Posts made by Dewi Nurhaliza

Nama : Dewi Nurhaliza
NPM : 2217051057
Kelas : B
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Video tersebut menjelaskan bahwa ketahanan nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan suatu bangsa, dan kemampuan mengembangkan sebuah potensi untuk menghadapi ancaman yang datang. Ada beberapa sumber ancaman ini yaitu ancaman langsung, ancaman dari luar, ancaman dari dalam, dan ancaman tidak langsung. Contoh ancaman langsung adalah Belanda yang membawa senjata dan menjajah Indonesia. Contoh ancaman dari luar adalah amerika Serikat yang ingin menguasai Filipina. Lalu, Ancaman dari dalam negeri yang ingin menghancurkan keutuhan negara Indonesia seperti pristiwa G30S PKI. Dan, ancaman secara tidak langsung seperti dengan menguasai skala ekonomi.

Hal-hal yang diserang ialah integritas, identitas sebagai warga negara, kelangsungan hidup bangsa, dan perjuangan mencapai tujuan nasional. Sebagai warga negara kita berhak untuk mempertahankan diri dari ancaman yang menyerang tersebut. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ketahanan nasional dibutuhkan untuk menghadapi ancaman yang datang.

Beberapa unsur ancaman yang terjadi, seperti :
1. Ancaman Unsur Trigarta, yang mengancam dari segi lokasi dan geografis, keadaan dan kekayaan alam, serta kemampuan penduduk.
2. Ancaman Unsur Panca Garta, yang mengancam dari segi ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Adapun cara untuk menghadapi ancaman yang ada adalah :
1. Perwujudan aspek alamiah (trigarta)
a) Peningkatan potensi laut dan darat, serta posisi dengan negara tetangga
b) Mengembangkan sumber daya alam
c) Keadaan dan kemampuan penduduk dalam pendidikan sehingga mampu bersaing dengan negara lain.

2. Perwujudan aspek sosial (panca garta)
a) Ideologi, peningkatan nilai yang mampu menampung aspirasi
b) Politik, dengan adanya demokrasi
c) Ekonomi, memberikan akomodasi modal kepada masyarakat
d) Sosial budaya, mempertahankam budaya dan tradisi yang ada di Indonesia
e) Pertahanan dan keamanan, partisipasi dan kesadaran masyarakat
Nama : Dewi Nurhaliza
NPM : 2217051057
Kelas : B
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Sebagai bentuk rasa cinta terhadap Indonesia, sudah seharusnya setiap warga negara memahami negara sendiri dengan mempelajari konsep wawasan nusantara, sehingga akan tumbuh jiwa nasionalisme pada setiap warga negara Indonesia. 

Wawasan Nusantara merupakan pandangan bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang meliputi berbagai aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Tujuan utama wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghindari tindakan yang dapat menyebabkan disintegrasi.

Wawasan nusantara didasarkan pada latar belakang historis, sosiologis, dan politis Indonesia, serta penting untuk memperkuat semangat kebangsaan dan melindungi wilayah yang luas dengan keragaman alam dan penduduknya. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya dan pertahanan akan menciptakan kehidupan yang harmonis, tanpa membedakan suku, daerah, agama, atau status sosial, serta memupuk kesadaran cinta tanah air dan sikap bela negara pada setiap warga negara Indonesia.
Nama : Dewi Nurhaliza
NPM : 2217051057
Kelas : B
Prodi : S1 Ilmu Komputer

A) Artikel ini membahas tentang pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Secara keseluruhan, pelaksanaan HAM di Indonesia masih kurang baik karena masih banyak terjadi pelanggaran HAM, pembatasan kebebasan berekspresi, diskriminasi berdasarkan gender, penjatuhan hukuman kejam, dan kurangnya proses keadilan serta akuntabilitas terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Meskipun demikian, terdapat beberapa hal positif yang didapat. Menurut Amnesty International, Indonesia terus berupaya meningkatkan perlindungan HAM, menegakkan supremasi hukum, serta melakukan reformasi keamanan publik. Salah satu hal positif yang dapat ditarik dari artikel tersebut adalah kesadaran bahwa masyarakat sipil memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan HAM sesuai dengan indikator yang ingin dicapai, serta memiliki kritis terhadap kebijakan yang ada.

B) Demokrasi adalah suatu kebutuhan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhannya. Bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman agama, suku, ras, dan budaya, memerlukan suatu demokrasi yang menghormati adat istiadat serta kebudayaan yang sudah menjadi ciri khas dan identitas bangsa Indonesia.

Prinsip demokrasi yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah sesuatu yang saya dukung. Saya percaya bahwa semua keputusan dan perencanaan manusia bergantung pada kehendak Tuhan yang mengatur segala hal. Tidak ada kekuasaan manusia yang dapat melebihi kekuasaan Tuhan. Prinsip ini mengingatkan kita untuk tetap mengakui keagungan Tuhan dan menjalankan tugas-tugas kita dalam konteks spiritual dan nilai-nilai agama.

C) Praktik demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya menggunakan prinsip dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Masih ada nilai Pancasila yang belum terimplementasikan dengan baik. Terbukti dari masih kurangnya penanganan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di masyarakat. Jika membahas tentang menjunjung tinggi nilai HAM, Indonesia masih belum bisa menerapkan nilai HAM secara baik dan adil. Masih perlu adanya pemahaman dan perbaikan lebih lanjut mengenai pemutusan masalah Hak Asasi Manusia.

D) Saya merasa kecewa terhadap perilaku anggota parlemen yang ingin mendapatkan suara rakyat dengan janji-janji palsu, namun pada kenyataannya mereka mengabaikan janji-janji tersebut dan lebih memprioritaskan kepentingan diri sendiri daripada kepentingan rakyat. Hal tersebutlah yang merusak kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Sebagai wakil rakyat, anggota parlemen seharusnya mewakili kepentingan rakyat, bekerja untuk kepentingan umum, dan menghasilkan kebijakan yang menguntungkan masyarakat secara luas.

E) Menurut saya sangatlah miris ketidak pihak yang memiliki kekuasaan justru tega untuk memanfaatkan loyalitas dan emosi rakyat demi sebuah kepentingan yang tidak jelas dan mungkin merugikan masyarakat. Hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia, karena perilaku seperti itu menunjukkan kurangnya menghargai HAM dan merupakan pelanggaran HAM. Kebebasan berpendapat rakyat bisa dibatasi atau bahkan hilang, keluhan masyarakat tidak didengar, dan ketidakadilan lainnya terjadi karena penindasan yang dilakukan oleh pihak berkuasa.