Kiriman dibuat oleh M.Al Fajri Yusuf Alamsyah

NAMA : M.AL FAJRI YUSUF ALAMSYAH
NPM : 2215012036
KELAS : B

Pancasila merupakan aspek terpenting dalam membangun bangsa dan Negara yang difungsikan pada praktik kehidupan manusia khusunya bagi bangsa Indonesia, Pancasila tidak bisa intervensi dari sudut pandang ideologi manapun, sehingga Pancasila mempunyai sifat imunitas yaitu kekebalan terhadap pengaruh ideologi lain. Pancasila merupakan dasar Negara yaitu sebuah konsepsi yang dirancang atas kesepakatan bersama dengan tujuan dapat menjawab tantangan dan masalah bangsa dan Negara, dalam hal ini Pancasila pada sila keempat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, dapat mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat terutama yang ditujukan dalam hal pemilihan umum daerah di Indonesia yang demokratis.
Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. jika dibandingkan dengan pemilihan umum daerah,yang memiliki banyak kontra atau permasalahan permasalahan. Oleh karena itu penerapan dari demokrasi dalam nilai sila keempat Pancasila sangat dibutuhkan untuk mengurangi permasalahan yang terjadi dalam pilkada di Indonesia. Beberapa Bentuk dari demokratisasi yang tidak Sepenuhnya mengontrol proses yang terjadi Dalam pelaksanaan pilkada, diantaranya Dapat dilihat dari peran partai politik dalam Pelaksanaan demokrasi di pemilihan kepala Daerah saat ini. Banyak partai Politik yang tidak mencerminkan dari nilai Demokrasi sila keempat Pancasila tersebut. Analisis atau keputusan mengenai pembubaran Partai Terus mengabaikan faktor penting. Memutuskan apakah untuk membubarkan partai politik Semata-mata atas dasar tujuan dan Kegiatannya, tanpa mengacu pada struktur Internal, tidak koheren. Pengadilan domestik Dan internasional harus memberikan Perhatian karena perilaku demokrasi internal Partai politik. Perlu dilakukan kepastian dalam menegakkan Peraturan pemilihan umum yang sekiranya Menimbulkan kekacauan dan disintegrasi Bangsa. Pancasila sila keempat merupakan Perwujudan demokrasi di Indonesia, Demokrasi yang dinginkan adalah ikut Sertaan rakyat didalam menjalankan roda Pemerintahan.
M.AL FAJRI YUSUF ALAMSYAH
2215012036
KELAS B

Perkembangan demokrasi di Indonesia
Terdapat 5 tahap, yaitu :
• masa revolusi :
perkembangan demokrasi pada masa ini sangat terbatas, dan dalam prosesnya pemerintah dibantu oleh majalah tempo

• Parlementer (1945-1959) :
Masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia , tetapi demokrasi ini ialah demokrasi yang gagal karena :

a) Dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik ( partai Islam, partai nasionalis, dan partai non Islam)
b) Basis sosial ekonomi yang masih sangat lemah
c) Persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dan angkatan darat, yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan

• Terpimpin (1959-1965) :
politik pada masa ini didominasi oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu, ABRI, Soekarno, dan PKI

• Orde Baru
a) Pancasila (Orba) :
pada 3 tahun awal kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada masyarakat , namun setelah 3 tahun dominannya oleh ABRI
b) Birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik
c) Pembatasan peran dan fungsi partai politik
d) Campur tangan pemerintah dalam persoalan parpol dan public
e) masa mengambang monolit Isa si ideologi negara,dan inkorporasi lembaga non pemerintahan

• Reformasi (1998-sekarang) :
Demokrasi Pancasila dan berkarakteristik sama dengan orde baru namun mirip dengan demokrasi parlementer
Karakteristik :
a) pemilu (1998-2004) jauh lebih demokrasi dari sebelumnya
b) rotasi kekuasaan dilaksanakan mulai dari pemerintah pusat sampai ke desa
c) pola rekrutmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka
d) sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat