Posts made by vika oktaria

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Analisis Video Pembelajaran

by vika oktaria -

Nama: Vika oktaria

Npm: 2217011092

menurut saya mengenai Artikel 1 ini membahas tentang dinamika dan tantangan dalam pendidikan Pancasila di era globalisasi. Fokus utama pada artikel ini adalah bagaimana pendidikan Pancasila harus menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan budaya di tengah arus globalisasi, sambil tetap menanamkan nilai-nilai dasar Pancasila kepada generasi muda Indonesia. Artikel ini menyatakan bahwa pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter bangsa yang adil, demokratis, dan beradab. Penelitian ini membahas beberapa hal antara lain: * Pemahaman tentang dinamika dan tantangan pendidikan Pancasila. Pendidikan Pancasila menghadapi berbagai dinamika dan tantangan, terutama di era globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Beberapa tantangan utama meliputi: -Perubahan Kurikulum - Keragaman Budaya dan Agama (Indonesia sebagai negara multikultural) - Pengaruh teknologi (dapat digunakan sebagai alat yang efektif apabila digunakan dengan bijak) Refleksi dan Peningkatan Pendidikan Pancasila Dalam refleksi ini, perlu dilihat apa yang telah berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki. Peningkatan pendidikan Pancasila memerlukan solusi yang inovatif seperti, mengintegrasikan pendidikan Pancasila dengan berbagai mata pelajaran, seperti sejarah, sosiologi, bahasa, dan seni yang dapat membantu peserta didik dalam memahami nilai-nilai Pancasila dalam konteks yang lebih luas. Mengembangkan program pelatihan khusus yang berfokus pada pengajaran nilai-nilai Pancasila, pendekatan yang kreatif, dan penanganan situasi kontroversial dapat meningkatkan kualitas Pendidikan Pancasila di semua tingkat pendidikan. Merumuskan kurikulum Pendidikan Pancasila yang lebih relevan dan efektif perlu terus disesuaik

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

by vika oktaria -

Vika oktaria

2217011092

Analisis soal

Pendidikan pancasila

 

1.Kasus penolakan jenazah korban Covid-19 di Jawa Tengah merupakan cerminan dari kompleksitas masalah sosial yang melibatkan aspek kesehatan, kemanusiaan, dan nilai-nilai kebangsaan.

Dampak Negatif Penolakan Jenazah:

 * Pelanggaran Hak Asasi Manusia: Tindakan ini jelas melanggar hak asasi manusia, khususnya hak atas martabat dan penghormatan terhadap jenazah.

 * Stigmatisasi dan Diskriminasi: Masyarakat yang melakukan penolakan seringkali didorong oleh stigma negatif terhadap penyakit Covid-19, yang berujung pada diskriminasi terhadap penderita dan keluarganya.

 * Kerusakan Sosial: Peristiwa ini dapat merusak tatanan sosial dan menimbulkan ketakutan serta ketidakpercayaan di masyarakat.

Korelasi dengan Nilai Pancasila:

 * Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Nilai ini jelas dilanggar ketika seseorang tidak diberikan hak untuk dimakamkan secara layak dan manusiawi.

 * Persatuan Indonesia: Tindakan penolakan justru memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

 * Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Setiap warga negara, termasuk mereka yang terpapar Covid-19, berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan sama di mata hukum.

Implementasi Nilai Pancasila dalam Mengatasi Masalah:

 * Peningkatan Edukasi: Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang benar tentang Covid-19, agar stigma negatif dapat dihilangkan.

 * Penguatan Nilai-Nilai Kemanusiaan: Pendidikan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan perlu diperkuat sejak dini.

 * Penegakan Hukum: Pemerintah perlu tegas dalam menindak pelaku penolakan jenazah, agar menjadi efek jera.

 * Kerjasama Antar Lembaga: Perlu adanya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media dalam mengatasi masalah ini.

Kesimpulan:

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan dalam menghadapi pandemi. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.

 

2. Saran dan solusi sebagai mahasiswa
Sebagai mahasiswa, kita dapat berperan aktif dalam mendidik masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila, terutama kemanusiaan. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pendidikan karakter di sekolah dan lingkungan masyarakat agar generasi muda lebih menghargai sesama, baik yang hidup maupun yang telah meninggal. Selain itu, sosialisasi yang tepat tentang Covid-19 juga perlu dilakukan, terutama terkait protokol pemakaman korban, agar masyarakat tidak takut berlebihan atau termakan hoaks. Pemerintah dan tenaga medis harus bekerja sama dalam memberikan informasi yang benar. Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan positif dan edukatif, bukan untuk memperkuat ketakutan atau stigma, sehingga dapat membantu mengurangi kecemasan public

 

3. Penolakan jenazah korban Covid-19: Pelanggaran Sila Kemanusiaan

Penolakan terhadap jenazah korban Covid-19, meskipun mereka sudah tidak bernyawa, merupakan pelanggaran yang sangat jelas terhadap sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Berikut adalah beberapa argumen yang mendukung pernyataan tersebut:

 * Martabat Manusia: Setiap individu, termasuk mereka yang telah meninggal, memiliki martabat dan hak untuk diperlakukan dengan hormat. Penolakan untuk memakamkan jenazah secara layak sama saja dengan merendahkan martabat manusia.

 * Kemanusiaan Universal: Nilai kemanusiaan bersifat universal dan berlaku untuk semua orang tanpa memandang status sosial, agama, atau kondisi kesehatan. Bahkan dalam kondisi kematian sekalipun, hak untuk mendapatkan perlakuan yang manusiawi tetap ada.

 * Empati dan Belas Kasih: Tindakan menolak jenazah menunjukkan kurangnya empati dan belas kasih terhadap sesama manusia. Ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila.

 * Siklus Kehidupan: Kematian adalah bagian alami dari siklus kehidupan. Setiap individu pasti akan mengalaminya. Oleh karena itu, kita harus saling menghormati dan menghargai proses tersebut.

 * Peran Keluarga: Keluarga memiliki hak untuk memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarganya yang telah meninggal, terlepas dari penyebab kematiannya.

Mengapa jenazah yang sudah tidak bernyawa masih relevan dengan nilai kemanusiaan?

 * Penghormatan Terakhir: Memakamkan jenazah dengan layak merupakan bentuk penghormatan terakhir terhadap orang yang telah meninggal. Ini juga memberikan ketenangan batin bagi keluarga yang ditinggalkan.

 * Simbol Kemanusiaan: Cara kita memperlakukan jenazah mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang kita anut. Penolakan jenazah menunjukkan bahwa kita tidak menghargai kehidupan dan kematian.

 * Mencegah Perpecahan: Tindakan penolakan jenazah dapat memicu perpecahan di masyarakat dan memperkuat stigma negatif terhadap kelompok tertentu.

Kesimpulan

Penolakan jenazah korban Covid-19 bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah kemanusiaan. Tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kedua. Dengan menolak jenazah, kita tidak hanya merendahkan martabat manusia, tetapi juga merusak tatanan sosial dan persatuan bangsa.

Penting untuk diingat: Setiap individu, hidup atau mati, berhak diperl