Posts made by Evinna Winda Merita 2213053297

Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Analisis jurnal 1 "Pendidikan moral di sekolah"

Dari pembahasan jurnal tersebut dapat dianalisis bahwa, pendidikan moral di sekolah sangat penting untuk membangun generasi bangsa yang terbatas walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah ditangan orang tua mereka pendidik di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek yaitu: pendidik, materi, metode dan evaluasi.

Dengan memperhatikan keempat aspek tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendekatan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal yakni berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.

Oleh karenanya pendidik menjadi ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik maka pendidik terlebih dahulu harus bermoral baik, dan demikian pendidikan nilai moral yang dilaksanakan oleh pendidik akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Analisis jurnal 2 "Proses pendidikan nilai moral di lingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja"

kata kunci : pendidikan nilai, kenakalan remaja, pendidikan keluarga.

Dari jurnal tersebut, maka dapat dianalisis bahwasanya keluarga merupakan institusi pendidikan utama pada anak karna lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam pendidikan nilai moral keagamaan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak diantaranya: kurangnya tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, lingkungan masyarakat yang kurang baik, pendidikan moral yang tidak berjalan dengan semestinya, suasana rumah tangga yang kurang baik, Banyak diperkenankan obat-obat terlarang dan banyak tulisan-tulisan atau gambar saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan membawa kepada pembinaan nilai moral.

Dari hal ini sebaik apapun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Dalam proses pembinaan nilai-nilai moral keagamaan yang harus ditanamkan kepada anak-anak dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa ketika ia lahir diperkenalkan dengan kalimah thoyibah kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinya bersamaan dengan itu anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral seperti cara bertutur kata yang baik berpakaian yang baik bergaul dengan baik dan lain-lainnya.

Dengan demikian anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral.
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Tanggapan saya terkait perbedaan kriteria nilai hardskill dan kriteria softskill adalah jikalau hardskill itu merupakan keahlian yang bisa diukur dan bisa dinilai atau keterampilan konkret dan terukur yang dapat diajarkan Contohnya adalah kemampuan seseorang dalam bidang digital marketing, copywriting, content witing, menerjemahkan bahasa, desain, programming, mengelola media sosial, sales, finance, dan lain sebagainya.. Sedangkan softskill merupakan kemampuan seseorang yang tidak terlihat soft skill juga mencakup kemampuan interpersonal dan kepribadian seperti kemampuan seseorang berkomunikasi, kejujuran atau integritas dan sebagainya.

Keduanya ini penting dalam dunia kerja dengan hardskill seringkali diperlukan untuk tugas-tugas spesifik dan softskill penting untuk berinteraksi dengan orang lain dan sukses dalam lingkungan kerja.
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Analisis Video 1 “Pendidikan Moral Tanggungjawab Diri Dalam Keluarga”
Tanggung jawab dalam keluarga
1. Mendengar nasihat ayah ( kita sebagai seorang anak harus Mendengarkan nasehat ayah karena seorang ayah lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk dalam kehidupan)
2. Membantu ibu ( kita sebagai murid harus menjadi anak yang bertanggung jawab dengan membantu ibu yakni menolong untuk cuci piring, menyapu, memasak dan banyak lagi)
3. Menemani Kakak ( kita sebagai adik kita harus menemani Kakak kemanapun dia pergi karena untuk mencegah kejadian yang bahaya misalkan penculikan Begitupun sebaliknya)
4. Menjaga keselamatan adik ( kita sebagai kakak harus menjaga keselamatan adik jangan tinggalkan adik dalam keadaan bahaya dan perhatikan adik kita)

kepentingan tanggung jawab dalam keluarga
1. Hubungan keluarga menjadi erat ( contohnya dengan kita berkumpul bersama keluarga di rumah nenek)
2. Keselamatan keluarga terjamin ( contohnya kita harus Mengunci pintu pagar agar aman)
3. Meringankan tugas keluarga ( contohnya menolong nenek di dapur)
4. Membanggakan keluarga (contoh nya belajar dengan sungguh-sungguh)

1. Mengapa kita perlu melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga? ( dengan lingkungan masyarakat yang agar Mempererat hubungan dalam kekeluargaan dan hidup bahagia dalam keluarga)
2. Bagaimana perasaan kamu apabila melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga? (sangat bahagia dan bangga karena kita dapat melaksanakan tanggung jawab dengan baik seperti membantu ibu di dapur)
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Analisis Video 2 “Pendidikan Moral di Sekolah Dasar”
Pendidikan Moral merupakan upaya terencana untuk mengubah sikap dan perilaku peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya sesuai dengan nilai moral dan budaya masyarakat sekitar. Tahapan perkembangan moral 1. Usia 6-12 bulan; 2. Usia 12 - 18 bulan; 3. Usia 18 - 30 bulan; 4. Usia 30-36 bulan; 5.Pada usia 3-4 tahun; 6. Usia 4-6 tahun; 7. Usia 7-8 tahun; 8. 9-11 tahun; 9. 12-15 tahun; 10.Usia 16-20 tahun; 11. Dewasa muda pada usia 20-40 tahun; 12. Dewasa tengah pada usia 40-65 tahun; 13. Dewasa tua pada lebih 65 tahun.
Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar.Pada implikasi dalam KBM perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar tapi anak bisa melakukannya sendiri atau Mandiri. Implikasi identitas gender terhadap perkembangan moral anak sekolah dasar, yaitu guru harus mendidik siswa tentang identitas gender agar mereka dapat mengontrol perilakunya, menurut Victor. Padahal, tidak hanya guru, orang tua juga memegang peranan yang sangat penting. Permasalahan dan solusi tumbuh kembang anak usia sekolah yaitu:
1. Hilangnya kejujuran (Ketika seorang anak terbiasa berbohong, ia menjadi pembohong dan takut jujur. Masalah ini sering terjadi di sekolah atau di tempat lain, seperti saat ujian ketika beberapa siswa menyontek atau mencoba bekerja sama dengan temannya. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengajarkan anak Anda untuk lebih percaya diri terhadap jawabannya. Ajari anak Anda untuk jujur pada saat mereka paling jujur.Jangan Dimarahi Dia, Karena Jika Dimarahi Anak, Dia Akan Takut Berbicara Jujur Dan Akan Memilih Percakapan Yang Penuh Kebohongan)
2.Hilangnya rasa tanggung jawab (guru mempunyai tugas membimbing siswanya dan membesarkan anak dengan rasa tanggung jawab. Misalnya ketika anak diberi pekerjaan rumah atau pekerjaan rumah, ada siswa yang tidak menyelesaikan tugasnya meskipun tidak mempunyai rasa tanggung jawab. Solusi dari masalah hilangnya rasa tanggung jawab adalah dengan mendidik anak berperilaku yang pantas. Tugas yang dapat dilakukan guru di halte bus kecil adalah jika ada adegan yang sesuai dengan tugas atau tekanan tersebut, Anda akan diminta untuk bertemu di depandan mengikuti pertanyaan guru)
3. Rendahnya disiplin (Misalnya, masih ada siswa yang tidak datang ke sekolah tepat waktu. Jika ada siswa yang terlambat datang ke sekolah, guru dan kepala sekolah harus tegas. Jika guru tidak tegas tanpa prasekolah, mereka akan terbiasa dan dapat mengontrol waktu).
4.Kurang bisa berkerja sama (Solusi kerja kelompok, misalnya, adalah dengan membiasakan anak bekerja sama. Jangan biarkan kekesalan mereda saat Anda bekerja sama)
5. Pengambil hak orang lain (Misalnya, pemecahan masalah pencurian adalah dengan mendidik anak menerima apa yang dimilikinya dan tidak mengambil barang orang lain)