Kiriman dibuat oleh Sharlene Eugene

Nama : Sharlene Eugene
NPM : 2255012001
Kelas : A

Pemilu serentak 2019 akan menjadi pemilu kelima di era transisi demokrasi dan pengalaman pertama bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilu parlemen bersamaan dengan pemilu presiden dan wakil presiden. Keberhasilan pemilu tidak lepas dari kemauan mereka yang berkecimpung di segala bidang, terutama bidang politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Namun, masih banyak persoalan yang dapat membahayakan penyelenggaraan pemilu yang demokratis. Oleh karena itu perlu dilakukan survei industri secara menyeluruh sebelum pemilihan negara bagian paralel pada tahun 2019 untuk mendapatkan peta lokasi operator. Kerangka keamanan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya dan politik yang relatif stabil dan stabil mendukung terselenggaranya pemilu yang demokratis.

Berdasarkan keadaan di atas, antologi ini mempertimbangkan dinamika sosial dan politik menjelang pemilu serentak 2019. Data dikumpulkan dari hasil penelitian kualitatif di sembilan kota dan tujuh provinsi. Antologi ini juga memuat hasil analisis komprehensif terhadap penyelenggaraan pemilu serentak 2019 yang diperlukan untuk pengambilan keputusan politik, termasuk minimalisasi kemungkinan ancaman pemilu terhadap pencapaian demokrasi yang terkonsolidasi. Pimpinan daerah juga bisa “bermain” dengan birokrasi, berpindah-pindah, merekrut dan menerjunkan orang-orang rahasia serta menggunakan perangkat birokrasi untuk keuntungan politik jangka pendek. Keberadaan birokrasi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, tetapi sekaligus juga untuk kepentingan politik tertentu. Hal ini umumnya menjadikan birokrasi sebagai alat untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.
NAMA : SHARLENE EUGENE
NPM : 2255012001
KELAS : A

Pada prinsipnya, sistem demokrasi memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapatnya. Itulah sebabnya demokrasi sering disebut sebagai sistem yang berisik. Meskipun demokrasi keras, itu dipraktikkan oleh banyak negara. Demokrasi dapat menjaga keamanan dan kemakmuran dalam jangka panjang. Selain itu, menurut peneliti, negara-negara demokrasi memiliki penegakan HAM yang tinggi, tingkat korupsi yang lebih rendah, dan warga negaranya lebih sehat dan bahagia daripada negara-negara non-demokratis. Namun baru-baru ini, banyak situasi baru dan unik di abad ke-21 telah menggoyahkan "keyakinan" terhadap demokrasi.