Kiriman dibuat oleh Tarisa Seilvia

Kelas 2E -> FORUM ANALISIS DISKUSI KELOMPOK

oleh Tarisa Seilvia -
Izin ibu dan rekan' mahasiswa saya untuk menjawab pertnyaan dari saudari Dini

Nama : Tarisa seilvia
Npm : 2213053086

Jawabanya ;
Contoh integrasi nasional adalah toleransi di antara sesama manusia. Baik antar individu maupun kelompok hendaknya kita saling bertoleransi demi mewujudkan integrasi nasional. Misalnya, menghormati orang lain yang memiliki agama dan suku yang berbeda.

Kelas 2E -> FORUM ANALISIS DISKUSI KELOMPOK

oleh Tarisa Seilvia -
Izin menjawa ibu dan rekan' mahasiswa
Terima kasih kepada saudari Anisa zatun yang sudah bertnya kepada kelmpk kami
Nama : Tarisa Seilvia
Npm : 2213053086

Jawabnya : cara untuk mempertahankan integrasi nasional pada kalangan remaja yakni sebagai berikut ;
1.Tidak berperilaku rasis
2.Memberikan kebebasan beragama kepada orang lain
3,Bertindak adil kepada sesama
4.Bertindak sesuai peraturan yang berlaku baik di sekolah, masyarakat, berbangsa dan bernegara
5.Menumbuhkan sikap tenggang rasa
6.Aktif ikut serta dalam kegiatan masyarakat
7.Bersikap penuh empati, tegar rasa, dan toleran terhadap antar sesama manusia
8. kewajiban dan amanah di lingkungan manapun dengan sebaik mungkin
9. Tidak bertindak semena-mena atas dasar kuasa yang dimiliki
10. Tidak menciptakan kelompok-kelompok tertentu yang dapat mengancam integritas bangsa.

Maka dari itu jika integrasi bangsa terancam, maka Indonesia akan mengalami kekacauan bahkan kehancuran yang dapat membahayakan masyarakat.

Apakah jawaban saya sudah jelas kepada saudari Anisa?

Kelas 2E -> FORUM ANALISIS DISKUSI KELOMPOK

oleh Tarisa Seilvia -
Nama : Tarisa seilvia
Npm : 2213053086
Kelas : 2E

Analisis video
Kewarganegaraan Identitas integrasi Nasional

• Identitas ini tujuannya supaya kita mengetahui identitas kita sebagai bangsa Indonesia, karena bangsa Indonesia ini terdiri dari Banyak suku bangsa yang memperbedakan agama budaya dan ras. Maka perlu adanya suatu upaya mengintegrasikan atau menyatukan.

•Identitas Nasional
adalah suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh serta berkembang di dalam macam-macam aspek kehidupan dari ratusan suku.

• Hakikat identitas nasional
Di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila. Karena Pancasila itu sendiri merupakan aktualisasi yang tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti yang luas.

• unsur Identitas Nasionalis
a). Suku bangsa
b). Agama
c). Budaya
4). Bahasa

• Identitas Pundamental
Ialah Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai ideologi negara
• Identitas instrumental
Ialah undang-undang dasar negara Republik indonesia 1945.
• identitas alamiah
Yaitu meliputi kepulauan serta pluralisme dalam suku, budaya, bahasa,agama, dan kepercayaan.

• Integrasi nasional
Poin yang dapat dari integrasi nasional yaitu penyesuaian unsur yang berbeda.

• Faktor pendorong
1. Sejarah
2. Cinta Tanah Air
3. Rela berkorban
4. Konsensus Nasional

• Faktor Penghambat
1. Hetrogen
2. Etnosentrisme
3. Ketimpangan
4. Ganguan Luar

• Bentuk integrasi Nasional
1. Asimilasi adalah pembauran kebudayaan yang di sertai ciri khas kebudayaan asli.
2. Akulturasi terimaan sebagian ununsur-unsur Asing tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.

• definisi integrasi menurut Mayron Wenner ( 1971)
1. Menyatukan kelompok budaya
2. Pembentukan wewenang kekuasaan
3. Menghubungkan pemerintah dan yang diperintah
4. Konsensus terhadap nilai
5. Prilaku yang terintegrasi

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Tarisa Seilvia -
Nama : Tarisa seilvia
Npm : 2213053086
Kelas : 2E

Post tes jurnal pertemuan 3

Judul : INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Oleh : Agus Maladi Irianto
Keywords: national integration, ethnocentrism and conflict of interest

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk
kebudayaan yang berlangsung demikian
kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu
bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak
semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Sedangkan dilihat dari aspek ruang juga bukan hanya satu atau tunggal, tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga
wujudnya akan selalu tergantung dari proses
yang membentuknya.

• Intergrasi Nasional Versus Otonomi
Daerah
Konsep integrasi
nasional pada dasarnya sejalan kondisi
Indonesia pada saat ini. Ketika terjadi
konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia.

• Etnosentrime merupakan
kecenderungan untuk berfikir bahwa budayaetniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Segala sudut sesuatu dilihat dari sudut pandang etniknya sendiri. Etnosentrisme kian menguat justru
ditopang dengan kebijakan negara yang
mengembangkan otonomi daerah dan
pemekaran daerah. Semangat otonomi
daerah dan pemekaran daerah menjadi
berjalan seiring dengan menguatnya
etnosentrisme. Sebagai contoh, Setiap
provinsi dan setiap kabupaten ingin
mendirikan sekolah sendiri baik pada tingkat
dasar, tingkat menengah, bahkan pada tingkat perguruan tinggi. Para siswa dan
bahkan para mahasiswa yang belajar praktis
berasal dari daerah yang sama dan juga dari
latar belakang budaya yang sama. Hal ini
dalam jangka panjang bukannya tak mungkin akan menyebabkan menyempitnya
rasa integrasi nasional, karena integrasi
cenderung lebih didasarkan pada faktorfaktor etnis dan faktor daerah semata.

• Demikian pula demokrasi pemerintahan yang seharusnya dapat menjadi tempat pergaulan lintas-budaya dan lintas-etnis, sekarang menghadapi bahaya bahwa tiap daerah menuntut agar posisiposisi birokratis ditempati oleh putra daerahnya sendiri.