གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rafli Daffa Pratama

Nama : Rafli Daffa Pratama
NPM : 2217051131
Kelas : B
Prodi : Ilmu Komputer

Berikut analisis dari saya terkait dengan jurnal yang berjudul " Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19"

Jurnal ini membahas tentang konsep Bela Negara sebagai kewajiban dan hak warga negara dalam menjaga eksistensi negara, terutama dalam konteks pandemi COVID-19. Bela Negara dianggap sebagai sikap dan perilaku yang mencerminkan kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara.

Penulis menekankan pentingnya pendidikan kewarganegaraan dan Bela Negara dalam mencerminkan kecintaan dan setia kepada negara. Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan kasus-kasus sosial yang berkaitan dengan Bela Negara, seperti menjaga kebersihan, tidak keluar rumah jika tidak penting, dan tidak menyebarkan berita yang belum benar.

Dalam hal ini, kesadaran Bela Negara dianggap sebagai kunci untuk membangun hubungan yang baik antara warga negara dan untuk memperkuat negara dalam menghadapi tantangan global. Dengan meningkatnya kesadaran Bela Negara, konflik dalam negara dapat diminimalkan, dan negara tersebut dapat maju dan berkembang dengan baik.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan gambaran tentang pentingnya Bela Negara dalam konteks pandemi COVID-19. Penekanan pada kesadaran dan keterlibatan warga negara dalam menjalankan kewajiban mereka untuk melindungi negara dan menjaga persatuan sangat ditekankan.
Nama : Rafli Daffa Pratama
NPM : 2217051131
Kelas : B
Prodi : Ilmu Komputer

Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa ketahanan nasional melibatkan keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan suatu bangsa untuk mengembangkan potensi dalam menghadapi ancaman yang datang. Ancaman tersebut dapat bersumber dari dalam maupun luar, dan dapat berupa ancaman langsung dan tidak langsung.
Ancaman tersebut dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain:

Ancaman unsur trigatra:
1) Ancaman terhadap lokasi dan posisi geografis.
2) Ancaman terhadap keadaan dan kekayaan alam.
3) Ancaman terhadap kemampuan penduduk.
4) Ancaman unsur pancagatra:

Ancaman ideologi.
1) Ancaman politik.
2) Ancaman ekonomi.
3) Ancaman sosial budaya.
4) Ancaman pertahanan dan keamanan.

Untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut, ada beberapa konsep yang dijelaskan dalam video, yaitu:
1. Perwujudan aspek alamiah (trigatra):
a. Meningkatkan potensi laut dan darat serta memperkuat posisi geografis dalam hubungan dengan negara tetangga.
b. Meningkatkan kesadaran nasional dalam memanfaatkan kekayaan alam.
c. Meningkatkan pendidikan sebagai bagian dari kemampuan penduduk.

2. Perwujudan aspek sosial (pancagatra):
a. Membentuk rangkaian nilai yang mampu menampung aspirasi masyarakat.
bl Mempertahankan keseimbangan dalam proses demokrasi.
c. Meningkatkan sarana, modal, dan teknologi dalam bidang ekonomi.
d. Melestarikan tradisi, pendidikan, dan kepemimpinan dalam aspek sosial budaya.
e; Meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga pertahanan dan keamanan.
Nama : Rafli Daffa Pratama
NPM : 2217051131
Kelas : B
Prodi : Ilmu Komputer

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
-> Isi artikel tersebut menggambarkan situasi buruk penegakan HAM di Indonesia pada tahun 2019. Menurut Komisi Nasional HAM dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, masih banyak tantangan yang harus dihadapi terkait pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam. Meskipun demikian, terdapat perkembangan positif seperti reformasi dan komitmen Indonesia dalam meratifikasi perjanjian HAM internasional.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
-> Demokrasi Indonesia mengambil nilai-nilai adat istiadat/budaya asli yang mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan. Prinsip demokrasi yang berke-Tuhanan yang Maha Esa menghormati pluralitas agama dan peran negara dalam melindungi hak beribadah.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
-> Praktik demokrasi Indonesia berkembang, tapi masih perlu peningkatan sesuai Pancasila, UUD NRI 1945, dan nilai hak asasi manusia. Tantangan tersebut termasuk adanya korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, kurangnya transparansi, dan keterlibatan politik uang. Untuk memastikan praktik demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta nilai hak asasi manusia, penting bagi lembaga-lembaga pemerintahan, masyarakat sipil, dan seluruh warga negara Indonesia untuk bekerja sama dalam meningkatkan akuntabilitas dan keadilan.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
-> Saya tidak setuju dengan anggota parlemen yang melaksanakan agenda politik pribadi yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Anggota parlemen seharusnya mewakili dan memperjuangkan kepentingan rakyat yang mereka wakili, dan bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Praktik semacam itu dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif dan mempengaruhi kualitas demokrasi secara keseluruhan.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
-> Kekuasaan kharismatik yang menggunakan tradisi atau agama harus seimbang dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam era demokrasi dewasa saat ini. Penting untuk menjaga keseimbangan kekuasaan yang sah dan perlindungan terhadap hak-hak individu.