གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Katherine Zeta Maulia Katherine Zeta Maulia

Katherine Zeta Maulia
2207051016

A. 1.) Sila pertama, dalam mengembangkan IPTEK, kita sebagai umat beragama tidak boleh lupa dengan pencipta kita, maka haruslah kita bersyukur dan senantiasa beribadah. Karena tanpa adanya rasa syukur ataupun tanpa didampingi agama, maka ilmu yang kita dapat maupun beri akan mencederai saudara-saudara kita maupun makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

2.) Sila kedua, tanpa adanya adab dalam mengembangkan dan membagikan ilmunya, maka ilmu tersebut akan sulit diterima oleh orang banyak.

3.) Sila ketiga, sebagai negara dengan beragam suku, budaya, bahasa, dan agama, IPTEK haruslah dibuat dengan tujuan membangun rasa nasionalisme serta bersatunya negara kita.

4.) Sila keempat, setiap warga negara bebas berkontribusi dengan baik dalam mengembangkan IPTEK, terbuka dalam menerima maupun menyampaikan kritik terhadap masing-masing ilmu yang diberi.

5.) Sila kelima, perkembangan IPTEK harus adil dan tidak berat sebelah dan tidak memikirkan kepentingan sendiri.

B. Harapannya untuk pemimpin agar bisa lebih tegas lagi dalam memimpin bangsa Indonesia supaya tidak kehilangan identitasnya di era globalisasi ini yang perkembangan IPTEK nya melaju cepat, dan untuk para warga negara serta ilmuwan agar lebih akur, saling mengerti, saling berkontribusi, dan saling membantu satu sama lain agar ke depannya kemajuan IPTEK bangsa Indonesia lebih maju lagi tanpa menghilangkan ciri khas bangsa Indonesia itu sendiri.
Katherine Zeta Maulia
2207051016

1. Berita hoax sangatlah merugikan orang banyak. Untuk mengantisipasinya, hukum untuk para oknum pembuat berita hoax harus dipertegas lagi. Para pembaca juga harus lebih bijak lagi dalam membaca berita, cek kembali dan sesuaikan pada fakta yang ada dan sumber yang terpercaya.

2. Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial membuat Indonesia perlahan kehilangan ciri khasnya, oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia haruslah menyaring kembali perkembangan iptek dengan menjadikan Pancasila sebagai penyaring maupun rambu normatif sehingga Indonesia tidak kehilangan identitasnya.

3. Agar terhindar dari sikap konsumerisme, kita sebagai konsumen harus menyaring kembali apa yang harus dijadikan prioritas, jangan terlalu termakan gengsi dan gaya hidup. Lalu sebagai mahasiswa dengan progam studi yang saya ambil, haruslah kita semangat agar tidak kalah saing dengan IPTEK dari negara lain, kita bisa mengembangkan IPTEK, contohnya dengan mengembangkan lagi teknologi-teknologi di negara Indonesia tanpa menghilangkan identitas bangsa Indonesia itu sendiri.
Katherine Zeta Maulia
2207051016

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan kemudahan pada kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari, namun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang juga dapat menimbulkan dampak negatif dan mengancam nilai-nilai maupun ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia karena kemajuan IPTEK sekarang telah di dominasi oleh negara-negara barat.

Oleh karena itu, seiring berkembangnya IPTEK, haruslah didampingi oleh pancasila sebagai rambu normatif agar kita mampu mengendalikan diri sehingga tidak melenceng dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Katherine Zeta Maulia
2207051016

Pada era globalisasi ini, banyak ilmuan serta negara berlomba-lomba untuk mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hal itu tentu saja kini mempermudah kita dalam belajar, bersosialisasi, serta aspek-aspek lain pun sudah mulai mudah karena kemajuan IPTEK yang pesat ini.

Namun tidak hanya dampak positif saja, pesatnya kemajuan IPTEK pada era globalisasi ini juga menimbulkan dampak negatif, seperti mudahnya masuk budaya luar negeri ke dalam negeri dan sebagian besar generasi-generasi penerus bangsa sekarang sudah mulai mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Maka dari itu, penting sekali Pendidikan Pancasila sebagai penyaring dan tolak ukur dalam mendampingi berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agar bangsa Indonesia tidak terpengaruh budaya luar, tidak krisis moral, tidak terpecah-belah, serta tidak kehilangan ciri khas dan identitasnya.