གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nissa Fadila

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Diskusi Artikel 1

Nissa Fadila གིས-

Pada artikel berjudul "Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila di Era

Globalisasi: Tinjauan Literatur" membahas tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi

oleh pendidikan Pancasila dalam menghadapi globalisasi yang cepat. Pancasila, sebagai

ideologi dasar negara Indonesia, memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa,

tetapi pendidikan Pancasila mengalami berbagai hambatan, terutama dalam menjaga

relevansinya di era digital dan teknologi. Penelitian ini menyoroti perubahan sosial, budaya,

dan teknologi yang memengaruhi cara pendidikan Pancasila disampaikan kepada generasi

muda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan Pancasila adalah adaptasi

terhadap perkembangan teknologi, seperti pemanfaatan teknologi digital dalam penyampaian

nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila harus mampu menggunakan media digital untuk

menyampaikan nilai-nilai Pancasila secara efektif, tetapi juga harus mengatasi disinformasi

dan radikalisme yang dapat muncul di platform digital. Selain itu, tantangan budaya juga

menjadi perhatian utama, terutama dalam menjaga nilai-nilai persatuan di tengah

keberagaman yang semakin kompleks dalam masyarakat Indonesia.

Penelitian ini juga menekankan pentingnya perbaikan kurikulum dan metode pengajaran

Pancasila. Kurikulum pendidikan Pancasila perlu dirancang agar tetap relevan dengan

kehidupan nyata, termasuk cara mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan pelajaran

lainnya seperti sejarah, sosiologi, dan teknologi. Pelatihan dan peningkatan kompetensi guru

juga sangat penting untuk memastikan bahwa para pendidik memiliki pemahaman mendalam

tentang Pancasila dan mampu mengajarkannya dengan cara yang menarik dan relevan.

Secara keseluruhan, artikel ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah,

lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila.

Pendidikan Pancasila tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga

untuk membentuk karakter generasi muda agar mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila

dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi kunci untuk menjaga persatuan, keadilan, dan

demokrasi dalam menghadapi tantangan globalisasi.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

Nissa Fadila གིས-

1. Kasus penolakan jenazah korban Covid-19 di Jawa Tengah, terutama yang menimpa

seorang perawat, adalah tindakan yang sangat memprihatinkan dan bertentangan dengan

nilai-nilai kemanusiaan yang diusung oleh Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan

yang Adil dan Beradab. Penolakan ini menunjukkan kurangnya rasa empati dan

penghormatan terhadap sesama, terlebih lagi terhadap tenaga kesehatan yang berjuang di

garis depan melawan pandemi. Sila kedua Pancasila mengajarkan kita untuk menghargai dan

menghormati sesama manusia, baik yang hidup maupun yang telah meninggal. Oleh karena

itu, tindakan penolakan ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan tidak sejalan

dengan prinsip-prinsip Pancasila sebagai dasar negara.

2. Sebagai mahasiswa, saran yang dapat diberikan adalah pentingnya meningkatkan edukasi

dan sosialisasi mengenai protokol pemakaman korban Covid-19. Pemerintah, bersama

dengan lembaga pendidikan dan media, harus terus mengedukasi masyarakat mengenai

keamanan pemakaman korban Covid-19, sehingga mengurangi ketakutan yang tidak

berdasar. Selain itu, pendidikan karakter di semua jenjang pendidikan perlu diperkuat untuk

menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan empati terhadap sesama.

Mahasiswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial, seperti program pengabdian

masyarakat, yang berfokus pada penguatan rasa solidaritas dan penghargaan terhadap tenaga

kesehatan.

3. Ya, penolakan jenazah korban Covid-19 jelas merupakan pelanggaran terhadap sila kedua

Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Meskipun jenazah sudah tidak bernyawa,

manusia tetap memiliki hak untuk dimakamkan dengan layak. Sila kedua Pancasila

menekankan bahwa setiap individu harus diperlakukan secara adil dan manusiawi. Penolakan

ini tidak hanya menimbulkan stigma terhadap korban, tetapi juga menunjukkan

ketidakpedulian terhadap prinsip kemanusiaan. Terlepas dari keadaan meninggalnya, jenazah

tetap berhak mendapatkan penghormatan terakhir, dan tindakan penolakan ini menyalahi

nilai-nilai dasar tersebut.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Analisis Video Pembelajaran

Nissa Fadila གིས-

Filsafat berasal dari bahasa Yunani "Philosophia," yang terdiri dari dua kata: "Phile," berarti

cinta, dan "Sophia," berarti kebijaksanaan. Cinta di sini mencerminkan hasrat yang mendalam

dan serius, sedangkan kebijaksanaan berkaitan dengan pencarian kebenaran yang sejati.

Filsafat mencakup berbagai aliran, seperti rasionalisme yang mengedepankan akal,

materialisme yang menekankan materi, individualisme yang menyoroti keunikan individu,

dan hedonisme yang mengutamakan kesenangan.


Mempelajari filsafat memberikan berbagai manfaat, seperti pemahaman tentang kebenaran

hakiki, pelatihan berpikir logis, dan kemampuan untuk bertindak dengan bijaksana. Filsafat

Pancasila, sebagai refleksi kritis mengenai dasar negara dan budaya bangsa, bertujuan untuk

memahami pokok-pokok pengertian yang mendalam. Selain itu, Pancasila dipandang sebagai

sistem filsafat yang terdiri dari berbagai elemen yang saling terkait, berfungsi untuk

mencapai tujuan dalam konteks yang kompleks. Wawasan filsafat meliputi tiga aspek

penting: ontologis, yang menyelidiki hakikat eksistensi; epistemologis, yang berfokus pada

asal dan validitas pengetahuan; serta aksiologis, yang berkaitan dengan nilai dan pemikiran

ilmiah.