NPM : 2217051091
KELAS : C
Demokrasi Massa Revolusi Kemerdekaan: pada masa ini pemerintahan pada revolusi kemerdekaan sangat terbatas dengan adanya pers yang mendukung kemerdekaan ada pada monograf karya Robert Cribb yang berjudul 'Para jago dan kaum revolusioner'
Sistem Parlementer (1945-1959): Setelah merdeka, Indonesia menerapkan sistem politik parlementer dengan mengadopsi konstitusi Belanda tahun 1922. Pemilihan umum pertama digelar pada 1946, di mana Partai Nasional Indonesia (PNI) memenangkan mayoritas suara. Namun, stabilitas politik sulit dijaga karena sering terjadi perebutan kekuasaan di dalam kabinet.
Demokrasi Terpimpin (1959-1965): Pada tahun 1959, Presiden Soekarno memperkenalkan konsep "Demokrasi Terpimpin" yang bertujuan mengurangi peran partai politik dan memberikan kekuasaan lebih besar kepada pemerintah pusat. Namun, hal ini memunculkan resistensi dari partai-partai politik dan masyarakat yang ingin mempertahankan hak demokrasi mereka.
Orde Baru (1966-1998): Pada tahun 1966, Presiden Soeharto mengambil alih kekuasaan setelah terjadi kudeta militer. Selama masa ini, Soeharto menerapkan sistem politik otoriter dengan kekuasaan yang sangat terpusat pada pemerintah. Pemilihan umum hanya dilakukan secara seremonial dan tidak menghasilkan perubahan signifikan.
Era Reformasi (1998-sekarang): Pada tahun 1998, Indonesia mengalami perubahan besar dengan jatuhnya rezim Orde Baru setelah terjadi demonstrasi mahasiswa besar-besaran. Pemilihan umum kembali dilakukan secara bebas dan demokratis. Masyarakat juga lebih aktif dalam memberikan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan tuntutan reformasi politik masih terus berlangsung hingga saat ini.