Posts made by Evinna Winda Merita 2213053297

Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Analisis video “Degradasi Moral Pelajar Jaman Modern”

Degradasi moral pelajar jaman modern mengacu pada merosotnya nilai – nilai moral pelajar dizaman modernSangatlah penting untuk memberikan Pendidikanmoral kepada siswa dan bukan
sekedar memberikan pengetahuan. Hal ini dikarenakan penanaman etika dan moral itu sangat penting ditanamkan sejak kecil. Pendidikan Nilai dan Moral sebenarnya ditanamkan ketika kita ada di lingkungan keluarga. Kurangnya mindsett orang tua terhadap pentingnya pendidikan nilai dan moral menjadikan peserta didik tidak mendapatkan semua itu secara optimal.
Jika siswa sudah dibekali pendidikan moral dari rumah, maka siswa tersebut sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Untuk mengatasi degradasi moral siswa khususnya remaja, kita dapat melakukan beberapa cara, antara lain menanamkan pendidikan karakter baik di lingkungan keluarga, di lembaga pendidikan, maupun di masyarakat.
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

DARI VIDEO “6 Tahap Perkembangan Moral Menurut Lawrence Kholberg”
Lawrence Kohlberg melakukan penelitian di Amerika yang menjadi dasar merumuskan tahapan perkembangan moral. Tahapan perkembangan moral menurutnya terbagi dalam tiga tahap, masing-masing tahap ada dua tahap, sehingga totalnya ada enam tahap.
1. Prakonvensiona
▪︎Tahap 1 menghindari hukuman Seseorang mempunyai alasan untuk bertindak atau menahan diri dari bertindak untuk menghindari hukuman.
▪︎Langkah 2: Keuntungan dan kepentingan pribadiDengan memperhitungkan apa yang diproleh
2. Konvensional
▪︎Tahap 3 Pertahankan sikap yang baikDengan menghindari perkelahian karna itu baik untuk dilakukan
▪︎Tahap 4 menaati peraturanMentaati dan menegakkan aturan, misalnya menjadi penengah antara teman yang sedang bertengkar,
3. Pascakonvensional
▪︎ Tahap 5 orientasi terhadap kontrak sosialPenting untuk disadari bahwa setiap orang mempunyai latar belakang dan situasi yang berbeda.
▪︎Tahap 6 Prinsip Etika UniversalMenjelaskan tentang asas-asas batiniah seseorang,

Dalam penelitiannya, Kohlberg menggunakan cerita dilema, termasuk dilema Heinz.
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Analisis Video 2
“Mirisnya Kekerasan di Lingkungan Sekolah”

Peristiwa yang terjadi seperti meninggalnya siswa kelas 2 SD setelah bertengkar dengan teman sekelasnya di lingkungan sekolah dan meninggalnya siswa kelas 2 SD setelah berkelahi di halaman sekolah di Sukabumi, Jawa Barat, diduga karena intimidasi dan dia melemparkan minuman beku ke orang-orang.Peristiwa tersebut terjadi akibat rusaknya nilai moral di kalangan siswa dan kurangnya pengawasan pihak sekolah. Sebagai pihak sekolah, hendaknya dapat menjamin pengawasan yang ketat ketika terjadi kekerasan di lingkungan sekolah dan memberikan pendidikan karakter melalui kurikulum yang mengajarkan siswa empati, kesabaran dan penyelesaian konflik secara damai. Pada dasarnya, keselamatan dan kesejahteraan siswa harus selalu menjadi prioritas utama di lingkungan sekolah mana pun.
Pelajar harus mengetahui bahwa mereka dapat dengan aman melaporkan kejadian kekerasan. Pelaporan anonim dapat membantu siswa melaporkan insiden tanpa rasa takut akan pembalasan.Kekerasan di sekolah adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan terpadu dari semua pihak: sekolah, keluarga, dan masyarakat. Setiap orang harus melakukan bagiannya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung semua siswa.
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Analisis Video 1
“THE TROLLEY PROBLEM”

Pada tahun 1967, Foot mengusulkan eksperimen yang dikenal sebagai masalah troli. Penelitian aborsi dan euthanasia menggunakan drone menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya kecerdasan buatan. Masalah troli membuat kita lebih memikirkan konsekuensi dari pilihan yang dibuat berdasarkan nilai-nilai moral tertentu, atau lebih banyak tentang hasil akhir dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari ketika kita membiarkan diri kita berkorban lebih sedikit demi mencapai tujuan. menyimpan sesuatu yang lebih baik yang lebih. pembenaran moral atau sederhananya. Seringkali kita mendengarnya, bahkan sepanjang hidup kita, bahwa pelajaran moral seperti itu seringkali dipahami sebagai doktrin bahwa sesuatu harus selalu dikorbankan demi kebaikan bersama, sehingga tidak mengherankan jika moralitas sering dijadikan alat oleh penguasa dan segelintir orang. orang menjadi untuk membenarkan perang, penindasan terhadap kelompok etnis tertentu, genosida, diskriminasi terhadap kelompok minoritas, perusakan lingkungan hidup, industrialisasi, dll. hanya demi perdamaian dunia, demi kepentingan umum, demi kepentingan kelompok yang lebih besar, demi masa depan yang lebih baik atau karena 90% orang berpikir bahwa tetap mengorbankan hal kecil demi hal yang lebih besar adalah hal yang benar.semuanya tampak benar dan lebih bermoral.Sekarang mari kita hapus apa yang selama ini kita yakini mengenai moralitas. Faktanya, apa yang kita pelajari tentang moralitas seringkali dimanfaatkan oleh beberapa pihak, bahkan diri kita sendiri, untuk merugikan orang lain.
Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297

Analisis Jurnal 2
“Pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi”

Pendidikan juga gagal mengembangkan nilai-nilai dalam diri peserta didik. Landasan pendidikan adalah transmisi berbagai nilai serta pengembangan nilai dan moral. Kemerosotan nilai moral tidak lepas dari sistem pendidikan saat ini. Menurut Adimassana, hal tersebut mencerminkan kegagalan pendidikan nasional dalam menanamkan nilai-nilai.Menurut Susanto, perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak besar terhadap budaya, nilai, dan agama.Nilai-nilai yang tertanam kuat dalam masyarakat saat ini mulai berubah dan ditinggalkan. Sementara itu, nilai-nilai yang digantikannya tidak selalu dilandasi oleh kepercayaan masyarakat sehingga membuat perbedaan nilai semakin subur dan membesar. bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.Dalam situasi seperti ini mungkin masuk akal untuk memikirkan pentingnya pendidikan nilai, khususnya di sekolah. Pendidikan tidak bisa menghindari penanganan nilai-nilai.Oleh karena itu, pendidikan melalui nilai-nilai menjadi program yang harus ada di setiap organisasi pendidikan dan dimanapun. Pendidikan nilai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pendidikan karena pada hakikatnya pendidikan terdiri dari pembentukan sikap, watak, dan kepribadian peserta didik.
Oleh karena itu, pendidikan harus membantu siswa mempelajari nilai-nilai dan mengintegrasikannya sepenuhnya sepanjang kehidupan. Tanpa pengetahuan yang cerdas dan bertanggung jawab terhadap nilai-nilai budaya asing, maka persepsi terhadap suatu budaya asing akan hilang sama sekali.