NAMA : ALIEF PRATAMA
NPM : 2215011102
KELAS : TEKNIK SIPIL B
Analisis Jurnal || Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani.
Penulisan jurnal tersebut memiliki tujuan untuk membahas urgensi pendidikan Kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi, HAM dan masyarakat madani. Hal ini dikarenakan adanya perubahan Indonesia menuju pada sistem demokrasi merupakan sesuatu yang tidak terelakkan lagi pasca jatuhnya rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto yang lengser pada 21 Mei 1998, Indonesia mengalami proses pembentukan demokrasi meskipun berjalan setelah lebih dari 30 tahun Orde Baru berkuasa.
Pada artikel tersebut membahas mengenai Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak lepas dari realitas bangsa Indonesia saat ini yang masih awam tentang demokrasi. Lebih dari sekedar pendidikan kewarganegaraan yang umumnya dikenal sebagai Pendidikan Demokrasi. Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter bangsa Indonesia, antara lain:
a. Membangun kecakapan partisipasi warga negara yang bermutu.
b. Menjadikan warga negar Indonesia cerdas, aktif dan tetap menjaga persatuan.
c. Mengembangkan kultur demokrasi yang beradab.
Kemudian, hal di atas tidak terlepas dari demokrasi. Demokrasi adalah bentuk partisipasi masyarakat membangun kultur politik di lingkungan mereka. Demokrasi terbagi menjadi demokrasi langsung dan tidak langsung. Demokrasi langsung menuntut untuk semua rakyat berpartisipasi dalam pengambilan suara, sedangkan demokrasi tidak langsung hanya perwakilan rakyat yang dipercaya yang berpartisipasi.
Kesimpulannya, pendidikan kewarganegaraan itu sangat penting untuk mendidik karakter anak bangsa agar masyarakat menjadi cerdas, aktif, dan tetap beradab untuk menyadari hak dan kewajiban mereka. Pendidikan kewarganegaraan juga menjadi sarana pertemuan beragam nilai yang bersumber dari luar untuk melahirkan sebuah kreatifitas yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan diharapkan mampu menjadi laboratorium pengembangan karakter untuk menyamakan prinsip demokrasi yang terintegrasi dengan nilai nilai Pancasila.
NPM : 2215011102
KELAS : TEKNIK SIPIL B
Analisis Jurnal || Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani.
Penulisan jurnal tersebut memiliki tujuan untuk membahas urgensi pendidikan Kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi, HAM dan masyarakat madani. Hal ini dikarenakan adanya perubahan Indonesia menuju pada sistem demokrasi merupakan sesuatu yang tidak terelakkan lagi pasca jatuhnya rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto yang lengser pada 21 Mei 1998, Indonesia mengalami proses pembentukan demokrasi meskipun berjalan setelah lebih dari 30 tahun Orde Baru berkuasa.
Pada artikel tersebut membahas mengenai Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak lepas dari realitas bangsa Indonesia saat ini yang masih awam tentang demokrasi. Lebih dari sekedar pendidikan kewarganegaraan yang umumnya dikenal sebagai Pendidikan Demokrasi. Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter bangsa Indonesia, antara lain:
a. Membangun kecakapan partisipasi warga negara yang bermutu.
b. Menjadikan warga negar Indonesia cerdas, aktif dan tetap menjaga persatuan.
c. Mengembangkan kultur demokrasi yang beradab.
Kemudian, hal di atas tidak terlepas dari demokrasi. Demokrasi adalah bentuk partisipasi masyarakat membangun kultur politik di lingkungan mereka. Demokrasi terbagi menjadi demokrasi langsung dan tidak langsung. Demokrasi langsung menuntut untuk semua rakyat berpartisipasi dalam pengambilan suara, sedangkan demokrasi tidak langsung hanya perwakilan rakyat yang dipercaya yang berpartisipasi.
Kesimpulannya, pendidikan kewarganegaraan itu sangat penting untuk mendidik karakter anak bangsa agar masyarakat menjadi cerdas, aktif, dan tetap beradab untuk menyadari hak dan kewajiban mereka. Pendidikan kewarganegaraan juga menjadi sarana pertemuan beragam nilai yang bersumber dari luar untuk melahirkan sebuah kreatifitas yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan diharapkan mampu menjadi laboratorium pengembangan karakter untuk menyamakan prinsip demokrasi yang terintegrasi dengan nilai nilai Pancasila.