Posts made by ADELIA PRASETIYANI 2213053039

Nama : Adellia Prasetyani
Npm : 2213053039
Kelas : 2G

Analis Vidio berjudul "Wawasan Nusantara"

Wawasan dalam bahasa jawa wawas yang berarti (Pandangan, Tinjauan atau penglihatan indrawi)
Sedangkan mawas yang berarti (Memandang, Meninjau atau Melihat).

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) yang meliputi:
•Darat
•Laut
•Udara
diatasnya sebagai satuan kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, Wawasan Nusantara memiliki peranan penting untuk mewujudkan persepsi yang sama bagi seluruh warga negara Indonesia antar kelompok dan konteks sosiologi, politis serta pantangan yang harus di hindari adalah perbuatan tindakan yang menanggapi norma -norma, etika, moral, nilai agung atau tindakan anarkis menuju ke arah disintegrasi bangsa.

Wawasan Nusantara memiliki manfaat sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah sehingga wawasan Nusantara memiliki peranan penting untuk mewujudkan persepsi yang sama bagi seluruh warga negara Indonesia perbedaan persepsi perbedaan pendapat dan freksi antar kelompok dalam konteks sosiologi, politis, serta demokrasi dianggap hal yang wajar dan biasa saja hal tersebut justru diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang dinamis dan kreatif sinergis untuk saling menyesuaikan menuju integrasi.

-Latar belakang historis wawasan nusantara bangsa Indonesia juga memperjuangkan konsepsi wawasan nusantara berdasar Deklarasi Djuanda ini ke forum internasional agar mendapat pengakuan bangsa lain atau masyarakat internasional. Dengan melalui perjuangan panjang akhirnya konferensi PBB tanggal 30 April 1982 menerima dokumen yang bernama "the united nations convention on the love of the Sea" atau biasa disebut "ankos". Berdasarkan konvensi hukum laut 1982 tersebut diakui asas negara kepulauan Ajib elago stage unclos 1982 tersebut kemudian diratifikasi melalui undang-undang berdasarkan konvensi hukum laut tersebut. Wilayah laut yang dimiliki Indonesia menjadi sangat luas.

-Latar belakang sosiologis Wawasan nusantara sebagai konsepsi kewilayahan bangsa Indonesia mengusahakan dan memandang wilayah sebagai satu kesatuan, namun seiring tuntunan dan perkembangan konsepsi wawasan nusantara mencakup pandangan akan satu kesatuan politik ekonomi sosial budaya dan pertahanan keamanan termasuk persatuan sebagai satu bangsa sebagaimana dalam rumusan GBHN 1998 dikatakan.

Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia tidak ingin lagi terpecah-pecah dalam banyak bangsa untuk mewujudkan persatuan bangsa itu dibutuhkan penguatan semangat kebangsaan secara terus-menerus.
Sesungguhnya telah dirintis melalui peristiwa kebangkitan nasional 20 Mei 1908 di tegaskan dalam Sumpah Pemuda 28 okt 1928 dan berhasil diwujudkan dengan proklamasi kemerdekaan Bangsa pada tanggal 17 Agustus 1945.

Latar belakang politis Wawasan Nusantara berkaitan dengan sejarah politik dan geografis Indonesia. Berikut beberapa poin yang dapat menjelaskan latar belakang politis Wawasan Nusantara:

1. Keragaman etnis dan budaya: Indonesia adalah negara dengan lebih dari 17.000 pulau dan beragam kelompok etnis, bahasa, agama, dan budaya. Latar belakang politis Wawasan Nusantara mengakui pentingnya memelihara keberagaman ini dan memastikan inklusi dan partisipasi semua kelompok dalam kehidupan politik negara.

2. Nasionalisme dan persatuan: Setelah kemerdekaan Indonesia, tantangan utama adalah mempersatukan berbagai wilayah yang terpisah secara geografis dan memiliki keberagaman budaya yang signifikan. Wawasan Nusantara menjadi landasan politik untuk memperkuat nasionalisme Indonesia dan mempromosikan persatuan di tengah perbedaan.

3. Keberagaman sumber daya dan potensi regional: Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam, ekonomi, dan sosial yang tersebar di berbagai wilayah. Latar belakang politis Wawasan Nusantara berusaha memastikan bahwa potensi ini dikelola secara adil dan berkelanjutan untuk kepentingan nasional, sambil mempertahankan otonomi dan identitas khas setiap wilayah.

4. Pembangunan ekonomi nasional: Wawasan Nusantara mendorong pembangunan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Ini melibatkan pemerataan pembangunan infrastruktur, investasi, dan peluang ekonomi untuk memperkecil kesenjangan antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

5. Keberagaman politik dan otonomi daerah: Latar belakang politis Wawasan Nusantara mencerminkan pengakuan terhadap keberagaman politik di Indonesia, termasuk otonomi daerah dan pemberian wewenang kepada wilayah-wilayah untuk mengatur urusan internal mereka sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing.

Perlu diingat bahwa Wawasan Nusantara adalah konsep yang melampaui aspek politik semata, mencakup juga aspek budaya, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Tujuan utama dari latar belakang politis Wawasan Nusantara adalah membangun keutuhan nasional yang kuat, menghargai keberagaman, dan memastikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Nama : Adelia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 2G

Analisis Soal

1.) Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Tanggapan saya mengenai artikel tersebut ialah Artikel "Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya" membahas tentang konflik komunal yang terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste, terutama di wilayah Oecusse. Konflik tersebut melibatkan kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda agama, suku, dan etnis, yang berdampak pada kerusuhan dan kekerasan antar komunitas. Artikel tersebut juga membahas upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Timor Leste untuk menyelesaikan konflik tersebut, seperti menggelar dialog antar kelompok, memperkuat keamanan perbatasan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.
upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Timor Leste untuk menyelesaikan konflik tersebut, seperti menggelar dialog antar kelompok, memperkuat keamanan perbatasan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.

hal positif yang dapat diambil adalah pemahaman yang lebih baik mengenai konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste dan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengatasinya. Selain itu, artikel tersebut juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerja sama antar negara dalam menangani masalah-masalah perbatasan yang serupa.


2.) Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab:
Menurut pendapat saya WN merupakan konsep tentang cara pandang bangsa Indonesia terhadap dirinya sendiri, lingkungan sekitarnya, serta posisinya di dunia. Konsep ini memandang Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak suku, budaya, agama, dan bahasa yang berbeda, namun tetap bersatu dalam satu bangsa yang merdeka. WN juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghargai keragaman budaya yang ada di Indonesia.
Tanpa WN, wilayah dan bangsa Indonesia mungkin akan mengalami berbagai masalah, seperti persaingan internal antara kelompok suku atau agama yang berbeda, ketidakmampuan untuk memanfaatkan potensi alam dan sumber daya manusia secara optimal, serta sulitnya berinteraksi dan bersaing dengan negara-negara lain di kancah internasional.
Oleh karena itu, konsep WN perlu dijadikan sebagai landasan dasar dalam setiap kebijakan negara dan menjadi panduan dalam membangun hubungan baik dengan negara-negara tetangga maupun di kancah internasional. WN juga perlu terus diperkuat dan diaktualisasikan sesuai dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang.

3.) Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Jawab:
Konsepsi Wawasan Nusantara dapat menjadi landasan dalam mencegah timbulnya konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Dalam konsepsi ini, penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia serta menghargai keberagaman budaya yang ada. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, diharapkan masyarakat Indonesia dapat hidup rukun dan damai dengan sesama tanpa memandang perbedaan agama, suku, atau etnis.
Selain itu, dalam Wawasan Nusantara, Indonesia dipandang sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak suku, budaya, agama, dan bahasa yang berbeda, namun tetap bersatu dalam satu bangsa yang merdeka. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga, termasuk Timor Leste, dengan cara membangun kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga perdamaian serta stabilitas di wilayah tersebut.
Upaya-upaya konkret dalam menerapkan Wawasan Nusantara dalam mencegah konflik antar-komunitas di perbatasan Indonesia-Timor Leste dapat dilakukan melalui dialog antar kelompok dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Selain itu, pemerintah dapat memperkuat keamanan perbatasan dan menjaga hak-hak masyarakat lokal untuk memperoleh manfaat dari pengelolaan sumber daya alam yang ada di wilayah tersebut.
Dengan demikian, penerapan konsepsi Wawasan Nusantara yang dijiwai oleh semangat persatuan, keberagaman, dan kerjasama dapat membantu mencegah terjadinya konflik-konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste dan membawa dampak positif dalam pembangunan nasional.
Nama : Adelia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 2G


Analisis Vidio
"Hakikat Konsep Geopolitik"

Geopolitik adalah konsep yang berhubungan dengan hubungan antara wilayah geografis dan politik dalam suatu negara atau di antara negara-negara. Konsep ini mencakup analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan luar negeri suatu negara, termasuk geografi, sumber daya alam, dan hubungan ekonomi.

Hakikat konsep geopolitik adalah bahwa setiap negara memiliki kepentingan nasional yang berbeda-beda dan mencoba untuk memaksimalkan keuntungan mereka dari faktor-faktor geopolitik yang tersedia. Faktor-faktor ini dapat meliputi lokasi geografis, sumber daya alam, populasi, kekuatan militer, dan faktor-faktor ekonomi lainnya.
• Macam-macam Teori Geopolitik
1. Terori Geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen
3. Teori Geopolitik Kari Haushofer
4. Teori Geopolitik Hallford Mackinder
5. Teori Geopolitik Alfred Thayer Mahan
6. Teori Geopolitik Guilio Douhet, William Mitchel, Saversky, dan JFC fuller.

Geopolitik juga melibatkan pemikiran strategis tentang cara mengamankan kepentingan nasional suatu negara melalui pengaturan hubungan dengan negara lain dan organisasi internasional. Dalam hal ini, negara-negara seringkali menggunakan kekuatan militer dan diplomasi untuk melindungi kepentingan nasional mereka, atau mengambil tindakan ekonomi atau politik yang dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Selain itu, geopolitik juga mencakup analisis mengenai hubungan antara wilayah geografis dengan faktor-faktor non-geografis, seperti budaya, agama, dan sejarah. Konsep ini seringkali digunakan untuk menjelaskan konflik dan perselisihan antara negara-negara atau kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan dalam faktor-faktor non-geografis tersebut.

Dalam ringkasan, hakikat konsep geopolitik mencakup analisis mengenai faktor-faktor geografis, sumber daya alam, kekuatan militer, dan faktor-faktor ekonomi lainnya yang mempengaruhi kebijakan luar negeri suatu negara. Konsep ini melibatkan pemikiran strategis tentang cara mengamankan kepentingan nasional suatu negara dan analisis mengenai hubungan antara wilayah geografis dengan faktor-faktor non-geografis, seperti budaya, agama, dan sejarah.