Kiriman dibuat oleh Muhammad Hafizh Zhafir Rhamadan

Nama: MUHAMMAD HAFIZH ZHAFIR RHAMADAN
NPM: 2215011074

Pancasila adalah cabang filsafat yang diterjemahkan dari Amanat Pancasila, yang mengatur perilaku bangsa Indonesia dan kehidupan berbangsa. sila kedua Pancasila mengandung dimensi kemanusiaan. Dengan kata lain, itu membuat manusia menjadi manusia. Artinya, upaya peningkatan kualitas kemanusiaan dalam hubungan interpersonal. Sila Kesatuan Pancasila ke-3 memuat dimensi nilai-nilai solidaritas, kesetiakawanan dan cinta tanah air. Amanat keempat, Pancasila, mengandung nilai-nilai berupa rasa hormat dan kesediaan untuk mendengarkan pendapat orang lain. Pancasila sila kelima meliputi nilai-nilai kepedulian terhadap nasib orang lain dan kesediaan untuk membantu orang lain dalam kesulitan mereka. Urgensi Pancasila dalam Sistem Etika Pertama, menegakkan prinsip-prinsip etika Pancasila berarti menempatkan Pancasila sebagai sumber moralitas dan inspirasi untuk menentukan sikap, tindakan, dan keputusan. Kedua: Pancasila sebagai Sistem Etis Memberikan pedoman bagi semua warga negara untuk memiliki orientasi yang jelas dalam tatanan sosial lokal, nasional, regional dan internasional. Tiga Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar bagi berbagai analisis kebijakan agar tidak menyimpang dari semangat negara-bangsa yang berwawasan Pancasila.
Nama: Muhammad Hafizh Zhafir Rhamadan
NPM: 2215011074

Hubungan Antara Etika dan Moralitas Moralitas mengacu pada perilaku manusia yang dapat diukur dalam hal baik atau buruk, sopan atau kasar, bermoral atau tidak bermoral. Pandangan hidup dan falsafah hidup masyarakat. Akhlak adalah kumpulan ajaran atau wacana, norma, aturan lisan dan tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Etika adalah cabang filsafat yang mengungkapkan ide-ide kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral tersebut. Etika adalah ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip moral. Tahapan Perkembangan Etika Tahap 1, Teologi Etika (Theological Ethics), Asal Usul Etika dari Ajaran Agama. Kedua, etika ontologis, yang merepresentasikan tahapan-tahapan perkembangan etika agama. Etika berkembang dari doktrin abstrak menjadi hasil pemikiran spekulatif dan menjadi objek kajian filosofis. Sebagai bagian dari kajian filosofis, sistem filsafat etika adalah etika deskriptif, yaitu apa yang orang anggap benar dan apa yang harus mereka lakukan. berkembang menjadi empat subsistem berupa etika yang berkaitan dengan kebaikan, etika normatif atau preskriptif, etika yang berkaitan dengan tindakan. diskusi tentang pengetahuan moral dan etika tentang bagaimana pengetahuan itu memanifestasikan dirinya dalam praktik, dan metaetika, diskusi tentang apa yang dimaksud dengan benar dan baik dalam diri mereka. Kode etik (kode etik, etika) dan kode etik, yaitu bentuk kode etik yang lebih spesifik. Keempat, proses etika fungsional tertutup (closed functional ethics).