གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Restu Krisdahyanto

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Artikel 14 a dan 14 b

Restu Krisdahyanto གིས-
Restu Krisdahyanto (2216031145) Reg A

1. Menurut Saya berdasarkan artikel 14A, Kita sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK. Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia. Menanamkan selalu nilai-nilai luhur Pancasila bisa menjadi pelindung dari halhal negatif yang ada di tengah peradaban baru. Manfaatkan perkembangan IPTEK dengan optimal untuk kemajuan bangsa tanpa melupakan Pancasila sebagai pedoman hidup. Jangan sampai ilmu pengetahuan dan teknologi dibiarkan berkembangkan begitu saja tanpa berakar pada ideologi itu sama halnya menjadikan IPTEK tanpa arah dan orientasi yang jelas yang bisa saja membawa kehancuran bagi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

2. Menurut Saya berdasarkan artikel 14B, Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Restu Krisdahyanto གིས-
Restu Krisdahyanto (2216031145) Reg A

Judul : URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Journal : Syariati Jurnal Studi Al-Quran dan Hukum
Volume dan Halaman : Vol. IV No. 02, Hal 214 -2021
Tahun : 2018
Penulis : Ika Setyorini
Kata kunci : Indonesia, Pancasila, Technology, Value.
Permasalahan: Kontek pengembangan ilmu pengetahuan menegarahi bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang dilihatnya, hal ini ditegaskan bahwa kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah) karena kebenaran itu tidak makin bertambah dari waktu kewaktu. Adapun kemjuan itu bersifat comulative (bertambah), artinya kemajuan itu selalu berkembang dari waktu kewaktu. Agama, filsafat dan kesenian termasuk dalam katagori noncomulative, sedangkan fisika, teknologi,kedokteran termasuk dalam katagori comulative. (Koentowijoyo, 2006: 4). Oleh karena itu, reaksi iptek dan budaya merupakan persoalan yang seringkali mengundang perdebatan. Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana urgensi tentang penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembnagan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Tujuan Penulisan : Diharapkan melalui tulisan ini diharapkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat menjadi rambrambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia..
Objek Penulisan: Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Hasil Penulisan : Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilainilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai ramburambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Kelebihan Jurnal : Pembahasan yang terdapat dalam tulisan sudah sesuai dengan kajian yang telah dirumuskan.
Kekurangan Jurnal : Hasil penulisan terlalu bersifat teoritis dan kurang bisa menggambarkan kondisi yang sebenarnya dalam hubungan antara Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Artikel pertemuan 13

Restu Krisdahyanto གིས-
Restu Krisdahyanto (2216031145) Reg A

Menurut saya pancasila sebagai sumber etika dalam konsep dan pelaksanaan kerja profesional sumber daya manusia Indonesia harus menjadi ruh utama dalam perumusan Kode Etik Profesi yang meliputi aspek etika, moral dan hukum. Dengan begitu, SDM Indonesia akan memiliki kekhasan sebagai manusia yang adaptif terhadap teknologi dengan keunggulan karakter dan integritas pancasila. Semua ini merupakan paket revolusi 4.0 yang akan menantang Pancasila sebagai ideologi. Pada era revolusi 4.0 Pancasila dengan segenap nilai yang melekat padanya harus berhadapan dengan perkembangan sains dan teknologi beserta paradigma berpikir masyarakat Indonesia. Sehingga dapat dikatakan posisi Pancasila sebagai ideologi sangat terancam posisinya apabila revolusi industri 4.0 tidak disikapi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia secara hikmat penuh kebijaksanaan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa yang menjadi pokok pertama tantangan dan penguatan ideologi Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah dengan meningkatkan Sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Hal lain juga akan menjadi tantangan jika perkembangan ideologi berjalan jauh lebih lamban dari proses perubahan masyarakat. Umpamanya perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industry modern. Suasana seperti itu biasanya menyebabkan ketegangan dalam interaksi, karena kehadiran kesenjangan yang makin melebar antara ideologi yang lamban memperbaharui relevansinya dengan realita baru kehidupan masyarakat yang cepat prosesnya. Masyarakat dengan realita barunya berkembang sendiri meninggalkan ideologinya, karena ideologi itu dirasakan tidak relevan lagi dengan dirinya, meskipun secara formal mereka masih berpura-pura mengakui dan menerimanya. Secara substantif ia tidak lagi menjiwai realita baru kehidupan mereka, dan oleh karena itu nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi itu kehilangan maknanya sebagai pengarah atau pemandu proses pembangunan masyarakatnya.
Ini adalah tantangan dan penguatan ideologi Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yaitu :
1. Membumikan Pancasila dalam perkembangan revolusi 4.0. dengan cara, meningkatkan Pemahaman Pancasila, mengurangi eksklusivisme sosial, mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan wawasan Pancasila bagi penyelenggara Negara serta menjadikan Pancasila sebagai keteladanan dalam menghadapi revolusi industri 4.0
2. Penguatan Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah dengan meningkatkan Sumber daya manusia Indonesia yang unggul sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
3. Mempertahankan eksistensi Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia.
Lalu tantangan yang selanjutnya dihadapi dalam proses penanaman nilai-nilai Pancasila pada era revolusi industri 4.0 saat ini adalah salah satunya terletak pada peserta didik yang sudah tidak dapat terlepas dari Handphone dan Gadjet. Mereka dengan mudah mendapatkan informasi-informasi dari luar melalui internet yang terkadang informasi tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun hal tersebut juga dapat diatasi dengan cara memanfaatkan perkembangan informasi serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjadi media dalam penanaman dan penguatan Pancasila di era revolusi industri 4.0. Guru dan dosen dituntut untuk dapat lebih kreatif dalam mengembangkan metode pembelajaran pendidikan Pancasila melalui media pembelajaran, seperti membuat game serta film animasi yang mangajarkan nilai-nilai Pancasila dan sekaligus dapat pula membentuk karakter peserta didik.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi 2

Restu Krisdahyanto གིས-
Restu Krisdahyanto (2216031145) Reg A

Menurut saya kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Karena dengan teknologi yang semakin canggih, maka biaya atau modal yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit karena penggunaan energi yang semakin efisien dan hal tersebut akan meningkatkan keuntungan dan pertumbuhan ekonomi bagi negara Indonesia. Lalu Investasi dan reinvestasi akan berlangsung secara besar-besaran karena banyak orang yang tertarik terhadap teknologi tersebut yang akan menyebabkan semakin meningkatkan lagi produktivitas ekonomi di Indonesia.

Namun penggunaan teknologi/industri di Indonesia masih banyak yang belum sesuai dengan nilai dari sila ke 5, karena masih banyak orang yang menggunakan teknologi tersebut hanya untuk kepentingan pribadi saja dan kurang memperhatikan kondisi sosial yang ada seperti nasib masyarakat kalangan bawah. Belum lagi dampak lingkungan yang dihasilkan dari adanya proses industri yang tidak bertanggung jawab karena pemilik modal tidak mau mengeluarkan modal/uang lebih untuk mengelola limbah tersebut dan berujung pada krisis lingkungan yang dapat menyebabkan masalah sosial.