Kiriman dibuat oleh Evinna Winda Merita 2213053297

Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Analisis jurnal 1 “PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH”
Kata Kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

Dari jurnal tersebut bahwasannya Pendidikan nilai diatur dalam sistem pendidikan nasional. Terdapat delapan belas nilai yakni pribadi yang religius, jujur, toleran, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, ingin tahu tentang dunia,nasionalis, patriotik, berprestasi, ramah dan komunikatif, cinta perdamaian, gemar membaca,sadar lingkungan, berkomitmen secara sosial dan bertanggung jawab . Aceh tidak hanya melalui proses pelaksanaannya saja Peraturan yang dikeluarkan Pusat pada tahun juga diikuti dengan Qanun di Provinsi Aceh. Dasar dari Qanun ini mungkin adalah pengenalan pendidikan Islam di sekolah-sekolah di provinsi Aceh diimplementasikan dengan sempurna. Salah satu hasil amanah Qanun, dasar pelaksanaannya adalah program Aceh lembaga pendidikan di Provinsi Aceh. Berkat ciri-ciri tersebut maka penyelenggaraan pendidikan Islam menjadi benar. Mendidik generasi muda Aceh adat istiadat yang luhur, berpedoman pada kebudayaan Aceh dan syariat Islam. Kurikulum Pendidikan Aceh Islami merupakan amanah dari Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297
Kelas : 2G
Dari analisis jurnal tersebut bahwasanya untuk menjamin kehidupan yang sejahtera, nilai-nilai hubungan antar manusia dan warga suatu bangsa harus dilandasi oleh rasa saling menghormati dan percaya. Nilai-nilai keimanan, tata nilai dan etika sosial mulai tertanam dalam keluarga. Sebelum sekolah dasar, anak-anak dari keluarga kaya dan modern dikirim ke taman kanak-kanak. Pembinaan generasi muda melalui pendidikan berbeda-beda pada setiap era, hakikatnya terletak pada pengembangan kepribadian, karena pembentukan jati diri remaja selanjutnya tidak lepas dari falsafah hidup atau pandangan hidup tentang kehidupan remaja tersebut. individu, masyarakat atau bangsa dimana mereka tinggal. Ini akan menjadi sesuatu yang langka.Kurangnya kontak orang tua ini menjadi gejala saat ini dengan munculnya berbagai kenakalan remaja, perkelahian pelajar, penggunaan obat-obatan terlarang, dan lain-lain, yang merupakan jalan keluar dari kondisi mental akhir masa remaja. Untuk itu upaya pendidikan memerlukan perlakuan yang menitikberatkan pada aspek emosi dan perilaku luhur.

Acuan utama dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang multikultural dan pluralistik adalah multikulturalisme, sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesetaraan individu dan budaya. Upaya membangun masa depan bangsa Indonesia di atas landasan multikultural hanya dapat berhasil jika konsep multikulturalisme dipahami secara luas dan diperhatikan pentingnya bagi bangsa Indonesia serta aspirasi masyarakat Indonesia di tingkat nasional dan daerah. . Adopsi dan jadilah pemimpin kehidupan. Kedua, upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan cita-cita tersebut
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297
Kelas : 2G

Dari jurnal tersebut Nilai-nilai moral Pancasila menjadi pedoman bagi masyarakathidup sesuai sila atau ideologi Pancasila Dengan kata lain, di Indonesia, moralitas Pancasila merupakan sikap sosialbagus dan harus dibuat oleh komunitas. Moral berasal dari kata mos (mores) = kesusilaan, tabiat, kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Seorang pribadi yang taat kepada aturan-aturan, kaidahkaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Jika sebaliknya yang terjadi, maka pribadi itu dianggap tidak bermoral. Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan, prinsipprinsip yang benar, baik, terpuji, dan mulia.
Berdasarkan Sosialisasi , Penerapan Nilai Moral Pancasila, Hingga Lahirnya Generasi Anti Korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Pusat, dapat disimpulkan bahwa penanaman nilai moral sejak dini dapat mencegah ajakan/dorongan negatifuntuk melakukan korupsi terlebih dahulu. Menanamkan pada diri siswa nilai-nilai moral yang dapat dibangun Pancasila danmelatih generasi muda generasi emas untuk menerapkan budaya antikorupsi sejak dini.
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297
Kelas : 3G

Analisis video “ Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari"
Dari video tersebut ada nilai-nilai pancasila yang bisa kita amalkan di kehidupan sehari-hari.
1. “Ketuhanan Yang Maha Esa”
Berlambang bintang, pada sila ini kita harus bersyukur kepada Tuhan, melaksanakan ibadah sesuai dengan agama masing- masing, tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain, berdoa sebelum dan sesudah makan dan menghormati agama orang lain.
2. “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”
Berlambang rantai. Sila kedua ini kita diajak untuk bersikap saling mencintai sesama manusia, seperti membantu korban bencana alam, membantu Adik belajar, tidak berbuat kasar kepada orang lain, menolong teman yang kesulitan dan bersikap sopan pada orangtua.
3. “Persatuan Indonesia”
Berlambang pohon beringin. Disila ini kita diajarkan untuk cinta terhadap bangsa Indonesia atau cinta tanah air seperti mengikuti upacara bendera dengan tertib, mencintai dan bangga menggunakan barang atau produk buatan Indonesia, dan berteman dengan tidak membeda-bedakan suku dan agama.
4. “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”
Berlambang kepala banteng. Sila ini kita harus bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Seperti menyampaikan pendapat berdiskusi atau kerja kelompok, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, dan saling menghargai pendapat
5. “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
Berlambangkan padi dan kapas. di sila kelima ini kita harus bersikap adil seperti tidak berbuat curang kepada orang lain, melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang dan bergotong-royong ketika membersihkan kelas.

Dalam menerapkan nilai – nilai Pancasila diera modern dimulai dari pendidikan yang memasukkan nilai-nilai sila Pancasila ini kedalam kurikulum serta memberikan contoh nyata melalui peran model yang mengamalkan Pancasila dalam tindakan sehari-hari.