Posts made by ADELIA PRASETIYANI 2213053039

Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G

Analisis Jurnal

Identitas Jurnal
•Judul Jurnal : Pendidikan Nilai dan Moral Dalam Sistem Kurikulum Pendidikan Di Aceh
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan kewarganegaraan
•Volume : 9
•Nomor : 3
•Halaman : 710-724
•Tahun Terbit : 2021
•Nama Penulis : Iwan Fajri1, Rahmat2, Dadang Sundawa3, Mohd Zailani Mohd Yusoff
•Kata kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.


Isi Jurnal

Dari hasil jurnal diatas yang telah saya baca dapat saya simpulkan bahwa isi jurnal tersebut adalah Perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik, apalagi jadi tumpuan budaya warga. Pemerintah Aceh tidak hanya menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh pula melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh.
Penyelenggaraan pendidikan di Aceh sesuai dengan prinsip:
1. Penegakan hukum bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan suku, agama, ras, dan keturunan
2. Pemberdayaan siswa sepanjang hidup
3. Pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh dengan cara yang sistematis, terintegrasi, dan terarah
4. Pemberian keteladanan, motivasi, keimanan, kecerdasan, dan kreativitas peserta didik
5. Mendorong partisipasi masyarakat dalam menyelenggarakan dan mengontrol kualitas layanan pendidikan
6. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai-nilai budaya, dan keragaman suku bangsa, serta menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan keadilan.
7. Efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
pengajaran dan pendisiplinan siswa untuk memiliki perilaku dan karakteristik pribadi yang terbaik. Dalam hal ini, pengembangan moral siswa secara otomatis terkait dengan sistem pendidikan. Peran lembaga pendidikan juga penting untuk memperkuat dengan perubahan sosial yang terjadi di Aceh. Hal ini menjadi semakin sulit untuk diabaikan dalam berbagai penelitian dimana siswa terlibat dalam perilaku menyimpang yang sering dikaitkan dengan institusi pendidikan....

Persoalan yang dikaitkan dengan nilai-nilai moral siswa dalam satu dekade terakhir ini menjadi gejolak pemerintah Aceh termasuk orang tua siswa. Dalam menanggapi hal tersebut pemerintah Aceh selain menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh juga melaksanakan pendidikan sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh.

Penyelenggaraan pendidikan di provinsi Aceh, Indonesia, pada dasarnya mengacu pada sistem pendidikan nasional, sama dengan provinsi lain di Indonesia. Tetapi, semenjak Aceh diberikan status khusus lewat Undang-Undang No 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta Undang-Undang No 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, Pemerintah Aceh mempunyai kewenangan otonom dalam melaksanakan pendidikan dengan keunikan serta otonomi khusus provinsi Aceh dengan hukum Islam (Ahamd, 2019; Bahri, 2013) Aceh memiliki ciri-ciri khusus dalam penyelenggaraan syariat Islam (Ulya, 2016) dan penerapan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha. Berdasarkan peraturan tersebut, Pemerintah Aceh mengembangkan sistem pendidikan yang sesuai dengan karakteristik-karakteristik adat istiadat masyarakat Aceh serta otonomi khusus yang berlaku di Aceh Amin (2018) Sistem pendidikan yang diamanahkan berupa sistem pendidikan Islam seperti yang tertuang dalam Qanun

Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. memberikan pengertian dasar pengertian pendidikan Islam dan pendidikan Islam, peneliti mengacu pada penjelasan ahli, sebagai berikut, Muhammad Fadhil al-Jamal dalam (Sulaiman, 2017) Pendidikan Islam memiliki upaya untuk melaksanakan, mendorong dan mengajak siswa untuk hidup yang lebih dinamis dengan berlandasan nilai-nilai dan Mulia.

Pendidikan Islam merupakan proses mempersiapkan generasi muda dalam mengisi peran, nilai islami dan pengetahuan yang berhubungan dengan fungsi sebagai manusia dalam melakukan amalan di dunia dan menghasilkan pahala di akhirat suatu saat (Jandra, 2018).
Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G


1. apakah pendidikan nilai dan moral perlu di terapkan di sekolah? apa fungsi dan tujuan utama?

Jawab: Pendidikan nilai dan moral memiliki peran yang penting di sekolah. Fungsi dan tujuan utamanya adalah:

Membentuk Karakter: Pendidikan nilai membantu membentuk karakter siswa dengan mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, empati, dan tanggung jawab.
Membangun Etika: Melalui pendidikan moral, siswa memahami perbedaan antara tindakan yang benar dan salah serta etika dalam berperilaku.
Memupuk Kepemimpinan: Nilai dan moral yang baik adalah dasar penting dalam pengembangan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan beretika.
Membentuk Warga Negara yang Baik: Pendidikan moral membantu siswa memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara yang berkontribusi positif dalam masyarakat.

Mencegah Perilaku Negatif: Mengajarkan nilai dan moral dapat membantu mencegah perilaku negatif seperti bullying, kekerasan, dan narkoba.
Teori-teori yang sesuai dengan pendidikan nilai dan moral termasuk teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg dan teori nilai oleh Milton Rokeach. Kohlberg mengidentifikasi tahapan perkembangan moral dari tingkat prakonvensional hingga tingkat postkonvensional, sementara Rokeach menyelidiki hierarki nilai-nilai individu.
Pentingnya pendidikan nilai dan moral di sekolah adalah untuk membantu siswa menjadi individu yang lebih baik secara moral dan berkontribusi positif dalam masyarakat.

2. bagaimana yang harus dilakukan peserta didik untuk mempelajari nilai dan moral yang ada di sekolah, keluarga dan masyarakat?

Jawab: Untuk mempelajari nilai dan moral yang ada di sekolah, keluarga, dan masyarakat, peserta didik dapat melakukan beberapa langkah:
Observasi: Peserta didik dapat mengamati tindakan dan perilaku yang dianggap baik dan benar di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ini membantu mereka memahami nilai-nilai yang berlaku.
Diskusi: Berbicara dengan orang tua, guru, atau figur penting lainnya dalam hidup mereka tentang nilai-nilai dan moral yang penting. Diskusi ini membantu mereka mendapatkan perspektif yang lebih luas.
Belajar dari Contoh: Mengidentifikasi contoh-contoh positif dalam lingkungan mereka, seperti tokoh-tokoh yang memegang nilai dan moral yang kuat, dan mencoba meniru perilaku mereka.

Partisipasi dalam Kegiatan Sosial: Melalui kegiatan sosial, peserta didik dapat mempraktikkan nilai-nilai seperti kerjasama, toleransi, dan empati.
Mendengarkan Cerita dan Dongeng: Cerita dan dongeng sering mengandung pesan moral yang dapat membantu peserta didik memahami nilai-nilai dengan cara yang menarik.
Teori yang sesuai untuk menjelaskan bagaimana peserta didik mempelajari nilai dan moral ini adalah Teori Pembelajaran Sosial oleh Albert Bandura. Teori ini menyatakan bahwa individu dapat belajar melalui pengamatan orang lain dan lingkungan sosial mereka. Peserta didik dapat mengamati dan meniru perilaku yang mereka lihat di sekitar mereka, termasuk perilaku yang berkaitan dengan nilai dan moral.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum 1

by ADELIA PRASETIYANI 2213053039 -
Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G

1. bagaimana pembelajaran pendidikan nilai dan moral diajarkan di sekolah dasar?

Jawab: Pendidikan nilai dan moral biasanya diajarkan di sekolah dasar melalui berbagai metode, termasuk:
•Pengajaran Langsung: Guru dapat memberikan pelajaran langsung tentang nilai-nilai moral, seperti kejujuran, kerjasama, dan empati. Mereka dapat menggunakan cerita, contoh, dan diskusi untuk menjelaskan konsep-konsep ini kepada siswa.
•Contoh dari Guru: Guru seringkali menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam hal perilaku moral. Mereka harus menunjukkan nilai-nilai positif melalui tindakan mereka sehari-hari.
•Cerita dan Dongeng: Cerita-cerita dan dongeng dapat digunakan untuk mengilustrasikan nilai-nilai moral dan memicu diskusi di kelas.
•Diskusi Kelas: Diskusi di kelas dapat membantu siswa memahami sudut pandang yang berbeda tentang isu-isu moral dan etika. Ini dapat merangsang pemikiran kritis mereka.
•Proyek dan Aktivitas: Proyek-proyek dan aktivitas kreatif dapat digunakan untuk memungkinkan siswa menerapkan nilai-nilai moral dalam situasi nyata. Misalnya, proyek amal atau proyek lingkungan.
•Kegiatan Pengembangan Karakter: Sekolah dapat memiliki program pengembangan karakter yang berfokus pada nilai-nilai moral seperti integritas, tanggung jawab, dan kejujuran.
•Penguatan Positif: Siswa yang menunjukkan perilaku moral yang baik dapat menerima penghargaan atau penguatan positif sebagai insentif.
•Pembelajaran melalui Contoh Negatif: Terkadang, pengajaran nilai-nilai moral juga dapat melibatkan pembelajaran dari contoh-contoh negatif atau konsekuensi dari perilaku yang tidak etis.
•Pendekatan yang digunakan dapat bervariasi di setiap sekolah, tetapi penting bagi pendidikan nilai dan moral untuk menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah dasar untuk membantu membentuk karakter dan perilaku positif siswa.


2. bagaimana pendidikan memberikan pengetahuan mengenai pendidikan nilai dan moral yang diajarakan pada peserta didik?

Jawab: Pendidikan memiliki peran penting dalam mengajarkan nilai dan moral kepada peserta didik. Ini dapat dicapai melalui berbagai cara, seperti:

Kurikulum: Sekolah dapat mengintegrasikan pembelajaran nilai dan moral ke dalam kurikulum mereka. Ini bisa dalam bentuk mata pelajaran khusus seperti etika atau melalui pendekatan lintas mata pelajaran yang mengajarkan nilai-nilai dalam konteks pelajaran yang ada.

Pembelajaran karakter: Program-program pembelajaran karakter mengajarkan nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, empati, dan lain-lain. Mereka membantu peserta didik memahami dan menginternalisasi prinsip-prinsip moral.

Contoh dari pendidik: Guru dan staf sekolah memiliki peran penting sebagai contoh bagi peserta didik. Ketika mereka mempraktikkan nilai-nilai yang diinginkan, peserta didik cenderung mengikuti.

Aktivitas ekstrakurikuler: Kegiatan di luar jam pelajaran, seperti klub sosial atau pelayanan masyarakat, dapat memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai yang mereka pelajari dalam situasi dunia nyata.

Diskusi dan refleksi: Mendiskusikan isu-isu moral dan etika, serta merenungkan tindakan dan keputusan, dapat membantu peserta didik mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai dan moral.

Mendukung pengembangan karakter: Pendidikan harus mendorong pengembangan karakter yang positif, seperti kejujuran, toleransi, dan empati. Ini membantu peserta didik menjadi individu yang lebih baik dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab.

Kolaborasi dengan orang tua: Sekolah dan orang tua dapat bekerja sama dalam mendidik nilai dan moral. Komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua dapat memperkuat pesan-pesan yang diajarkan di sekolah.

Penting untuk diingat bahwa pendidikan nilai dan moral harus berkelanjutan dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Ini membantu menciptakan generasi yang lebih sadar nilai, etika, dan moral dalam masyarakat.


3. berikan contoh y=hal yangsering dilakukan oleh peserta didik tentang penerapan pendidikan nilai dan moral?

Jawab: Kebijakan Anti-Pelecehan Bullying: Peserta didik dapat mendukung teman-teman mereka yang mengalami pelecehan atau intimidasi di sekolah dengan melaporkan insiden tersebut kepada guru atau staf sekolah.

Partisipasi dalam Kegiatan Sosial: Peserta didik dapat terlibat dalam kegiatan pelayanan masyarakat, seperti membersihkan pantai, mengunjungi panti jompo, atau menggalang dana untuk amal. Ini menunjukkan empati dan rasa tanggung jawab terhadap komunitas.

Kehormatan Akademik: Peserta didik dapat menjaga kejujuran akademik dengan tidak mencontek atau melakukan kecurangan saat ujian atau tugas sekolah.

Respek Terhadap Perbedaan: Peserta didik dapat menunjukkan sikap terbuka dan toleransi terhadap teman-teman yang memiliki latar belakang atau keyakinan yang berbeda, mendorong inklusi sosial di sekolah.

Menolong Sesama: Peserta didik dapat membantu teman sekelas yang mengalami kesulitan dalam pembelaja

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum 1

by ADELIA PRASETIYANI 2213053039 -

Nama : Adellia Prasetiyani

Npm : 2213053039

Kelas : 3G

Prodi : PGSD


1. jelaskan tentang pendidikan nilai dan moral menurut para ahli?

Jawaban:

Pendidikan nilai dan moral adalah aspek penting dalam pembentukan karakter individu. Berikut adalah beberapa pandangan para ahli tentang pendidikan nilai dan moral:

•Lawrence Kohlberg: Kohlberg mengembangkan Teori Perkembangan Moral yang mengidentifikasi enam tahap perkembangan moral yang berurutan. Menurutnya, pendidikan moral harus mendorong individu untuk mencapai tahap-tahap moral yang lebih tinggi, seperti tahap kesadaran moral universal.

•Jean Piaget: Piaget berpendapat bahwa pendidikan moral harus memperhitungkan perkembangan kognitif anak. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berpikir secara abstrak tentang nilai dan moralitas.

•Lawrence Stenhouse: Stenhouse mengemukakan bahwa pendidikan moral harus melibatkan refleksi dan diskusi yang mendalam tentang nilai-nilai yang mendasari keputusan etis.

•John Dewey: Dewey mengaitkan pendidikan moral dengan pengalaman praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dia percaya bahwa pendidikan moral harus melibatkan tindakan nyata dan refleksi terhadap konsekuensinya.

•Albert Bandura: Bandura menekankan pentingnya pembelajaran sosial dalam pendidikan moral. Dia mengemukakan bahwa anak-anak belajar nilai dan moral melalui pengamatan dan interaksi sosial.

Setiap ahli memiliki pandangan unik tentang pendidikan nilai dan moral, tetapi semuanya setuju bahwa ini adalah bagian penting dari perkembangan individu dan masyarakat. Pendekatan yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada teori yang mereka anut.


2. dari pendapat atau teori para ahli jadikan rangkuman terkait pendidikan nilai dan moral?

Jawaban:

Pendidikan nilai dan moral adalah proses penting dalam membentuk karakter individu. Para ahli memiliki pendekatan berbeda, tetapi ada beberapa prinsip umum:

Tahap Perkembangan Moral: Menurut Lawrence Kohlberg, individu melalui tahap perkembangan moral yang berurutan. Pendidikan moral harus mendukung perkembangan menuju tahap-tahap moral yang lebih tinggi.

Perkembangan Kognitif: Jean Piaget menyoroti pentingnya memahami perkembangan kognitif anak-anak dalam pendidikan moral. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berpikir secara abstrak tentang nilai dan moralitas.

Refleksi dan Diskusi: Lawrence Stenhouse mengemukakan bahwa pendidikan moral harus melibatkan refleksi dan diskusi mendalam tentang nilai-nilai yang mendasari keputusan etis.

Pengalaman Praktis: John Dewey mengaitkan pendidikan moral dengan pengalaman praktis dalam kehidupan sehari-hari. Penting bagi individu untuk belajar nilai dan moral melalui tindakan nyata dan refleksi terhadap konsekuensinya.

Pembelajaran Sosial: Albert Bandura menekankan peran pembelajaran sosial dalam pendidikan moral. Anak-anak belajar nilai dan moral melalui pengamatan dan interaksi sosial dengan orang lain.

Dengan merangkum pandangan ini, pendidikan nilai dan moral dapat didefinisikan sebagai upaya untuk membentuk karakter individu dengan memperhatikan perkembangan moral, perkembangan kognitif, refleksi, pengalaman praktis, dan interaksi sosial. Ini bertujuan untuk membantu individu memahami, menginternalisasi, dan menerapkan nilai-nilai etis dalam kehidupan mereka.