Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297
Pada video keempat ini, penutur mengungkapkan pengalaman pribadinya terkait pendidikan di Indonesia. Meskipun awalnya bermimpi masuk kampus negeri, ia akhirnya memilih kampus swasta yang ternyata lebih canggih. Dia menyoroti sistem penerimaan mahasiswa negeri yang berfokus pada tes IQ, tanpa memberikan gambaran lebih luas tentang potensi mahasiswa. Poin menarik muncul ketika penutur berbicara tentang pendidikan moral di Indonesia. Ia kritisi perubahan nama dan fokus dari PMP hingga PKN, dengan penekanan pada kriteria anak baik seperti menyeberangkan nenek-nenek. Penutur merasa gagal karena tidak pernah melakukan tindakan tersebut. Namun, ia menarik kesimpulan ironis bahwa kekurangan stok nenek-nenek untuk diselamatkan menjadi alasan "gagal" menjadi anak baik.
Secara keseluruhan, analisis video ini mencerminkan pandangan pribadi terhadap sistem pendidikan dan moral di Indonesia. Penutur menyoroti kecanggihan kampus swasta dan menyampaikan ketidakpuasannya terhadap pendidikan moral yang dianggapnya tidak memberikan dampak nyata. Sebagai kesimpulan, penutur berkomitmen untuk mendedikasikan hidupnya untuk memperbaiki moral anak-anak Indonesia.
NPM : 2213053297
Pada video keempat ini, penutur mengungkapkan pengalaman pribadinya terkait pendidikan di Indonesia. Meskipun awalnya bermimpi masuk kampus negeri, ia akhirnya memilih kampus swasta yang ternyata lebih canggih. Dia menyoroti sistem penerimaan mahasiswa negeri yang berfokus pada tes IQ, tanpa memberikan gambaran lebih luas tentang potensi mahasiswa. Poin menarik muncul ketika penutur berbicara tentang pendidikan moral di Indonesia. Ia kritisi perubahan nama dan fokus dari PMP hingga PKN, dengan penekanan pada kriteria anak baik seperti menyeberangkan nenek-nenek. Penutur merasa gagal karena tidak pernah melakukan tindakan tersebut. Namun, ia menarik kesimpulan ironis bahwa kekurangan stok nenek-nenek untuk diselamatkan menjadi alasan "gagal" menjadi anak baik.
Secara keseluruhan, analisis video ini mencerminkan pandangan pribadi terhadap sistem pendidikan dan moral di Indonesia. Penutur menyoroti kecanggihan kampus swasta dan menyampaikan ketidakpuasannya terhadap pendidikan moral yang dianggapnya tidak memberikan dampak nyata. Sebagai kesimpulan, penutur berkomitmen untuk mendedikasikan hidupnya untuk memperbaiki moral anak-anak Indonesia.