Nama : Kadek Wendi Septiani
NPM : 2217011018
Kelas : B
Jurnal tersebut membahas bahwa setiap negara memiliki ideologi sebagai dasar dalam membangun bangsa, dan Indonesia menjadikan Pancasila sebagai ideologi utama yang bersifat imun terhadap pengaruh ideologi lain. Pancasila, khususnya sila keempat, menjadi landasan penting dalam praktik demokrasi di Indonesia, terutama dalam pelaksanaan pemilihan umum yang mencerminkan kedaulatan rakyat melalui perwakilan dan musyawarah. Pemilu tidak hanya sebagai mekanisme politik tetapi juga perwujudan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam menciptakan pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan. Seiring sejarahnya, Indonesia telah mengalami berbagai fase demokrasi dan terus berkembang melalui reformasi birokrasi dan sistem kepemiluan. Pemilu di Indonesia memiliki makna penting sebagai sarana regenerasi kepemimpinan dan alat distribusi kekuasaan secara sah dalam negara hukum. Meskipun demikian, tantangan dalam mewujudkan pemilu yang benar-benar demokratis tetap ada, dan sistem seperti distrik atau proporsional menjadi pilihan yang terus dievaluasi agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kebutuhan bangsa.
Pada jurnal tersebut juga menjelaskan bahwa setiap negara memiliki ideologi sebagai dasar dalam membangun peradaban, dan Indonesia mengusung Pancasila sebagai ideologi yang bersifat imun terhadap intervensi ideologi lain, dirancang berdasarkan kesepakatan bersama untuk menjawab tantangan bangsa. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga alat politik yang memengaruhi kebijakan, termasuk dalam pelaksanaan pemilu sebagai bentuk nyata dari sila keempat: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Pemilu dalam konteks ini menjadi sarana demokrasi yang legal dan diatur dalam konstitusi, memberikan ruang partisipasi bagi warga negara untuk menyalurkan aspirasi melalui wakil rakyat yang dipilih secara langsung. Sebagai negara hukum dan demokratis, Indonesia telah melewati berbagai fase demokrasi dan terus mencari bentuk pemilu yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sejarah panjang pemilu di Indonesia menunjukkan pentingnya sistem yang adil dan representatif, baik melalui sistem distrik maupun proporsional, untuk menjamin terwujudnya pemerintahan yang mencerminkan kehendak rakyat dan cita-cita demokrasi yang terkandung dalam Pancasila.
NPM : 2217011018
Kelas : B
Jurnal tersebut membahas bahwa setiap negara memiliki ideologi sebagai dasar dalam membangun bangsa, dan Indonesia menjadikan Pancasila sebagai ideologi utama yang bersifat imun terhadap pengaruh ideologi lain. Pancasila, khususnya sila keempat, menjadi landasan penting dalam praktik demokrasi di Indonesia, terutama dalam pelaksanaan pemilihan umum yang mencerminkan kedaulatan rakyat melalui perwakilan dan musyawarah. Pemilu tidak hanya sebagai mekanisme politik tetapi juga perwujudan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam menciptakan pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan. Seiring sejarahnya, Indonesia telah mengalami berbagai fase demokrasi dan terus berkembang melalui reformasi birokrasi dan sistem kepemiluan. Pemilu di Indonesia memiliki makna penting sebagai sarana regenerasi kepemimpinan dan alat distribusi kekuasaan secara sah dalam negara hukum. Meskipun demikian, tantangan dalam mewujudkan pemilu yang benar-benar demokratis tetap ada, dan sistem seperti distrik atau proporsional menjadi pilihan yang terus dievaluasi agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kebutuhan bangsa.
Pada jurnal tersebut juga menjelaskan bahwa setiap negara memiliki ideologi sebagai dasar dalam membangun peradaban, dan Indonesia mengusung Pancasila sebagai ideologi yang bersifat imun terhadap intervensi ideologi lain, dirancang berdasarkan kesepakatan bersama untuk menjawab tantangan bangsa. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga alat politik yang memengaruhi kebijakan, termasuk dalam pelaksanaan pemilu sebagai bentuk nyata dari sila keempat: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Pemilu dalam konteks ini menjadi sarana demokrasi yang legal dan diatur dalam konstitusi, memberikan ruang partisipasi bagi warga negara untuk menyalurkan aspirasi melalui wakil rakyat yang dipilih secara langsung. Sebagai negara hukum dan demokratis, Indonesia telah melewati berbagai fase demokrasi dan terus mencari bentuk pemilu yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sejarah panjang pemilu di Indonesia menunjukkan pentingnya sistem yang adil dan representatif, baik melalui sistem distrik maupun proporsional, untuk menjamin terwujudnya pemerintahan yang mencerminkan kehendak rakyat dan cita-cita demokrasi yang terkandung dalam Pancasila.