གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nuril Dewita Alfajriah

Nama : Nuril Dewita Alfajriah
NPM : 221701155
Kelas : B

Berdasarkan jurnal Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia dapat disimpulkan bahwa Integrasi nasional merupakan faktor penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan kepentingan yang ada di Indonesia. Identitas nasional pada awal kemerdekaan masih berbentuk simbol fisik seperti bendera, lagu kebangsaan, dan bahasa persatuan. Namun, dalam perkembangan zaman, identitas tidak lagi sekadar ekspresi fisik, melainkan juga dipengaruhi oleh kepentingan sosial dan budaya yang lebih kompleks. Globalisasi dan perkembangan media, khususnya televisi, telah membentuk pola pikir dan gaya hidup baru yang sering kali menjadi identitas kolektif, melampaui batas etnis, profesi, atau daerah asal. Di sinilah peran integrasi nasional semakin penting, karena tanpa kesadaran bersama, keberagaman dapat berubah menjadi perpecahan akibat etnosentrisme atau fanatisme kelompok tertentu.

Sebagai penangkal etnosentrisme, integrasi nasional harus dibangun dengan menanamkan kesadaran bahwa persatuan tidak berarti menghilangkan identitas individu atau kelompok. Justru, integrasi terjadi ketika berbagai kelompok dapat bersatu atas dasar kepentingan bersama, seperti penggunaan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi lintas budaya atau solidaritas kelompok pedagang kaki lima yang bersatu menghadapi kebijakan pemerintah. Dengan kata lain, integrasi nasional bukan hanya soal kesamaan budaya atau nilai, tetapi juga bagaimana individu dan kelompok mampu menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan identitas. Oleh karena itu, strategi kebudayaan yang berbasis pada kesadaran nasionalisme dan pluralisme sangat diperlukan agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang kuat, harmonis, dan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya.

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> FORUM ANALISIS VIDEO

Nuril Dewita Alfajriah གིས-
Nama : Nuril Dewita Alfajriah
NPM : 2217011155
Kelas : B

Identitas dan integrasi nasional merupakan dua konsep yang saling berkaitan dalam membangun keutuhan bangsa Indonesia yang beragam. Identitas nasional adalah kumpulan nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dari ratusan suku bangsa yang ada di Indonesia dan dihimpun dalam satu kesatuan. Dengan kata lain, identitas nasional mencerminkan jati diri bangsa yang membedakan Indonesia dari negara lain. Tujuan memahami identitas nasional adalah untuk menyadari siapa kita sebagai bangsa Indonesia dan bagaimana kita bisa bersatu meskipun berbeda-beda. Hakikat identitas nasional kita adalah Pancasila, yang menjadi landasan dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Identitas nasional terdiri dari unsur-unsur seperti suku bangsa, agama, budaya, dan bahasa. Unsur-unsur ini terbagi menjadi identitas fundamental (Pancasila), identitas instrumental (UUD 1945, bendera, bahasa, dll.), dan identitas alamiah (keberagaman suku, budaya, agama, dan bentuk kepulauan Indonesia).

Keberagaman ini menuntut adanya integrasi nasional, yaitu proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang berbeda agar tercipta keserasian dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa faktor pendorong integrasi nasional antara lain adalah kesadaran sejarah, seperti peristiwa Sumpah Pemuda yang berhasil mengintegrasikan pemuda dari berbagai daerah. Selain itu, rasa cinta tanah air, sikap rela berkorban, adanya konsensus nasional yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, serta keinginan untuk bersatu juga menjadi faktor utama yang memperkuat integrasi bangsa. Namun, proses integrasi nasional tidak selalu berjalan mulus karena ada beberapa faktor penghambat, seperti heterogenitas masyarakat yang tinggi, ketimpangan sosial, sikap etnosentrisme yang berlebihan, serta gangguan luar yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Bentuk integrasi nasional dapat berupa asimilasi (pembauran budaya dengan ciri khas asli) dan akulturasi (penerimaan unsur asing tanpa menghilangkan budaya asli). Menurut Myron Weiner, integrasi melibatkan penyatuan kelompok budaya, pembentukan wewenang kekuasaan, menghubungkan pemerintah dan rakyat, konsensus nilai, dan perilaku yang terintegrasi. Dengan memahami identitas dan integrasi nasional, kita dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Nuril Dewita Alfajriah གིས-
Nama : Nuril Dewita Alfajriah
NPM : 2217011155
Kelas : B

Dalam jurnal berjudul Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa membahas mengenai pentingnya identitas budaya Indonesia sebagai negara yang multikultural, di mana identitas suatu bangsa tidak hanya terbentuk dari aspek geografis, tetapi juga melalui dinamika sosial dan budaya yang berkembang di dalamnya. Indonesia sebagai negara yang kaya akan keragaman suku dan budaya menghadapi tantangan dalam membangun identitas nasional yang kuat tanpa menghilangkan ciri khas dari masing-masing kelompok etnik, sehingga dapat dikatakan identitas bangsa Indonesia terbentuk dari keberagaman suku dan budaya yang berkembang seiring sejarah. Keanekaragaman ini menciptakan dinamika sosial yang kadang penuh tantangan, tetapi tetap berkontribusi dalam membangun kesatuan, seperti yang tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Setiap individu membawa identitasnya berdasarkan keanggotaan dalam suku dan budaya tertentu, misalnya seorang yang berasal dari suku Bugis memiliki identitas budaya Bugis. Identitas ini semakin diperkuat dengan adanya kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun, seperti nilai gotong royong, adat istiadat, serta norma sosial yang membangun kesadaran kolektif dalam masyarakat. Namun, di era globalisasi, pengaruh dari luar semakin besar, menyebabkan adanya kecenderungan homogenisasi budaya yang berpotensi mengaburkan identitas lokal, sehingga penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga nilai-nilai tradisional agar tidak kehilangan jati diri.

Kearifan budaya lokal adalah pondasi dari kebudayaan Indonesia. Multikulturalisme, yang menekankan hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati antar kelompok etnis, menjadi semakin relevan di era globalisasi. Globalisasi cenderung menyeragamkan budaya, tetapi setiap individu dan masyarakat tentu ingin mempertahankan identitasnya. Tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal adalah kunci untuk memahami identitas suatu kelompok etnis atau bangsa. Kearifan lokal bukan hanya menjadi simbol keberagaman, tetapi juga berperan sebagai perekat sosial yang menjaga persatuan bangsa. Dengan melestarikan budaya lokal secara adaptif, Indonesia dapat menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar tradisinya.

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Nuril Dewita Alfajriah གིས-
Nama : Nuril Dewita Alfajriah
NPM : 2217011155
Kelas : B

Setiap bangsa pastinya memiliki karakter dan identitasnya masing-masing. Identitas nasional pada dasarnya adalah cerminan dari nilai-nilai budaya yang berkembang dalam kehidupan suatu bangsa dan menjadi ciri khas yang membedakannya dari bangsa lain. Dengan ciri khas ini, setiap negara memiliki keunikan tersendiri dalam cara hidup dan nilai-nilai yang dianut. Identitas nasional juga dapat diartikan sebagai jati diri atau kepribadian suatu bangsa yang menjadi pembeda utama dari bangsa lain. Jati diri bangsa yang tercermin dalam identitas nasional sangat penting untuk kelangsungan suatu negara. Tanpa identitas yang jelas, negara akan kesulitan mempertahankan kedaulatan dan mencapai tujuan bersama.

Indonesia memiliki identitas nasional yang terbentuk dari 4 unsur yaitu Suku Bangsa, Agama, Kebudayaan, dan Bahasa. Keberagaman suku bangsa di Indonesia sangat besar, dengan lebih dari 300 kelompok etnis yang tersebar di berbagai daerah, yang sebagian didominasi oleh Suku Jawa dan sisanya etnis-etnis yang mendiami kepulauan di luar Jawa, seperti Suku Makassar dan Bugis 3,68%, Suku Batak 2,4%, Suku Bali 1,88%, Suku Lombok 1,66%, Suku Aceh 1,4%, dan suku-suku lainnya. Selain itu, faktor agama juga menjadi bagian penting, di mana Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius dengan keberagaman keyakinan yang hidup berdampingan. Kebudayaan juga menjadi elemen penting dalam identitas nasional karena mencerminkan cara pandang masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman. Indonesia kaya akan budaya, dan ini menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan bangsa.

Identitas nasional Indonesia juga tercermin dalam simbol-simbol negara yang tercantum dalam konstitusi UUD 1945 dalam pasal 35 dan 36C, seperti Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, Bendera negara yaitu sang merah putih, Lagu kebangsaan yaitu Indonesia raya, Lambang negara yaitu Pancasila, Semboyan negara yaitu bhinneka tunggal ika, Dasar falsafah negara yaitu Pancasila, Konstitusi hukum dasar negara yaitu UUD 1945, Bentuk negara kesatuan republic Indonesia yang berkedaulatan rakyat, Konsepsi wawasan Nusantara, dan Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. Semua elemen ini menjadi pilar yang memperkokoh eksistensi Indonesia sebagai negara kesatuan yang berdaulat dan demokratis. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk memahami, menjaga, dan menguatkan identitas nasional agar tidak tergerus oleh pengaruh asing yang dapat melemahkan nilai-nilai kebangsaan. Tanpa identitas yang kuat, suatu bangsa akan kehilangan arah dan mudah terpengaruh oleh budaya luar yang tidak sesuai dengan jati dirinya.