Nadya Nurul Fitriani
2216031158
Reguler B
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pancasila sebagai ideologi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berfungsi sebagai dasar sekaligus tujuan dari berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sebagai ideologi terbuka, aktualisasi nilai-nilai pancasila harus muncul dan menjadi nyata dalam bidang integrasi NKRI. Ideologi Pancasila haruslah menjadi sebuah garis pandangan bagi setiap warga negaranya menghadapi fenomena yang terjadi baik dari luar maupun dalam negeri. Pergeseran nilai-nilai pancasila tidak hanya dipandang dari perubahan social politik, tetapi juga pergeseran pancasila juga bisa disebabkan oleh faktor ekonomi yang semakin maju melalui sebuah revolusi.
Dengan hadirnya revolusi Industri 4.0 memberikan suatu tantangan baru dalam pengembangan ideologi Pancasila disebabkan Pancasila harus menjalankan fungsinya sebagai ideologi terbuka, dinamis dan aktual. Momentum hari lahirnya Pancasila menjadi refleksi dan evaluasi bersama bagi semua lapisan masyarakat dan para pengambil kebijakan, untuk tetap menjaga eksistensi Pancasila pada ruang gerak pemikiran serta tindakan untuk melakukan rekontruksi nilai-nilai Pancasila dalam persiapan menghadapi tantangan ekonomi digital dalam 4.0 saat ini.
Pancasila sebagai ideologi sangat terancam posisinya apabila revolusi industri 4.0 tidak disikapi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia. Hal lain juga akan menjadi tantangan jika perkembangan ideologi berjalan jauh lebih lamban dari proses perubahan masyarakat. Kebijakan dibuat sedemikian rupa untuk mengarahkan proyek-proyek revolusi industri 4.0 agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Tantangan Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah peranan penyelenggara Negara dan warga Negara dalam mempertahankan eksistensi Pancasila sebagai ideologi besar didunia yang digunakan oleh Indonesia sehingga perlunya pembelajaran yang mendalam untuk mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Neagara.
2216031158
Reguler B
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pancasila sebagai ideologi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berfungsi sebagai dasar sekaligus tujuan dari berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sebagai ideologi terbuka, aktualisasi nilai-nilai pancasila harus muncul dan menjadi nyata dalam bidang integrasi NKRI. Ideologi Pancasila haruslah menjadi sebuah garis pandangan bagi setiap warga negaranya menghadapi fenomena yang terjadi baik dari luar maupun dalam negeri. Pergeseran nilai-nilai pancasila tidak hanya dipandang dari perubahan social politik, tetapi juga pergeseran pancasila juga bisa disebabkan oleh faktor ekonomi yang semakin maju melalui sebuah revolusi.
Dengan hadirnya revolusi Industri 4.0 memberikan suatu tantangan baru dalam pengembangan ideologi Pancasila disebabkan Pancasila harus menjalankan fungsinya sebagai ideologi terbuka, dinamis dan aktual. Momentum hari lahirnya Pancasila menjadi refleksi dan evaluasi bersama bagi semua lapisan masyarakat dan para pengambil kebijakan, untuk tetap menjaga eksistensi Pancasila pada ruang gerak pemikiran serta tindakan untuk melakukan rekontruksi nilai-nilai Pancasila dalam persiapan menghadapi tantangan ekonomi digital dalam 4.0 saat ini.
Pancasila sebagai ideologi sangat terancam posisinya apabila revolusi industri 4.0 tidak disikapi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia. Hal lain juga akan menjadi tantangan jika perkembangan ideologi berjalan jauh lebih lamban dari proses perubahan masyarakat. Kebijakan dibuat sedemikian rupa untuk mengarahkan proyek-proyek revolusi industri 4.0 agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Tantangan Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah peranan penyelenggara Negara dan warga Negara dalam mempertahankan eksistensi Pancasila sebagai ideologi besar didunia yang digunakan oleh Indonesia sehingga perlunya pembelajaran yang mendalam untuk mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Neagara.