Posts made by Aliya Zalfa Putri

Nama : ALIYA ZALFA PUTRI
NPM : 2217051042
Kelas : D
Prodi : S1 ILMU KOMPUTER

Analisis Kasus Awan Gelap untuk HAM di Indonesia:

  1. Situasi yang buruk terkait HAM di Indonesia pada tahun 2019: Berbagai lembaga, seperti Komisi Nasional HAM dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM pada tahun 2019 masih buruk. Terdapat pelanggaran HAM berat di masa lalu yang belum mendapatkan proses keadilan dan akuntabilitas. Selain itu, pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama semakin kuat dengan aturan dan praktik yang sewenang-wenang. Diskriminasi berbasis gender juga masih mengakar, dan hak-hak perempuan sering kali dilanggar dengan pernyataan pejabat yang diskriminatif. Penjatuhan hukuman kejam, termasuk vonis mati dan eksekusi di luar pengadilan, juga masih berlangsung. Pelanggaran HAM ini khususnya meningkat tajam di Papua.

  2. Beberapa perkembangan positif dan harapan ke depan: Meskipun situasi HAM pada tahun 2019 terlihat suram, terdapat beberapa perkembangan positif yang dapat menjadi harapan ke depannya. Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi untuk memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Salah satu contohnya adalah meratifikasinya hampir semua perjanjian HAM internasional dan komitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya. Selain itu, gerakan masyarakat seperti penolakan reklamasi Teluk Benoa di Bali dan perlawanan komunitas masyarakat pegunungan di Kendeng, Jawa Tengah, menunjukkan adanya kontrol sosial terhadap kekuasaan negara.

  3. Tantangan dan upaya yang perlu dilakukan: Masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi terkait HAM di Indonesia. Penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu melalui jalur rekonsiliasi menjadi penting, tetapi harus diiringi dengan pengungkapan kebenaran agar tidak membuka jalan bagi pelanggaran baru dan impunitas. Terkait situasi di Papua, penyelesaian kasus-kasus kejahatan HAM yang telah diselidiki oleh Komnas HAM, seperti Kasus Wasior dan Wamena, masih belum mendapatkan kepastian penyelesaiannya. Selain itu, persoalan seperti rasisme, kemiskinan, ketidaksetaraan akses ekonomi, kesehatan, dan pendidikan juga masih perlu mendapatkan perhatian. Pilar penegakan HAM oleh masyarakat sipil juga menjadi krusial, dengan memastikan pemenuhan indikator HAM dan memberikan kritik terhadap kebijakan yang didasarkan pada asumsi moralitas dan populisme tanpa didukung oleh data dan ilmu.

Secara keseluruhan, situasi HAM di Indonesia pada tahun 2019 masih memperlihatkan beberapa kelemahan dan pelanggaran, namun terdapat juga beberapa perkembangan positif yang memberikan harapan ke depannya

ANALISIS SOAL :

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab : Artikel tersebut menggambarkan kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Terdapat pelanggaran HAM berat di masa lalu dan yang masih berlangsung, terutama di Papua. Pembatasan kebebasan dan ancaman rezim otoritarian juga menjadi perhatian. Namun, ada perkembangan positif seperti reformasi, meratifikasi perjanjian HAM internasional, dan perlawanan masyarakat. Artikel ini menunjukkan perlunya penegakan HAM yang lebih baik dan memberikan harapan untuk masa depan yang lebih baik dalam hal HAM di Indonesia.

Setelah membaca artikel tersebut, hal positif yang dapat diambil adalah kesadaran terhadap perlunya penegakan HAM yang lebih baik di Indonesia. Meskipun terdapat tantangan dan pelanggaran yang masih terjadi, terdapat juga upaya dan langkah-langkah yang dilakukan untuk meningkatkan perlindungan HAM. Reformasi, meratifikasi perjanjian HAM internasional, dan perlawanan masyarakat adalah beberapa contoh tindakan positif yang dapat menjadi harapan untuk masa depan yang lebih baik dalam hal penegakan HAM di Indonesia.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia!  Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi  Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?

Jawab : Dalam artikel tersebut, tidak secara langsung dibahas mengenai nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia dalam konteks demokrasi. Namun, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa tercermin dalam konstitusi Indonesia, yaitu Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengakui keberadaan Tuhan dan menempatkan-Nya sebagai landasan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah sebagai berikut. Prinsip ini menunjukkan adanya pengakuan terhadap keberagaman agama di Indonesia dan pentingnya moralitas dalam menjalankan demokrasi. Hal ini mencerminkan bahwa demokrasi di Indonesia dihubungkan dengan nilai-nilai keagamaan yang melandasi kehidupan bermasyarakat.

Namun, perlu diingat bahwa prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa tidak mengarah pada negara agama. Indonesia tetap menganut prinsip kebebasan beragama dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, termasuk kebebasan beragama dan berkeyakinan. Prinsip ini menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam menjalankan demokrasi, namun juga menghormati kebebasan beragama setiap individu.

Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa menjadi salah satu pilar dalam membangun harmoni dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Hal ini mencerminkan upaya untuk menciptakan demokrasi yang inklusif, menghormati keragaman agama, dan mengedepankan nilai-nilai moral dalam tata kelola negara dan kehidupan berbangsa.

C.  Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

Jawab : Praktik demokrasi di Indonesia saat ini masih menjadi perdebatan dan tergantung pada sudut pandang yang digunakan. Beberapa pihak berpendapat bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah positif dalam memperkuat demokrasi dan memajukan hak asasi manusia, seperti pemilihan umum yang relatif bebas dan adil serta kebebasan media yang lebih besar. Namun, masih ada isu-isu yang menjadi perhatian, termasuk pembatasan kebebasan berekspresi, intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis, serta perlindungan yang kurang memadai bagi hak-hak minoritas dan masyarakat adat. Selain itu, ada kekhawatiran mengenai transparansi dalam pengambilan keputusan politik, tingkat korupsi yang tinggi, dan tantangan dalam penegakan hukum yang adil dan independen.

Penting untuk terus melakukan evaluasi terhadap praktik demokrasi di Indonesia dan memperjuangkan peningkatan perlindungan hak asasi manusia serta keadilan dalam sistem politik negara.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Jawab : Tindakan tersebut tidak benar karena dalam konteks demokrasi yang sehat, anggota parlemen seharusnya bertindak sebagai perwakilan rakyat dan menjalankan tugas mereka dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Jika anggota parlemen menggunakan posisinya untuk melaksanakan agenda politik pribadi yang bertentangan dengan kepentingan nyata masyarakat, hal ini dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip demokrasi yang sehat dan dapat merugikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dari masyarakat adalah penting dalam memastikan bahwa anggota parlemen benar-benar mewakili suara rakyat dan mengedepankan kepentingan umum.

E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Jawab : Menurut pendapat saya, penggunaan kekuasaan kharismatik yang memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat, dengan mengorbankan hak asasi manusia, merupakan masalah serius dalam demokrasi dewasa saat ini. Prinsip demokrasi menuntut penghormatan terhadap hak asasi manusia yang meliputi kebebasan dan perlindungan individu. Penting untuk memastikan kekuasaan tidak disalahgunakan dan mempromosikan partisipasi aktif serta pendidikan masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

Nama : ALIYA ZALFA PUTRI
NPM : 2217051042
Kelas : D
Prodi : S1 ILMU KOMPUTER

Menurut analisis yang saya dapatkan dari video tersebut, dapat disimpulkan bahwa geopolitik adalah ilmu yang menghubungkan kebijakan negara dengan masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa. Beberapa tokoh telah mengemukakan berbagai macam teori geopolitik, antara lain Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer, Halford Mackinder, Alfred Thayer Mahan, Guilio Douhet, William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller.

Konsep geopolitik Indonesia menekankan penggunaan Pancasila sebagai dasar dalam menentukan kebijakan nasional terkait dengan masalah geografi wilayah Indonesia. Konsep ini diperkenalkan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945. Prinsip geopolitik di Indonesia menekankan pada pembangunan kesatuan bangsa dalam suatu wilayah dan bukan hanya memperhatikan aspek wilayah semata.

Selain itu, wawasan nusantara juga menjadi bagian dari geopolitik Indonesia yang mengacu pada kesatuan dan keutuhan wilayah Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan republik. Pandangan bangsa Indonesia tentang kepulauan nusantara juga mencakup kesatuan politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan keamanan. Sebagai negara kesatuan, kesatuan wilayah Indonesia mencakup kesatuan politik, hukum, sosial-budaya, dan pertahanan keamanan, dan memiliki keunggulan dalam jumlah dan potensi penduduk yang besar, keanekaragaman sosial budaya, dan letak wilayah yang strategis.