གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad Arya Dzaky Arenanto

M Arya Dzaky A
2217051007
B
Ilmu Komputer

Berdasarkan informasi yang terdapat pada halaman 1 dan 3, dapat disimpulkan bahwa kinerja Indonesia terkait Hak Asasi Manusia (HAM) masih buruk pada tahun 2019. Meskipun ada beberapa perkembangan baik, seperti adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya HAM dan upaya pemerintah dalam menangani kasus pelanggaran HAM, namun masih banyak yang perlu dilakukan untuk memperbaiki situasi tersebut.

Komisi Nasional HAM mencatat bahwa penanganan konflik sumber daya alam (SDA) menjadi salah satu tantangan utama dalam memperbaiki kinerja Indonesia terkait HAM. Konflik SDA sering kali berujung pada pelanggaran HAM, seperti penggusuran paksa dan kekerasan terhadap masyarakat adat. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih serius dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik SDA dengan mengedepankan prinsip-prinsip HAM.

Selain itu, lembaga bantuan hukum juga menyebutkan bahwa demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran pada tahun 2019. Hal ini ditandai dengan kembalinya rezim otoritarian dan penutupan ruang-ruang kebebasan sipil. Situasi ini tentu saja berdampak negatif pada perlindungan HAM di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat demokrasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM.

Secara keseluruhan, meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi, ada harapan bahwa situasi HAM di Indonesia dapat membaik di masa depan. Diperlukan upaya serius dari pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan konflik SDA, memperkuat demokrasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM. Selain itu, perlu juga adanya pengawasan yang ketat terhadap pelanggaran HAM dan penegakan hukum yang tegas bagi pelaku pelanggaran.
M Arya Dzaky A
2217051007
B
Ilmu Komputer

Wawasan Nusantara adalah konsep yang mengacu pada pemahaman dan pandangan yang luas tentang wilayah Indonesia, baik secara geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan lingkungan. Konsep ini menggambarkan pemahaman tentang keberagaman dan kompleksitas Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, beragam suku, bahasa, agama, adat istiadat, serta sumber daya alam yang melimpah.

Wawasan Nusantara mengajarkan pentingnya memahami dan menghargai keberagaman yang ada di Indonesia, serta mempromosikan persatuan, kerjasama, dan solidaritas antara berbagai kelompok masyarakat. Konsep ini juga menekankan pentingnya membangun kesatuan dan identitas nasional yang kuat, sambil memperhatikan keberagaman lokal dan kepentingan regional yang ada di dalamnya.

Selain itu, wawasan Nusantara juga menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan dan integritas teritorial Indonesia, serta memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Konsep ini mengakui pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menjalankan pembangunan yang berkelanjutan guna melindungi keberlanjutan ekosistem alam.

Wawasan Nusantara juga mendorong partisipasi aktif Indonesia dalam hubungan internasional, baik di tingkat regional maupun global. Hal ini mencakup kerjasama regional seperti ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dan kerjasama internasional dalam berbagai bidang seperti perdagangan, politik, keamanan, dan lingkungan.

Pengembangan wawasan Nusantara melibatkan pendidikan, pengajaran, dan diseminasi informasi kepada masyarakat untuk memahami dan menghargai keberagaman serta kompleksitas Indonesia. Dalam konteks ini, pendidikan tentang wawasan Nusantara dapat dilakukan melalui kurikulum sekolah, penelitian akademik, kegiatan budaya, dan dialog antarkelompok masyarakat.

Pentingnya wawasan Nusantara terletak pada pemahaman yang luas dan holistik tentang Indonesia sebagai negara kepulauan yang kompleks, dengan tujuan membangun persatuan, keberagaman, dan keberlanjutan bagi bangsa Indonesia.
M Arya Dzaky A
2217051007
B
Ilmu Komputer

Berikut yang telah saya analisis dari jurnal tersebut :

Pada halaman pertama, disebutkan bahwa bela negara adalah kewajiban bagi seluruh warga negara untuk memperjuangkan eksistensi negara di mata dunia. Hal ini terkait dengan perundang-undangan dan petinggi suatu negara yang harus membuktikan kesetiaan dan kecintaannya terhadap negaranya. Selama pandemi COVID-19, warga negara tetap memiliki kewajiban untuk melakukan tindakan bela negara seperti mematuhi protokol kesehatan, membantu sesama yang membutuhkan, serta mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi.

Pada halaman ketiga, dibahas tentang kemampuan awal dalam melakukan bela negara yang dapat diartikan sebagai potensi atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu hal yang berkaitan dengan kepentingan Negara atau suatu kemampuan yang dimilikinya. Dalam konteks pandemi COVID-19, kemampuan awal ini dapat ditunjukkan dengan cara menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain, serta membantu sesama yang membutuhkan. Selain itu, penting juga untuk memiliki semangat bela negara dalam memperjuangkan eksistensi Negara di tengah pandemi ini agar Indonesia dapat bangkit dan pulih dari dampak pandemi secara bersama-sama.
Terkait dengan pentingnya semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19, hal ini juga dapat membantu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di antara warga negara. Dalam situasi sulit seperti pandemi ini, diperlukan kerja sama dan solidaritas dari seluruh warga negara untuk mengatasi masalah bersama. Dengan memiliki semangat bela negara, diharapkan masyarakat dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menghadapi tantangan yang ada. Selain itu, semangat bela negara juga dapat memotivasi masyarakat untuk terus berjuang dan tidak menyerah dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini.
M Arya Dzaky A
2217051007
B
Ilmu Komputer

Berikut analisi dari video yang telah saya tonton :


Ketahanan nasional :

Keuletan, ketrampilan, ketangguhan, kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadap ancaman yang dapat

PERWUJUDAN ASPEK ALAMIAH (TRI GATRA)
A LOKASI & POSISI GEOGRAFIS: Peningkatan potensi laut & darat Posisi dengan negara tetangga
B. SUMBER DAYA ALAM Kesadaran National pemanfaatan kekayaan Alam
C. KEADAAN & KEMAMPUAN PENDUDUK Pendidikan

PERWUJUDAN ASPEK SOSIAL (PANCA SATRA)

A. Ideologi: Rangkaian nilai mampu menampung aspirasi
B. POLITIK :Demokrasi: Keseimbangan input & output
C. EKONOMI : Sorana, Modal, TK, teknologi
D. SOS BUD : Tradisi, pendidikan, kepemimpinan...
E. HANKAM: Partisipasi & kesadaran masyarakat.

Selain itu juga sama pula untuk ancaman dari luarnya dan tantangan dari sebuah negara tersebut