Kiriman dibuat oleh AHLAN SAYYID ALGHIFFARI

NAMA : AHLAN SAYYID ALGHIFFARI
NPM : 2217051017
KELAS : C
PRODI : S1 ILMU KOMPUTER

Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara untuk tetap kuat, tangguh, dan berkembang serta menghadapi ancaman yang mungkin timbul di masa depan. Dalam rangka mempertahankan ketahanan nasional, terdapat berbagai aspek yang harus diperhatikan dan diperwujudkan.

Perwujudan aspek alamiah (Trigatara):
  • Lokasi dan posisi geografis: memperhatikan keunggulan strategis dari segi darat dan laut, serta hubungan dengan negara tetangga.
  • Sumber daya alam: meningkatkan kesadaran nasional tentang pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal.
  • Keadaan dan kemampuan penduduk: meningkatkan pendidikan dan keterampilan masyarakat.
Perwujudan aspek sosial (Pancagatra):
  • Ideologi: membangun rangkaian nilai yang mencerminkan aspirasi nasional.
  • Politik: menerapkan prinsip demokrasi dan menjaga keseimbangan antara input dan output politik.
  • Ekonomi: menyediakan infrastruktur, modal, tenaga kerja, dan teknologi yang memadai.
  • Sosial budaya: melestarikan tradisi, meningkatkan pendidikan, dan menciptakan kepemimpinan yang berkualitas.
  • Pertahanan dan keamanan: melibatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara.
Ancaman ketahanan nasional merujuk pada potensi atau kemungkinan adanya tindakan atau situasi yang dapat mengancam keamanan, integritas, stabilitas, dan keberlanjutan suatu negara. Tantangan dan ancaman terhadap ketahanan nasional meliputi:

Ancaman unsur Trigatara:
  • Lokasi dan posisi geografis: ancaman yang berkaitan dengan lokasi strategis dan hubungan dengan negara tetangga.
  • Keadaan dan sumber daya alam: ancaman yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan potensi kerusakan lingkungan.
  • Kemampuan penduduk: ancaman yang muncul akibat ketidakmampuan atau kurangnya keterampilan masyarakat.
Ancaman unsur Pancagatra:
  • Ideologi: ancaman yang muncul dari perpecahan ideologi atau ekstremisme.
  • Politik: ancaman yang terkait dengan konflik politik atau ketidakstabilan dalam sistem politik.
  • Ekonomi: ancaman yang timbul akibat ketidakseimbangan ekonomi, kemiskinan, atau ketergantungan terhadap negara lain.
  • Sosial budaya: ancaman yang berkaitan dengan kehilangan identitas budaya, konflik sosial, atau rendahnya tingkat pendidikan.
  • Pertahanan dan keamanan: ancaman yang timbul dari kelemahan dalam sistem pertahanan dan keamanan, serangan dari pihak eksternal, atau gangguan dalam keamanan domestik.
ketahanan nasional merupakan upaya yang kompleks dan melibatkan banyak aspek. Untuk mencapai ketahanan nasional yang optimal, negara harus memperhatikan dan memperkuat semua aspek yang mencakup Trigatara dan Pancagatra, serta mengatasi tantangan dan ancaman yang mungkin muncul.
NAMA : AHLAN SAYYID ALGHIFFARI
NPM : 2217051017
KELAS : C
PRODI : S1 ILMU KOMPUTER

Analisis Soal (2) :

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
Artikel tersebut membahas tentang penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, dengan mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama tahun 2019 masih buruk. berdasarkan artikel ini dapat saya analisis bahwa situasi HAM di Indonesia pada tahun 2019 masih memprihatinkan. Beberapa masalah yang disorot meliputi kurangnya proses keadilan terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, pembatasan kebebasan berekspresi hingga kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM. Meskipun demikian, artikel juga menyebutkan beberapa langkah reformasi telah dilakukan oleh Indonesia untuk meningkatkan perlindungan HAM, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.
Hal positif yang dapat ditemukan setelah membaca artikel ini adalah adanya langkah-langkah reformasi yang telah diambil oleh Indonesia untuk memperbaiki penegakan HAM. Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional dan terus berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawaban:
Demokrasi Indonesia yang mengambil nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia mencerminkan keberagaman dan pluralitas dalam sistem demokrasi. Menurut saya prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa menekankan pentingnya menghormati dan mengakui adanya keberagaman budaya dan agama dalam masyarakat Indonesia.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban:
Menurut saya praktik demokrasi Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta nilai-nilai hak asasi manusia. Terdapat beberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia dan ketidaksesuaian dengan prinsip-prinsip dasar Pancasila. Meskipun demikian, Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan penegakan hak asasi manusia dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi secara lebih baik.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban:
Sikap terhadap kondisi di mana anggota parlemen melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat adalah tidak adil dan merugikan masyarakat. Anggota parlemen seharusnya mewakili suara rakyat dan bertanggung jawab untuk menjalankan kepentingan masyarakat dengan integritas dan transparansi.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban:
Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang menggerakan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dapat menimbulkan risiko terhadap hak asasi manusia. Pemenuhan hak asasi manusia membutuhkan pemerintahan yang bertanggung jawab dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi, termasuk perlindungan terhadap hak-hak individu serta pengakuan akan pentingnya keberagaman dan pluralitas dalam masyarakat.
NAMA : AHLAN SAYYID ALGHIFFARI
NPM : 2217051017
KELAS : C
PRODI : S1 ILMU KOMPUTER

Berdasarkan Video terlampir dapat saya analisis bahwa :

Geopolitik adalah studi mengenai hubungan antara faktor geografi, politik, dan kekuatan dalam menentukan dinamika dan kepentingan negara-negara di dunia. Hal ini melibatkan analisis terhadap posisi geografis, sumber daya alam, letak geopolitis, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebijakan luar negeri dan strategi kekuasaan suatu negara. Terdapat beberapa macam teori geopolitik yang telah dikembangkan oleh para ahli.
Antara lain :
- Frederich Ratzel: Teori "daratan hidup" - negara perlu memperluas wilayah untuk bertahan dan berkembang.
- Rudolf Kjellen: Konsep "negara organik" - negara sebagai entitas hidup dengan organ-organ yang berinteraksi.
- Karl Haushofer: Teori "rahsia geografi" - faktor geografis mempengaruhi kekuatan dan kebijakan negara.
- Halford Mackinder: Teori "Heartland" - kontrol Eurasia Tengah memberikan kekuatan global, dll.

Pada tingkat nasional, Indonesia memiliki konsep geopolitik yang diperkenalkan pertama kali oleh Ir. Soekarno, pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945. Konsep geopolitik Indonesia menekankan pentingnya letak geografis Indonesia sebagai negara maritim, dengan ribuan pulau yang membentang di antara dua samudra dan jalur strategis seperti Selat Malaka. Prinsip-prinsip geopolitik Indonesia meliputi keutuhan wilayah, nonblok, aktif dan mandiri dalam politik luar negeri, serta berkepribadian nasional yang kuat.

Salah satu konsep penting dalam geopolitik Indonesia adalah wawasan nusantara. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga dan memanfaatkan kekayaan alam, sumber daya laut, serta posisi geografis Indonesia sebagai jembatan maritim antara Asia Tenggara, Asia Timur, dan Pasifik. Wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia memandang laut sebagai sumber daya strategis dan jalur perdagangan yang vital, serta mempromosikan kerjasama regional dan kestabilan di kawasan.
Kehidupan negara NKRI juga mencerminkan prinsip-prinsip geopolitik Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki keunggulan dalam sumber daya alam, keberagaman budaya, dan letak geografisnya yang strategis. Hal ini memberikan peluang dan tantangan dalam mengelola kekayaan alam, menjaga persatuan dan keberagaman, serta memanfaatkan posisi geopolitis untuk memperkuat peran Indonesia dalam kancah global. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan kerjasama regional, Indonesia dapat menjadi pemain aktif dalam geopolitik dunia dan mewujudkan kepentingan nasional yang berkelanjutan.