གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Berkat Ramadhoni

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Artikel 14 a dan 14 b

Berkat Ramadhoni གིས-

Berkat Ramadhoni 2256031008 Reg M

Tanggapan saya mengenai antara iptek dan nilai- nilai pancasila ialah 

Nilai-nilai Pancasila yang merupakan kepribadian khas Indonesia. Di sini letak tantangan bagi Indonesia, yaitu mengembangkan kehidupan bangsa yang berbasis IPTEK tanpa kehilangan jati diri (nilai-nilai Pancasila). Hal ini berarti ada nilai-nilai dasar yang ingin dipertahankan bahkan ingin diperkuat. Nilai-nilai itu sudah jelas, yaitu Pancasila. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan, sepertinya berjalan berlawanan. Dalam masyarakat modern yang berbasisi IPTEK, terlihat kecenderungan lunturnya kehidupan keagamaan. Jadi, ini bukan tantangan yang sederhana, tetapi penting, karena landasan moral, segenap imperative moral, dan konsep mengenai kemanusiaan, keadilan, dan keberadaban, adalah keimanan dan ketakwaan.


ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Berkat Ramadhoni གིས-
Berkat Ramadhoni (2256031008) Reg M

 

Menganilisis jurnal "Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek" 

Pancasila ialah dasar negara atau pokok kaidah dasar negara ataupokok kaidah negara yang fundamentalyang tercantum dalam Pembukaan UUD1945, dan sekaligus cita hukum(rechtssidee) negara Indonesia karenabersumber pada pandangan dan falsafahhidup yang mendalam, dimana tersimpulciri khas sifat, dan karakter luhur bangsaIndonesia. (Hernowo, 2006 : 3). Pancasilasudah disepakati bersama sebagai carapandang hidup bangsa Indonesia (the wayof life) dan sekaligus sebagai dasarnegara. Secara teoritik, cara pandanghidup bangsa Indonesia (the way of life)selalu berbasis pada nilai-nilai yangbersifat meta yuridis, berbasis nilai-nilaidan moralitas yang disepakati bersama.

Jadi Pancasila pun demikian dan itu merupakan kenyataan sejarah. Nilai-nilai yang bersifat meta-yuridis ini jelas belum dapat mempunyai kekuatan hukum

Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengethuan dan teknologi. Hal ini dapat ditunjukkan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan sebuah sistem etika, diantaranya (Kaelan, 2000: 45).

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada sila ini dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, yang mempertimbangjan rasional, antara akal, rasa dan kehendak. 

2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, pada sila ini memberikan dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek. Iptek adalah salah satu perkembangan dalam budaya hidup manusia, yang pada hakekatnya bertujuan demi kesejahteraan bersama.

c. Sila Persatuan Indonesia, memberikan

rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia akan sumbnagsihnya iptek sehingga dapat terjalinnya rasa terpelihara, persaudaraan dan persahaban antar daerah dan itu semua karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

d. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaa dalam permusyarawatan/perwakilan, hal yang mendasar adalah dalam pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi, hal ini mengandung maksud bahwa setiap warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengen menghormati dan mengharapkan kebebasan orang lain dalam bersikap serta terbuka untuk mendapatkan masukan, kritik dan saran yang membangun.

e. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusian, keseimbangan keadilan antar dirinya sendiri, manusi dengan Tuhannya manusia lainnya manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta lingkungan dimana manusi itu berada.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Berkat Ramadhoni གིས-
Berkat Ramadhoni (2256031008)
Reg M
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi
IPTEK. Proses globalisasi berlangsung melalui
dua dimensi dalam interaksi antar bangsa,
yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang
makin dipersempit dan waktu makin
dipersingkat dalam interaksi dan
komunikasi pada skala dunia. Globalisasi
berlangsung di semua bidang kehidupan
seperti bidang ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya, pertahanan keamanan dan
lain- lain. Teknologi informasi dan
komunikasi adalah faktor pendukung
utama dalam globalisasi.Dewasa ini,
perkembangan teknologi begitu cepat
sehingga segala informasi dengan berbagai
bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas
ke seluruh dunia.
Globalisasi mendorong munculnya
berbagai kemungkinan tentang perubahan
dunia yang akan berlangsung. Pengaruh
globalisasi dapat menghilangkan berbagai
halangan dan rintangan yang menjadikan
dunia semakin terbuka dan saling
bergantung satu sama lain. Globalisasi akan
membawa perspektif baru tentang konsep
“Dunia Tanpa Tapal Batas” yang saat ini
diterima sebagai realita masa depan yang
akan mempengaruhi perkembangan
budaya.
Saat ini, segala aspek kehidupan telah
mampu berkembang dengan pesatnya,
perkembangan tersebut beriringan pula
dengan perkembangan pendidikan dari
yang tradisional menjadi modern, secara
otomatis perkembangan tersebut menuntut
masyarakat menuju kearah globalisasi.
Penyebab utama yang paling terasa pada
perubahan tersebut adalah pada aspek
teknologi informasi, contoh paling
sederhana tentang hal ini adalah bila pada
pendidikan yang masih tradisional dulu
dalam mendapatkan sumber ilmu hanya
dari buku, hal tersebut juga masih
mempunyai kendala yaitu tidak semua
orang bisa mendapatkan buku yang
harganya relative mahal. Namun, sekarang
pada tingkat yang lebih modern telah
muncul internet yang memberikan banyak
informasi tentang pendidikan dan dapat
dijangkau di semua kalangan masyarakat.

Dengan penyelenggaraan Pendidikan
Pancasila di Perguruan Tinggi, diharapkan
dapat tercipta wahana pembelajaran bagi
para mahasiswa untuk secara akademik
mengkaji, menganalisis, dan memecahkan
masalah-masalah pembangunan bangsa
dan negara dalam perspektif nilai-nilai
dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar
negara Republik Indonesia.
Secara spesifik tujuan penyelenggaraan
Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi
adalah untuk :
Memperkuat Pancasila sebagai dasar
falsafah negara dan ideologi bangsa melalui
revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila
sebagai norma dasar kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Memberikan pemahaman dan
penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar
Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga
negara Republik Indonesia, serta
membimbing untuk dapat menerapkannya
dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Mempersiapkan
mahasiswa agar mampu menganalisis dan
mencari solusi terhadap berbagai persoalan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara melalui sistem pemikiran yang
berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD
NRI Tahun 1945.
Membentuk sikap mental mahasiswa
yang mampu mengapresiasi nilai-nilai
ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada
tanah air dan kesatuan bangsa, serta
penguatan masyarakat madani yang
demokratis, berkeadilan, dan bermartabat
berlandaskan Pancasila, untuk mampu
berinteraksi dengan dinamika internal dan
eksternal masyarakat bangsa Indonesia.

Sikap
Menurut Oxford Advanced Menurut
Oxford Advanced Learner Dictionary
mencantumkan bahwa sikap (attitude)
berasal dari bahasa Italia attitudine yaitu
“Manner of placing or holding the body,
dan way of feeling, thinking or behaving”.
Campbel (1950) dalam buku Notoadmodjo
(2003, p.29) mengemukakan bahwa sikap
adalah “A syndrome of response
consistency with regard to social objects”.
Artinya sikap adalah sekumpulan respon
yang konsisten terhadap obyek sosial.
Dalam buku Notoatmodjo (2003, p.124)
mengemukakan bahwa sikap (attitude)
adalah merupakan reaksi atau respon yang
masih tertutup dari seseorang terhadap
stimulus atau obyek.
Menurut Eagle dan Chaiken (1993)
dalam buku A. Wawan dan Dewi M. (2010,
p.20) mengemukakan bahwa sikap dapat
diposisikan sebagai hasil evaluasi terhadap
obyek sikap yang diekspresikan ke dalam
proses-proses kognitif, afektif (emosi) dan
perilaku. Dari definisi-definisi di atas
menunjukkan bahwa secara garis besar
sikap terdiri dari komponen kognitif (ide
yang umumnya berkaitan dengan
pembicaraan dan dipelajari), perilaku
(cenderung mempengaruhi respon sesuai
dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan
respon yang konsisten).

Hasil penelitian ini membuktikan
bahwa secara umum responden dalam
penelitian ini dapat
menyikapi
perkembangan Iptek dengan baik. Hal
tersebut dapat dilihat pada indikatornya
hasil kuisioner dengan skor di atas 80.
Menurut responden Kemajuan teknologi
saat ini harus digunakan dengan baik dan
penuh tanggung jawab. Perkembangan
Iptek yang ada dimanfaatkan untuk
mempermudah proses belajar, untuk
bertransaksi dan berbisnis dalam bidang
bidang perdagangan. Responden dalam
penelitian ini akan melakukan
penyaringan terhadap semua informasi
yang masuk melalui media sosial,
memblokir teman atau situs yang sering
menampilkan konten pornografi dan
kekerasan di media sosial dan
menggunakan bahasa yang santun saat
berkomentar terhadap suatu peristiwa
baik di media online maupun di sosial
media.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Artikel pertemuan 13

Berkat Ramadhoni གིས-
Berkat Ramadhoni (2256031008)
Reg M
Revolusi merupakan sebuah perubahan pradigma mengenai sistem perekonomian. Revolusi pertama kali
dalam catatan sejarah terjadi di tanah Inggris yang lebih dikenal dengan revolusi industri 1.0 yang terjadi antara
1800-1900, Revolusi industri 2.0 merupakan kelanjutan yang tidak terpisahkan dari revolusi industri 1.0 yang terjadi
di Inggris, revolusi ini berbasis kepada pengertahuan dan teknologi yang terjadi disekitaran tahun 1900-1960,
Revolusi 3.0 ini disebabkan munculnya teknologi informasi dan elektronik yang masuk kedalam dunia persitiwa ini
terjadi antara 1960-2010. Pada saat sekarang ini revolusi 4.0 ditandai dengan adanya konektivitas manusia, data,
dan mesin dalam bentuk virtual atau yang lebih dikenal dengan cyber physical. (Kusnandar, 2019: 2-4).
Potensi Pancasila kehilangan eksistensi sebagai ideologi di gelombang revolusi industri 4.0 bisa saja terjadi
apabila pemerintah selaku penyelenggara negara dan masyarakat pada umumnya tidak bekerja sama untuk saling
menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila bagi kehidupan bersama dimasa yang akan
datang. Diharapkan kedepan, pemerintah Indonesia dapat membuat suatu kebijakan yang mencerminkan nilai
Pancasila dan Konstitusi untuk mengatur persoalan menyangkut penemuan dan perkembangan sains serta teknologi
di Indonesia. Pada tingkat paling ekstrim hasil kebijakan tersebut adalah, bahwa segala penemuan, perkembangan
dan evolusi sains serta teknologi di era revolusi 4.0 harus sesuai dengan nilai dan kaidah dari ideologi Pancasila.
(Faisal, 2019).
Peristiwa revolusi 2.0 sampai revolusi 3.0 sudah dilalui oleh ideologi Pancasila dengan benar dan tepat,
sehingga tantangan yang dihadapi pada masa revolusi selanjutnya harus dijalankan oleh Indonesia melalui ideologi
Pancasila dengan benar dan tepat juga agar ideologi negara republik Indonesia tetap eksis dibumi pertiwi maupaun
di bumi nusantara ini, Pancasila dianggap sebagai leitstar (bintang penunjuk jalan). Sehingga perlunya sebuah kajian secara teoritis dalam menghadapi tantangan dan bagaimana cara penguatan ideologi Pancasila dalam menghadapi
era revolusi industri 4.0.
Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita sedangkan logos
berarti ilmu. Ideologi secara etimologis artinya ilmu tentang ide-ide (The Science Of Ideas) atau ajaran tentang
pengertian dasar. (Kaelan 2013:60-61). Selanjutnya Mubyarto (1991:239) Ideologi adalah sejumlah doktrin,
kepercayaan dan simbol-simbol sekelompok masyarakat atau suatu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman
kerja (atau perjuangan) untuk mencapai tujuan masyarakat atau bangsa itu.
Ideologi berintikan serangkaian nilai (norma) atau sistem nilai dasar yang bersifat menyeluruh dan mendalam
yang dimiliki dan dipegang oleh suatu masyarakat atau bangsa sebagai wawasan atau pandang ahidup mereka. Nilainilai yang terangkai atau menyatu menjadi satu sistem itu, sebagaimana halnya dengan nilai-nilai dasar Pancasila,
biasanya bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah suatu masyarakat atau bangsa yang menciptakan ideologi
itu.
Beberapa ahli dunia memberikan definsi yang berbeda-beda mengenai Ideologi tetapi memiliki makna yang
hampir sesuai demi mencapai suatu cita-cita yang diimpikan oleh pemegang ideologi yang telah dipelajari atau yang
dipahami. Seperti ideologi yang dipahami oleh Martin Sileger menggap ideologi sebagai sistem kepercayaan, Alvin
Gouldner Ideologi sebagai proyek Nasional, dan Paul Hirst Ideologi sebagai relasi social. Ideologi di dunia kita
mengenal beberapa ideologi yang digunakan oleh negara-negara di dunia yaitu ideologi liberalisme, sosialismekomunisme, dan Pancasila.
Menurut Sastrapratedja (2001: 50-69) mengatakan untuk mengenal ideologi Pancasila kita harus mengenal ideologi
di dunia yaitu sebagai berikut:
1. Marxisme-Leninisme merupakan suatu paham yang meletakkan ideologi dalam perspektif evolusi sejarah
yang didasarkan pada dua prinsip; pertama, Penentu akhir dari perubahan social adalah perubahan dari cara
produksi; kedua proses perubahan social bersifat dialektis.
2. Sosialisme suatu paham yang meletakan ideologi dalam perspektif kepentingan masyarakat, artinya Negara
wajib mensehaterkan seluruh masyarakat atau dikenal dengan konsep welfare state.
3. Liberalisme suatu paham yang meletakan ideologi dalam perspektif kebebasan individual, artinya lebih
mengutamakan hak-hak individu.
4. Kapitalisme suatu paham yang member kebebasan kepada setiap individu untuk menguasi system
perekonomian dengan kemampuan modal yang ia miliki.
Revolusi industri 4.0 banyak membawa perubahan dalam kehidupan manusia. 4.0 secara fundamental telah
mengubah cara beraktivitas manusia dan memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia kerja. Pengaruh positif
4.0 berupa efektifitas dan efisiensi sumber daya dan biaya produksi meskipun berdampak pada pengurangan
lapangan pekerjaan. 4.0 membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam literasi digital, literasi
teknologi, dan literasi manusia. (Yahya, 2018:28)
Revolusi industri 4.0 indonesia akan mendorong 10 prioritas nasional dalam inisiatif making Indonesia 4.0 yang
bersifat lintas sektoral yaitu:
1. Perbaikan alur aliran barang dan material
2. Desain ulang zona industri
3. Mengakomodasi standar-standar berkelanjutan
4. Memberdayakan UMKM
5. Membangun infrastruktur digital nasional
6. Menarik minat investasi asing
7. Peningkatan kualitas SDM
8. Pembangunan ekosistem Inovasi
9. Insentif untuk investasi Teknologi
10. Harmonisasi aturan kebijakan (Kemeneterian Peran, 2019 :6-7 )
Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah persoalan yang akan menjadi tantangan besar bagi Negara Indonesia
agar dapat bersaing dengan Negara-negara luar, sehingga Negara Indonesia menjadi Negara yang kuat yang
berasaskan kepada Ideologi Pancasila. Dalam menghadapi tantangan revolusi 4.0 bangsa Indonesia harus
menanamkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan kerakyatan, serta berasaskan kepada keadilan social
bagi seluruh rakyat Indonesia.