Posts made by Muhammad Faruq Arkaan

NAMA : Muhammad Faruq Arkaan
NPM : 2217051123
KELAS : C

Analisis :
Jurnal tersebut membahas tentang demokrasi dan pemilihan presiden pada tahun 2019 di Indonesia. Pemilihan tersebut merupakan pemilu pertama di mana pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif. Jurnal ini terdiri dari enam artikel yang membahas topik-topik yang terkait dengan isu elektoral.

Artikel pertama membahas tentang dinamika koalisi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan upaya koalisi dalam pemilu serentak 2019. Tulisan ini juga mengkritisi ketiadaan perubahan besar dari diterapkannya sistem pemilihan umum serentak 2019, yang disebabkan oleh masih diterapkannya presidential threshold dan masih lemahnya pelembagaan partai politik itu sendiri. Hal ini mengakibatkan pola koalisi yang dibangun oleh kedua pasangan calon presiden tetap bersifat pragmatis semata. Meski demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilu serentak 2019 membawa harapan terjadinya coattail effect, sehingga terjadi peningkatan dukungan politik di legislatif terhadap pemerintahan yang terpilih nantinya.

Artikel kedua membahas upaya mobilisasi suara perempuan dilakukan melalui penyematan label ‘emak-emak’ dan ‘ibu bangsa’. Tulisan ini berpendapat bahwa label emak-emak maupun ibu bangsa yang disematkan oleh kedua kubu capres-cawapres kepada pemilih perempuan hanya sebatas narasi simbolis untuk memobilisasi suara perempuan yang mencapai lebih separoh jumlah pemilih. Kedua istilah tersebut sama-sama mendomestikasi peran perempuan dan menegaskan bahwa perempuan harus menjadi ibu/emak yang tugasnya hanya di ranah domestik. Kondisi ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh budaya patriarki yang masih berkembang di masyarakat.

Artikel ketiga membahas netralitas Polri dalam proses pemilu 2019. Terdapat dua pertimbangan atas ulasan ini. Pertama, karena Polri mengemban fungsi keamanan dan ketertiban umum dalam masyarakat, termasuk dalam hal ini menjaga keamanan pemilu 2019. Kedua, karena Polri juga memiliki fungsi preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, khususnya menjelang pemilu. Secara umum, fungsi ini dijalankan oleh setiap anggota Polri, namun secara khusus fungsi preventif berupa deteksi potensi gangguan keamanan sampai di tingkat desa melekat pada anggota Babinkamtibmas.

Artikel-artikel lainnya membahas topik-topik yang terkait dengan pemilu dan demokrasi, seperti kepemimpinan, partisipasi masyarakat, dan pentingnya pemilu sebagai sarana demokrasi. Jurnal ini memberikan gambaran tentang berbagai isu penting yang terkait dengan pemilu dan demokrasi di Indonesia.
NAMA : Muhammad Faruq Arkaan
NPM : 2217051123
KELAS : C

Video dengan judul "Demokrasi Itu Gaduh, tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara" membahas tentang fenomena demokrasi yang seringkali menjadi bahan perdebatan dan kontroversi, namun tetap menjadi sistem pemerintahan yang dianut oleh banyak negara di dunia.

Video tersebut memaparkan bahwa demokrasi memiliki kelemahan dan tantangan, seperti adanya polarisasi politik, konflik kepentingan, dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses politik. Meskipun begitu, para pembicara dalam video menyatakan bahwa demokrasi tetap menjadi sistem pemerintahan yang dianggap terbaik dalam memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan kebebasan bagi masyarakat.

Dalam video juga dijelaskan bahwa demokrasi telah mengalami evolusi sejak masa Yunani kuno hingga era modern, dan menjadi sistem pemerintahan yang diadopsi oleh banyak negara di seluruh dunia. Meskipun terdapat variasi dalam praktik demokrasi di berbagai negara, namun prinsip-prinsip dasar demokrasi tetap sama, yaitu pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat, di mana kekuasaan politik berada pada tangan rakyat.

Namun, tantangan dan masalah dalam sistem demokrasi juga harus diakui dan ditangani dengan baik agar sistem ini tetap berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. Dalam video, para pembicara menyebutkan bahwa perlu adanya transparansi, partisipasi masyarakat yang aktif, kebebasan pers dan media, serta kesetaraan dalam akses terhadap informasi dan sumber daya politik.

Secara keseluruhan, video tersebut memberikan analisis yang cukup mendalam dan berimbang tentang fenomena demokrasi. Video tersebut menunjukkan bahwa meskipun demokrasi memiliki kelemahan dan tantangan, namun sistem ini tetap menjadi pilihan terbaik dalam mewujudkan keadilan dan kebebasan bagi masyarakat, serta telah bertahan dan dianut oleh banyak negara di dunia.