Kiriman dibuat oleh Putri Amelia

NAMA : Putri Amelia
NPM : 2217051074

2. Kustami selalu membawa oleh-oleh saat kembali dari rumah anak perempuannya.
5. Tolong beritahu aku, kapan dia kembali dari RSU Abdul Muluk.
6. Indonesia merupakan kepulauan yang terdiri atas beribu-ribu pulau kecil.
8. Kepada mahasiswa yang ingin menonton pertunjukan, dimohon menghubungi Prof. Dr. Sakhira, M.Si.
10. Jika harga bensin naik, banyak rakyat miskin yang akan merasa susah dan dirugikan, apalagi mahasiswa kos.
11. Bunga anggrek, terompet, sedap malam, mawar, anyelir, dan melati tumbuh subur di depan rumah Reihana.
12. Sejak usia enam tahun, Lutfi sudah hafal lagu anak-anak, pancasila, dan berbagai ayat-ayat pendek.
18. Saran yang diberikan, akan saya pertimbangkan dengan sebaik-baiknya.
19. Saya ucapkan banyak terima kasih, atas perhatian dan kerja sama yang baik selama ini.
20. Peserta kongres bahasa Indonesia telah siap di ruang aula hotel bintang lima sejak pagi.
Nama : Putri Amelia
NPM : 2217051074
Kelas : B

HAKEKAT DAN PENTINGNYA PKN DI PERGURUAN TINGGI

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan
Apa itu kewarganegaraan? Kewarganegaraan berasal dari kata warganegara yang berarti penduduk suatu negara. Sedangkan arti dari pendidikan kewarganegaraan yaitu usaha agar peserta didik dapat berfikir berdasarkan pancasila dan berani membela negara.

Landasan Pendidikan Kewarganegaraan
1. Pancasila
2. Pembukaan UUD 1945
3. Batang Tubuh UUD 1945
4. UU No.33 Tahun 1982
5. UU No.20 Tahun 2003
6. SK Dirjen DIKTI No.43 Tahun 2006

Sumber Pendidikan Kewarganegaraan
1. Historis; Pendidikan Kewarganegaraan dimulai sebelum Indonesia merdeka.
2. Sosiologis; Pendidikan Kewarganegaraan diperlukan untuk mempertahankan eksistensi bangsa.
3. Politik; dimuat di dokumen kurikulum, yaitu Kewarganegaraan (1957), Civics (1962), Kewarganegaraan Negara (1968), dll.

Dinamika, Esensi, dan Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewarganegaraan harus mampu mendorong warga negara untuk menggunakan efek menguntungkan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan bangsa.

Saya menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang berwawasan kebangsaan, menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia pada generasi muda yang akan memimpin bangsa. Tentunya pendidikan ini harus dipadukan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan generasi penerus yang dapat berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Dan dengan pendidikan kewarganegaraan diharapkan generasi muda sadar sepenuhnya akan demokrasi dan hak asasi manusia. Dengan kesadaran tersebut, mereka akan memberikan kontribusi penting untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa.