Kiriman dibuat oleh ADELIA PRASETIYANI 2213053039

Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G

Analisis Video 2
"Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral pada pendidikan anak usia dini'

Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral pada pendidikan anak usia dini adalah alat yang digunakan oleh guru untuk menilai kemajuan anak dalam mengembangkan nilai-nilai agama dan moral.
1. Instrumen evaluasi pembelajaran keagamaan dan pembentukan karakter anak usia dini dapat berupa observasi dan pencatatan anekdot, pengugasan, checklist, dan penilaian kinerja.

2. Instrumen penilaian perkembangan nilai agama dan moral pada kelompok anak usia 5-6 tahun yang mencakup target, proses layanan, cakupan aspek perkembangan, tujuan, serta peran PAUD sebagai dasar penyusunan.

3. Teknik penilaian yang biasa digunakan antara lain observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

Penting untuk dicatat bahwa instrumen penilaian harus sesuai dengan indikator yang diharapkan untuk setiap siswa pada tema dan sub-tema tertentu Kegiatan tindak lanjut harus didasarkan pada tingkat pencapaian masing-masing siswa.

Ada beberapa instrumen yang dapat digunakan untuk menilai perkembangan nilai-nilai agama dan moral pada pendidikan anak usia dini. Berikut beberapa contoh instrumen yang dapat digunakan:
-Observasi dan pencatatan anekdot : Ini melibatkan pengamatan dan pencatatan perilaku dan interaksi anak yang berkaitan dengan nilai-nilai agama dan moral.

-Tugas : Tugas dapat diberikan kepada anak untuk menilai pemahamannya terhadap nilai-nilai agama dan moral.

-Daftar Periksa : Daftar periksa dapat digunakan untuk menilai kemajuan anak dalam mengembangkan nilai-nilai agama dan moral.

-Penilaian kinerja : Penilaian kinerja melibatkan penilaian kemampuan anak untuk melakukan praktik keagamaan dan moral tertentu, seperti doa atau perbuatan baik.

Penting untuk diketahui bahwa penilaian terhadap perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak usia dini hendaknya dilakukan oleh guru melalui penilaian formal dan informal.Teknik dan instrumen yang digunakan hendaknya sesuai dengan indikator yang diharapkan setiap siswa pada tema dan subtema tertentu
Kegiatan tindak lanjutnya hendaknya didasarkan pada tingkat prestasi masing-masing siswa.
Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G

Analisis Video 1
"Etika, Nilai, dan Moral"

Etika, nilai, dan moral adalah konsep yang saling terkait dan sering digunakan secara bergantian.
1. Etika : Etika adalah sistem nilai-nilai yang digunakan untuk menilai perilaku manusia dan memberikan pedoman bagi perilaku manusia yang dianggap baik dan benar
Etika juga dapat diartikan sebagai kajian tentang moralitas.

2. Nilai : Nilai adalah prinsip atau keyakinan yang dianut oleh individu atau kelompok sebagai pedoman dalam bertindak
Nilai dapat berupa nilai agama, sosial, budaya, atau pribadi.

3. Moral : Moral adalah kumpulan aturan atau prinsip yang mengatur perilaku manusia dalam masyarakat.

Moral juga dapat diartikan sebagai keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk, Moral berkaitan erat dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh agama dan kebudayaan.

Meskipun etika, nilai, dan moral sering digunakan secara bergantian, terdapat perbedaan antara konsep ketiga tersebut. Etika lebih berkaitan dengan pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku, sedangkan moral lebih berkaitan dengan penilaian perbuatan yang dilakukan, Nilai lebih berkaitan dengan prinsip atau keyakinan yang dianut oleh individu atau kelompok.
Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G
Prodi : PGSD

Analisi Jurnal 2

A. Identitas Jurnal
Judul: PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Penulis: Darmiyati Zuchdi
Tahun terbit: 2001
Bulan terbit: April
Halaman: 8 Halaman
Kata kunci: pendidikan nilai/moral, pendekatan komprehensif, pembentukan karakter

B. Hasil Analisis
Tujuan utama pendidikan moral adalah untuk melatih individu yang otonom dengan penalaran internal yang tinggi. Cacat budaya yang cukup serius ini dapat diatasi melalui pendidikan, karena pendidikan pada hakikatnya adalah proses pelatihan budaya.
Pencarian solusi terbaik untuk meningkatkan mutu pendidikan tentu harus terus dilakukan.
Memberi contoh saja kurang efektif karena sulit mengidentifikasi orang yang paling cocok untuk dijadikan panutan. Pendidikan Nitai Lengkap : Agama, Guru dan Politisi. Meningkatnya perhatian ini disebabkan oleh kemampuan negara dalam mengatasi masalah alkoholisme, kejahatan, kekerasan, perpecahan keluarga, meningkatnya jumlah kasus bunuh diri remaja dan kehamilan remaja, menurunnya tanggung jawab publik, meningkatnya konflik ras dan etnis,
Sistem pendidikan yang dijelaskan di atas sangat baik dan komprehensif. Komprehensif, mencakup aspek kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Tanpa aspek terakhir ini, seseorang tidak dapat memahami makna hidup. Seperti di bidang lain, ada banyak cara berbeda untuk mencapai tujuan pendidikan.
memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu generasi muda menghadapi dunia yang kompleks dan berubah dengan cepat. Banyak program dan metode pengajaran telah dikembangkan. Khusus mengenai pengembangan kesadaran harga diri, hal ini mendapat banyak perhatian di Amerika Serikat, bahkan seminar rutin tentang AnnuaIMeting Self-Esteem diadakan.

Di Indonesia, nilai-nilai Pancasila diajarkan di semua jenjang pendidikan. Yang masih menjadi permasalahan adalah strategi penyajian secara keseluruhan masih terlalu fokus pada pengembangan pengetahuan Pancasila, belum sampai pada tataran pengamalan nilai-nilai Pancasila. » Lingkungan sosial yang kurang mendukung juga menjadi faktor utama penghambat implementasi nilai-nilai Pancasila. Secara tradisional, pendidikan kewarganegaraan di Amerika diajarkan langsung di kelas sejarah dan IPS.
Dalam lingkungan demokrasi, generasi muda perlu banyak belajar untuk menjadi warga negara yang baik. Mereka harus mengetahui sejarah negaranya, hukum dan peraturan masyarakatnya, keberagaman warganya, dan nilai-nilai fundamental seperti pemerintahan konstitusional dan kedaulatan rakyat. Para pendidik mungkin memperdebatkan fakta dan konsep yang harus diajarkan, namun pengetahuan dasar tentang sejarah negara sendiri serta sistem hukum dan politik sangat penting untuk menjadi warga negara yang efektif dan oleh karena itu tidak dapat diabaikan.