Tasya Putri Andini_2256031009
Kiriman dibuat oleh Tasya Putri Andini
Tasya putri andini (2256031009) Paralel
REVIEW JURNAL
Judul
Pernanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan di Indonesia
Jurnal
Nurani Hukum
Volume & Halaman
Volume 3 No. 1
Tahun
2020
Penulis
Ariesta Wibisono Anditya (2256031009
Reviewer
Tasya Putri Andini
Tanggal
11 November 2022
Abstrak
Jurnal yang berjudul “Pernanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan di Indonesia” ini langsung menuju ke topik bahasan yang akan dibahas oleh penulis, sehingga pembaca semakin mudah untuk memahami jurnal ini.
Abstrak dari jurnal ini berisi tentang penjelasan bahwa media massa sebagai pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Namun, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia.
Pendahuluan
Pendahuluan pada jurnal ini menjelaskan tentang kekuatan media massa dalam control sosial. Pada awal pendahuluan dijelaskan mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan penegrtian media massa.
Media massa mempunyai peran yang strategis dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum. Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Barda Nawawi Arief mendukung pencegahan melalui media massa karena kebijakan penal memiliki keterbatasan. Meski demikian, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia. Artikel ini akan membahas mengenai bagaimana peran media massa pada masa kini menciptakan keharmonisan sosial sebagai alternatif dari hukum pidana retributif.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode normatif, yaitu penelitian yang mendasarkan pada kajian norma yang ada pada sistem hukum. Hukum ditelaah asas-asasnya, dijabarkan dari undang-undang, peraturan yang terkait. Norma-norma terkait media massa disandingkan dengan asas-asas serta doktrin mengenai kontrol sosial oleh media massa untuk dianalisis berdasarkan penanaman nilai-nilai Pancasila pada kehidupan masyarakat Indonesia.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan sosial (social approach), serta pendekatan asas. Analisis dan pembahasan disajikan secara deskriptif-eksplanatoris yaitu dengan menjabarkan temuan asas-asas, doktrin, teori dengan peristiwa yang terjadi serta memberikan penjelasan dengan rinci.
Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian jurnal ini menyatakan bahwa Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Media massa berdasarkan tinjauan pustaka oleh penulis, hanya memberikan pemuas informasi kepada masyarakat, artinya, masyarakat hanya terpuaskan keingintahuannya saja mengenai berita hukum melalui sajian gambar maupun suara tanpa terdorong pembentukan kepribadiannya. Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.
REVIEW JURNAL
Judul
Pernanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan di Indonesia
Jurnal
Nurani Hukum
Volume & Halaman
Volume 3 No. 1
Tahun
2020
Penulis
Ariesta Wibisono Anditya (2256031009
Reviewer
Tasya Putri Andini
Tanggal
11 November 2022
Abstrak
Jurnal yang berjudul “Pernanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan di Indonesia” ini langsung menuju ke topik bahasan yang akan dibahas oleh penulis, sehingga pembaca semakin mudah untuk memahami jurnal ini.
Abstrak dari jurnal ini berisi tentang penjelasan bahwa media massa sebagai pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Namun, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia.
Pendahuluan
Pendahuluan pada jurnal ini menjelaskan tentang kekuatan media massa dalam control sosial. Pada awal pendahuluan dijelaskan mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan penegrtian media massa.
Media massa mempunyai peran yang strategis dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum. Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Barda Nawawi Arief mendukung pencegahan melalui media massa karena kebijakan penal memiliki keterbatasan. Meski demikian, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia. Artikel ini akan membahas mengenai bagaimana peran media massa pada masa kini menciptakan keharmonisan sosial sebagai alternatif dari hukum pidana retributif.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode normatif, yaitu penelitian yang mendasarkan pada kajian norma yang ada pada sistem hukum. Hukum ditelaah asas-asasnya, dijabarkan dari undang-undang, peraturan yang terkait. Norma-norma terkait media massa disandingkan dengan asas-asas serta doktrin mengenai kontrol sosial oleh media massa untuk dianalisis berdasarkan penanaman nilai-nilai Pancasila pada kehidupan masyarakat Indonesia.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan sosial (social approach), serta pendekatan asas. Analisis dan pembahasan disajikan secara deskriptif-eksplanatoris yaitu dengan menjabarkan temuan asas-asas, doktrin, teori dengan peristiwa yang terjadi serta memberikan penjelasan dengan rinci.
Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian jurnal ini menyatakan bahwa Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Media massa berdasarkan tinjauan pustaka oleh penulis, hanya memberikan pemuas informasi kepada masyarakat, artinya, masyarakat hanya terpuaskan keingintahuannya saja mengenai berita hukum melalui sajian gambar maupun suara tanpa terdorong pembentukan kepribadiannya. Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.
Tasya andini (2256031009) Paralel
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawaban:
Etika politik merupakan salah satu cabang etika yang membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan obyek formal etika, yaitu tinjauan kehidupan politik berdasarkan prinsip-prinsip dasar etika. Obyek materialnya meliputi legitimasi negara, hukum, kekuasaan, dan penilaian kritis terhadap legitimasi-legitimasi tersebut. Pancasila sebagai etika politik didasarkan atas sila-sila yang terkandung di dalamnya, yang nilai-nilainya telah dijelaskan. Sejauh ini nilai-nilai ideal Pancasila belum sepenuhnya diterapkan dalam kenyataan terutama dalam kegiatan penyelenggaraan negara. Seorang tokoh B\bernama Gandhi pernah mengatakan bahwa adanya ancaman yang mematikan dari “tujuh dosa sosial” yakni : politik tanpa prinsip, kekayaan tanpa kerja keras, perniagaan tanpa moralitas, kesenangan tanpa nurani, pendidikan tanpa karakter, sains tanpa humanitas dan peribadatan tanpa pengorbanan, Latif (dalam pendidikan pancasila : 2014). Keadaan ini seakan mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, dimana setiap warga berlomba menghianati bangsa dengan sikap-sikap yang jelas tidak sesuai dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa. Ketidakpahaman masyarakat akan nilai-nilai Pancasila menjadi masalah utama dalam mendasari perilaku-perilaku yang menyimpang di Indonesia. Setiap warganegara mampu menyebutkan makna dari setiap butir Pancasila tetapi tidak mampu mewujudkannya dalam kegiatan sehari-hari. Kurangnya kesadaran akan pentingnya penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta kurangnya usaha untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri masing-masing individu merupakan penyebab awal generasi bangsa melakukan penyimpangan-penyimpangan termasuk penyimpangan etika politik. Etika politik yang seharusnya berdasarkan pada butir-butir sila Pancasila semakin diabaikan dan kalah oleh keinginan serta kepentingan individu dalam berpolitik. Perubahan pola pikir masyarakat yang semakin meninggalkan makna dari Pancasila dipengaruhi oleh masuknya budaya barat yang menggerus rasa nasionalisme bangsa. Hal ini menyebabkan masyarakat mengabaikan nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari terutama kegiatan politik yang bertujuan menciptakan keadilan dalam suatu negara.
2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Jawaban:
Perubahan zaman menyebabkan etika generasi muda saat ini kurang baik, hal ini dikarenakan perubahan zaman yang tercampur oleh globalisasi, sehingga banyak budaya luar yang masuk ke bangsa Indonesia. Etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia tercantum dalam Pancasila. Namun, generasi muda saat ini dapat dikatakan krisis etika dan mengabaikan nilai-nilai yang tercantum di dalam Pancasila. Sejak zaman dahulu, etika masyarakat Indonesia adalah menghargai dan mengjormati orang yang lebih tua, namun saat ini dapat dilihat dari lingkungan sekitar saya bahwa generasi muda kurang menghargai dan menghormati orang yang lebih tua. Dalam upaya mengatasi dekadensi moral yang dapat dilakukan adalah dengan menanamkan Pendidikan karakter sejak dini. Melihat perubahan zaman yang memudahkan budaya asing masuk ke Indonesia menuntut orang tua untuk dapat menanamkan Pendidikan karakter kepada anaknya sejak dini. Pendidikan karakter akan lebih mudah dilakukan apabila ditanamkan sejak anak usia dini. Pendidikan karalter yang paling mendasar adalah dengan menanamkan pemahaman nilai-nilai moral dan etika seperti, sopan santun, toleransi, mencintai budaya local, kejujuran, dan lainnya. Dengan menanamkan Pendidikan karakter sejak dini maka generasi penerus bangsa akan memiliki karakter yang baik dimasa mendatang. Selain itu, instansi Pendidikan juga memiliki peran penting untuk menanamkan Pendidikan karakter kepada generasi muda saat ini,. Hal ini dikarenakan sebagian hidup anak muda dihabiskan di instansi Pendidikan, sehingga para pendidik perlu memiliki pemahaman tentang pentingnya pendidikan karakter dan menanmkannya kepada generasi muda.
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawaban:
Etika politik merupakan salah satu cabang etika yang membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan obyek formal etika, yaitu tinjauan kehidupan politik berdasarkan prinsip-prinsip dasar etika. Obyek materialnya meliputi legitimasi negara, hukum, kekuasaan, dan penilaian kritis terhadap legitimasi-legitimasi tersebut. Pancasila sebagai etika politik didasarkan atas sila-sila yang terkandung di dalamnya, yang nilai-nilainya telah dijelaskan. Sejauh ini nilai-nilai ideal Pancasila belum sepenuhnya diterapkan dalam kenyataan terutama dalam kegiatan penyelenggaraan negara. Seorang tokoh B\bernama Gandhi pernah mengatakan bahwa adanya ancaman yang mematikan dari “tujuh dosa sosial” yakni : politik tanpa prinsip, kekayaan tanpa kerja keras, perniagaan tanpa moralitas, kesenangan tanpa nurani, pendidikan tanpa karakter, sains tanpa humanitas dan peribadatan tanpa pengorbanan, Latif (dalam pendidikan pancasila : 2014). Keadaan ini seakan mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, dimana setiap warga berlomba menghianati bangsa dengan sikap-sikap yang jelas tidak sesuai dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa. Ketidakpahaman masyarakat akan nilai-nilai Pancasila menjadi masalah utama dalam mendasari perilaku-perilaku yang menyimpang di Indonesia. Setiap warganegara mampu menyebutkan makna dari setiap butir Pancasila tetapi tidak mampu mewujudkannya dalam kegiatan sehari-hari. Kurangnya kesadaran akan pentingnya penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta kurangnya usaha untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri masing-masing individu merupakan penyebab awal generasi bangsa melakukan penyimpangan-penyimpangan termasuk penyimpangan etika politik. Etika politik yang seharusnya berdasarkan pada butir-butir sila Pancasila semakin diabaikan dan kalah oleh keinginan serta kepentingan individu dalam berpolitik. Perubahan pola pikir masyarakat yang semakin meninggalkan makna dari Pancasila dipengaruhi oleh masuknya budaya barat yang menggerus rasa nasionalisme bangsa. Hal ini menyebabkan masyarakat mengabaikan nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari terutama kegiatan politik yang bertujuan menciptakan keadilan dalam suatu negara.
2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Jawaban:
Perubahan zaman menyebabkan etika generasi muda saat ini kurang baik, hal ini dikarenakan perubahan zaman yang tercampur oleh globalisasi, sehingga banyak budaya luar yang masuk ke bangsa Indonesia. Etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia tercantum dalam Pancasila. Namun, generasi muda saat ini dapat dikatakan krisis etika dan mengabaikan nilai-nilai yang tercantum di dalam Pancasila. Sejak zaman dahulu, etika masyarakat Indonesia adalah menghargai dan mengjormati orang yang lebih tua, namun saat ini dapat dilihat dari lingkungan sekitar saya bahwa generasi muda kurang menghargai dan menghormati orang yang lebih tua. Dalam upaya mengatasi dekadensi moral yang dapat dilakukan adalah dengan menanamkan Pendidikan karakter sejak dini. Melihat perubahan zaman yang memudahkan budaya asing masuk ke Indonesia menuntut orang tua untuk dapat menanamkan Pendidikan karakter kepada anaknya sejak dini. Pendidikan karakter akan lebih mudah dilakukan apabila ditanamkan sejak anak usia dini. Pendidikan karalter yang paling mendasar adalah dengan menanamkan pemahaman nilai-nilai moral dan etika seperti, sopan santun, toleransi, mencintai budaya local, kejujuran, dan lainnya. Dengan menanamkan Pendidikan karakter sejak dini maka generasi penerus bangsa akan memiliki karakter yang baik dimasa mendatang. Selain itu, instansi Pendidikan juga memiliki peran penting untuk menanamkan Pendidikan karakter kepada generasi muda saat ini,. Hal ini dikarenakan sebagian hidup anak muda dihabiskan di instansi Pendidikan, sehingga para pendidik perlu memiliki pemahaman tentang pentingnya pendidikan karakter dan menanmkannya kepada generasi muda.