གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rhalasya Eleina Putri

NAMA : RHALASYA ELEINA PUTRI

NPM : 2217051083

KELAS : A

PERKEMBANGAN DEMOKRASI INDONESIA MENURUT VIDEO TERSEBUT :
1. Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan
Demokrasi pada masa ini sangat masih terbatas.

2. Perkembangan Demokrasi Parlementer (1945 - 1959)
Merupakan masa kejayaan demokrasi di indonesia, tetapi gagal karena :
(a) Dominannya politik aliran, (b) Basis sosial ekonomi yang lemah, (c) Soekarno dan angkatan darat yang tidak senang dengan proses politik yang berjalan

3. Perkembangan Demokrasi Terpimpin (1959 - 1965)
Pada masa ini di warnai dengan tolak ukur pada ketiga kekuatan politik yang utama pada masa itu yaitu Abri, Soekarno, PKI.

4. Perkembangan Demokrasi Orde Baru (1966 - 1998)
Awalnya kekuatan seolah didistribusikan untuk kekuatan masyarakat, tetapi setelah 3 tahun dominannya peranan abri, birokratisasi, dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan fungsi dan peranan partai politik, campur tangan pemerintah dalam partai politik dan publik.

5. Perkembangan Demokrasi Masa Reformasi (1998 - Sekarang)
Demokrasi pada masa reformasi adalah demokrasi pancasila yang diawali dengan pengumuman presiden dan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat.
Nama : Rhalasya Eleina
NPM : 2217051083
Kelas : A

Konsolidasi di Indonesia belum berjalan dengan semestinya karena hal pentingnya seperti pemilu, partai, civil society, media massa belum berfungsi secara benar. Sebagai hal yang penting untuk demokrasi, seharusnya pemilu merupakan tempat dimana pemilihan pemimpin secara jujur, adil, transparan. Konsolidasi demokrasi akan terhambat apabila pemilu dilaksanakan secara tidak adil, karna ini juga berpengaruh kepada masyarakat dan stabilitas nasional. Tantangan pendalaman demokrasi semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga kurang memadai. Kondisi ini tidakhanya berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan demokrasi, tapi juga stabilitas nasional.

Proses pendalaman demokrasi/konslidasi demokrasi memerlukan peran penting stakeholders terkait pemilu dan juga elemenelemen kekuatan lainnya seperti civil society, elite/aktor, media massa dan medsos serta lembaga survey. Independensi, kedewasaan dan partisipasi kekuatan-kekuatan sosial (societal forces) tersebut sangat diperlukan. Civil society, misalnya, perlu tetap kritis dalam mengawal pemilu dan hasilnya. Media massa bisa menjadi pemasok berita yang obyektif dan melakukan kontrol sosial yang berpihak pada rakyat.

Apalagi ketika pemilu berlangsung di tengah keterbelahan sosial, menyeruaknya berita-berita sensasional di medsos, ujaran kebencian dan maraknya berita-berita hoax membuat hasil pemilu rentan dengan sengketa dan konflik.

Proses demokrasi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk budaya politik, perilaku aktor, dan kekuatan politik. Proses demokratisasi di Indonesia semakin pesat setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung sejak 2005, namun arahan konsolidasi demokrasi di tingkat nasional tetap menjadi tantangan. Pelaksanaan pemilu presiden pada dasarnya juga merupakan tindak lanjut perwujudan prinsip-prinsip demokrasi yang meliputi jaminan atas prinsip-prinsip kebebasan individu dan persamaan, khususnya dalam hak politik.
Nama : Rhalasya Eleina
NPM : 2217051083
Kelas : A
Menurut saya, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negara memiliki hak yang sama untuk mengambil keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Penegakan HAM lebih tinggi di negara demokrasi, warga negara demokrasi cenderung memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Demokrasi menjadi pilihan sistem pemerintahan terbaik karena dapat mengakomodasi beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, demokrasi juga dapat berperan sebagai wadah pengikat kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh masyarakat.

Selain itu, demokrasi juga memberikan ruang bagi setiap orang untuk bersuara atau menyampaikan pendapat sehingga dapat memfasilitasi silang pendapat dan menjamin kebebasan untuk berpendapat. Setiap memiliki kelebihan maka demokrasi juga memiliki kelemahan, meskipun demokrasi memiliki kelemahan, negara-negara masih memilih demokrasi sebagai sistem pemerintahan karena dianggap lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang.