Kiriman dibuat oleh Ananda suci Ramadhani

NAMA : ANANDA SUCI RAMADHANI
NPM : 2217011075
KELAS : B

Pada jurnal ini mengungkap bahwa meskipun Indonesia telah menggelar beberapa kali pemilu sejak era Reformasi, Pilpres 2019 menampilkan dinamika politik yang sangat memanas dengan polarisasi tajam antara kubu pendukung Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Kondisi ini memicu pembelahan sosial yang mengganggu stabilitas politik dan keutuhan nasional. Penulis menyoroti bahwa pendalaman demokrasi di Indonesia belum tercapai secara optimal karena pilar-pilar demokrasi yang menjadi penopang konsolidasi demokrasi masih belum efektif. Pilpres tersebut belum mampu menghasilkan suksesi kepemimpinan yang baik dan belum berhasil membangun kepercayaan publik, yang terbukti dari munculnya kerusuhan sosial pasca pengumuman hasil rekapitulasi oleh KPU dan penolakan hasil oleh satu kandidat. Akibatnya, Mahkamah Konstitusi menjadi penentu akhir hasil pilpres karena klaim kemenangan dari kedua kandidat. Tulisan ini menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memperdalam dan mengokohkan konsolidasi demokrasi, terutama dalam konteks politisasi identitas dan kebutuhan akan pemerintahan yang efektif serta membangun kepercayaan publik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Dengan demikian, Pilpres 2019 menjadi cermin penting bagi perkembangan demokrasi Indonesia yang masih dalam proses panjang menuju kedewasaan politik dan stabilitas sosial-politik nasional.
NAMA : ANANDA SUCI RAMADHANI
NPM : 2217011075
KELAS : B

Video berjudul "Demokrasi Itu Gaduh, tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara?" mengangkat fakta bahwa demokrasi memang merupakan sistem yang berisik dan penuh keributan karena memberikan ruang bagi semua orang untuk menyampaikan pendapatnya. Keributan dan perdebatan dianggap sebagai bagian wajar dalam demokrasi selama masih dalam koridor aturan yang berlaku. Meskipun demikian, banyak negara tetap memilih demokrasi karena sistem ini terbukti mampu menjaga keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Negara-negara demokrasi cenderung memiliki penegakan hak asasi manusia yang lebih baik, tingkat korupsi yang lebih rendah, serta masyarakat yang lebih sehat dan bahagia dibandingkan negara non-demokrasi. Namun, video ini juga menyoroti adanya penurunan kualitas demokrasi di beberapa negara, termasuk Indonesia, yang mengalami penurunan peringkat demokrasi dari status "full free" pada 2013 menjadi lebih rendah saat ini. Fenomena ini juga terjadi di negara-negara demokrasi mapan seperti Amerika Serikat, yang menunjukkan tantangan serius bagi demokrasi di abad ke-21. Kepercayaan terhadap demokrasi mulai terguncang karena berbagai dinamika dan tantangan baru yang muncul di era modern, sehingga demokrasi harus terus beradaptasi agar tetap relevan dan efektif. Secara keseluruhan, video ini memberikan pemahaman bahwa meskipun demokrasi penuh dengan dinamika dan konflik, sistem ini tetap menjadi pilihan utama banyak negara karena manfaat jangka panjangnya dalam hal keamanan, kesejahteraan, dan penegakan hak asasi manusia.