan atau keunikan dari tema yang dipilih.
3. Menuliskan tujuan penulisan artikel tersebut.
4. Merumuskan beberapa ide pokok artikel dalam bentuk rumusan masalah.
5. Mencari referensi dari jurnal-jurnal mutakhir(maksimal 5 tahun terakhir).
6. Pengembangan tema dikuatkan dengan referensi dan data lapangan yang akurat.
7. Melakukan analisis terhadap data lapangan dan referensi yang ditulis.
8. Membuat kesimpulan dari artikel yang kita tulis.

Dalam sistematika penulisan artikel ilmiah harus memiliki :
1. identitas dan penulis.
• Judul (5 hingga 12 kata),buat judul yang menarik dan atraktif.
• Nama penulis tanpa gelar akademis.
• Afiliasi atau Lembaga penulis.
• Alamat surat elektronik atau email.

2. Abstrak dan kata kunci.
• Menggunakan bahasa yang singkat,padat dan to the point.
• Standar Panjang abstrak antara 100 hingga 250 kata.
• Jarak baris 1 spasi.
• Kata kunci terdiri dari 3 sampai dengan 5 kata atau frasa.

3. Pendahuluan
• Mencakup latar belakang secara khusus sesuai tema yang diangkat.
• Kajian literatur terdahulu yang memiliki keterkaitan(relevansi) dengan tema yang disajikan dalam bentuk deskripsi untuk menunjukkan kebaruan tulisan yang disajikan.
• Harus dituliskan permasalahan yang akan diangkat serta hipotesis dari tulisan tersebut.
• Penulisan pendahuluan sebaiknya tidak terlalu panjang tapi dapat dipahami oleh pembaca dari tulisan yang disajikan.
• Alur berfikir dalam pendahuluan harus bergerak dari umum ke khusus atau lebih spesifik.
• Di akhir pendahuluan mencantumkan tujuan penulisan artikel dengan Bahasa yang jelas, dan menggunakan kata kerja serta mampu menjelaskan apa yang akan dihasilkan dari artikel tersebut.

4. Metodologi.
• Menjadi panduan dalam mencapai tujuan penelitian.
• Memaparkan cara yang dilakukan dalam mengumpulkan data,melakukan Teknik sampling, serta penentuan instrument untuk pengumpulan data.
• Berfungsi untuk menguji keabsahan sumber data baik validitas maupun reliabilitasnya.

5. Kajian teori
• Berfungsi untuk membantu peneliti dalam menganalisis data untuk membuat ringkasan singkat atau synopsis,sehingga dapat memberikan saran kepada peneliti yang selanjutnya untuk mencoba hal baru.

6. Hasil dan pembahasan
• Sistematika penulisan disesuaikan dengan tujuan penulisan yang telah disajikan.
• Pembahasan biasanya dilengkapi dengan table atau gambar.
• Setiap data yang dipaparkan,dianalisis oleh bab ini.

7. Penutupan (kesimpulan dan saran).
• Bagian penutupan terdiri kesimpulan dan saran.
• Kesimpulan tidak boleh mengulang redaksi pada bagian hasil dan pembahasan.

8. Daftar Pustaka
• Semua artikel harus melampirkan daftar rujukan di daftar pustaka.
• Seluruh daftar Pustaka yang dicantumkan,hendaknya berasal dari sumber primer yaitu,jurnal ilmiah minimum 80% dari keseluruhan daftar Pustaka. Jurnal dan buku terbitan 10 tahun terakhir , dan setiap artikel minimal berisi 10 daftar Pustaka acuan.
Nama : Fitra Dwi Nugraha
NPM : 2257051007
Kelas : B

Hasil analisis saya dari video tersebut, dapat disimpulkan :

Ada beberapa penjelasan perkembangan demokrasi di Indonesia.

1. Perkembangan demokrasi masa revolusi.

2. Perkembangan demokrasi parlementer.
Pada masa ini merupakan masa kejayaan demokrasi di Indonesia karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Akan tetapi demokrasi parlementer ini gagal dikarenakan adanya dominannya politik aliran, basis sosial ekonomi yang masih lemah, persamaan kepentingan antara presiden soekarno dengan angkatan Darat, yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.

3. Perkembangan demokrasi terpimpin (1959 - 1965).
Pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada masa itu yaitu ABRI, SOEKARNO, PKI.

4. Perkembangan demokrasi dalam pemerintahan orde baru.

5. Perkembangan demokrasi pada masa Reformasi (1998 sampa dengan sekarang).
Pada masa demokrasi ini negara kita menerapkan demokrasi pancasila, dengan karakteristik yang berbeda dengan orde Baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer tahun 1950-1959.

Untuk karakteristik demokrasi Reformasi antara lain:
1. Pemilu yang dilaksanakan 1999-2004 jauh lebih demokritis dari sebelumnya.

2. Rotasi kekuasaan dilaksanakan dimulai dari pemerintahan pusat sampai tingkat desa.

3. Pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka.

4. Sebagian besar gak dasar bisa terjamin seperti adanya menyatakan pendapat.