གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ ADELIA PRASETIYANI 2213053039

Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal
Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis : Suparlan Suhartono

Hasil Analisis:
Dari jurnal tersebut dapat saya simpulkan bahwa Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepenti ngan khusus bagi setiap individu.
Ketika kepentingan umum tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik.
Misalnya, pembebasan tanah warga untuk pelebaran jalan akan mengakibatkan konflik antara kepentingan individual dan masyarakat keseluruhan, jika hak warga atas tanah itu dirampas begitu saja. Kini, tradisi konflik antara kepentingan individu dan masya rakat melemah dan bahkan cenderung tidak muncul ke permukaan.
Sedangkan yang muncul adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan. Kalau tradisi konflik kepentingan individu dan masyarakat justru "meng -gairahkan" kehidupan bermasyarakat, maka gairah itu kini berubah menjadi sebuah kesibukan yang menghabiskan energi untuk memerangi para koruptor. Padahal, jika para penguasa memiliki komitmen moral dan etika yang kuat, maka mengelola tradisi konflik kepentingan, justru memberi keuntungan bagi seluruh individu dan masyarakat dan otomatis bagi para pemimpin.
Karena di dalam diri individu terdapat potensi sosial dan di dalam masyarakat terdapat potensi individual. Jadi, paradigma konflik sosial antara dua kepentingan menjadi lebih rumit.
Potensi individual yang terkandung di dalam individualisme berubah menjadi negatif berupa keserakahan.
Terlebih moral negatif keserakahan itu menjadi watak para pemimpin dan pejabat pemerintahan.
Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu.
Jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan. Misalnya analisis obyek tentang kepentingan individual, menghasilkan ragam jenis, dan bentuk.
Arti Moral dan Etika Dalam Webster's New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari b ahasa Latin "mos" atau "mores", berarti costum, Sedangkan mengenai etika, ditandaskan b ahwa "etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran -ajaran moral" Sedangkan moral adalah hal -hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan -tindakan yang baik sebagai kewajiban untuk norma".
Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif).
Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal
Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana
Kata kunci : moral, etika, dan hukum.


Hasil Analisis:
Dari jurnal tersebut dapat saya simpulkan baahwa jurnal tersebut bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa.
Alasan yang melatar belakangin pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah.
Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum.
Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.

Kata kunci : moral, etika, dan hukum
Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan.
Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat.
Terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah, yaitu suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak, dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama.
Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik.
Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.
Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri.
Sehingga menghasilkan etika kebiasan yang sesui dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebiakan dan keharmonisan dalam masyarakat. Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa mulai luntur.dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti hal tersebut dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakt di Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi Kabupaten Sukabumi".
B. METODE PENELITIAN Sifat Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu untuk menerjemahkan data yang berkaitan dengan keadaan sosial, koneksi antar variabel yang terjadi, serta mengetahui munculnya fakta baru dan akibatnya kepada lingkungan.
Sumber Data Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan secara langsung dari pihak-pihak yang bersangkutan dengan masalah yang akan di teliti dalam hal ini masyarakat Kampung Cijambe Girang. Etika yang menyelidiki tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral.
Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G


Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal
Judul Jurnal: PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Penulis: Fahrudin
Nama Jurnal: Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim
Volume, Nomor, dan Halaman: Vol. 12, No. 1, Hal 41-54
Tahun: 2014

Hasil Analisis:
Keluarga merupakan lembaga pendidikan utama dan pertama bagi anak.
Hakikat pendidikan tersirat dalam keutuhan keluarga, baik dalam komunikasi antar anggota keluarga, dalam perilaku sehari-hari orang tua dan anggota keluarga lainnya, maupun dalam urusan keluarga merupakan pendidikan proses untuk anak-anak.

Terjadinya kenakalan remaja, tawuran pelajar, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan dan berbagai bentuk penyakit jiwa seperti stres, depresi dan kecemasan merupakan bukti yang tidak terbantahkan akan dampak negatif globalisasi.
Faktor penyebab kemerosotan akhlak antara lain :
1.Kurangnya penanaman nilai-nilai keimanan pada anak
2.Lingkungan masyarakat yang tidak sehat
3.Pendidikan moral yang kurang baik, baik di rumah , di sekolah maupun di masyarakat 4.Suasana keluarga yang kurang baik
5.Dipopulerkannya obat-obatan terlarang dan alat kontrasepsi
6.Banyaknya artikel, gambar, acara radio, dan seni yang tidak memperhatikan prinsip dan nasehat etika
7.Kurangnya bimbingan untuk memanfaatkan waktu luang dengan baik sehingga mengakibatkan perkembangan moral
8.Tidak adanya atau kurangnya pusat bimbingan dan konseling bagi anak-anak dan remaja
9.Dampak Westernisasi, khususnya dalam bentuk Yudaisasi dan Kristenisasi


Di dalam jurnal juga menjelaskan bahwa keluarga mempunyai fungsi keagamaan yaitu keluarga mempunyai kewajiban memperkenalkan dan mengajak anak serta anggota keluarga lainnya dalam kehidupan beragama.
Agar anak mempunyai akhlak yang baik dan terhindar dari pelanggaran etika dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu menjamin orientasi keagamaan sejak dini dalam keluarga.
Pelatihan keagamaan dapat ditanamkan sebagai berikut:
1.Pendidikan keimanan anak sejak dini .
Arti pendidikan keimanan adalah menghubungkan anak dengan dasar-dasar keimanan sejak mereka memahaminya, membantu mereka mengenal rukun keimanan, rukun Islam segera setelah mereka memahaminya itu dan mengajari mereka prinsip-prinsip dasar iman. Dasar-dasar syariah sejak tamyiz. Dalam penanaman nilai-nilai keimanan ada 4 hal yang perlu diberikan kepada anak , yaitu mengawali kehidupan anak dengan kalimat “la ilaha illa Allah”, mengenalkan hukum halal dan haram kepada anak sejak dini.
anak untuk beribadah pada usia tujuh tahun dan mendidik anak untuk mencintai Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan gemar membaca Al-Qur'an.
2.Pendidikan moral bagi anak.
Dalam proses penanaman nilai-nilai moral pada anak di dalam keluarga, orang tua dapat memulainya dari hal kecil seperti cara bertutur kata yang sopan, cara berpakaian yang rapi, dan cara berperilaku sopan terhadap orang tua, guru, kebersamaan, dan sebagainya.
3.Menciptakan suasana kekeluargaan yang harmonis Proses-proses yang dapat dilakukan orang tua untuk menciptakan keharmonisan dalam keluarga termasuk tidak bertengkar di depan anak-anaknya, selalu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang sopan dan selalu memberi contoh dalam hal-hal yang positif.

Nama : Adellia Prasetiyani

Npm : 2213053039

Kelas : 3G


Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal
Judul : Pendidikan Moral Di Sekolah
Penulis : Rukiyati
Tahun : 2017
No : 1
Th : XVII
Nama jurnal : Jurnal Humanika
Kata Kunci : Tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah dan komprehensif.


Hasil Analisis :

Etika Pendidik  di Sekolah Sekolah adalah tempat umum di mana siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dalam demokrasi sejati.Sekolah bukanlah perpanjangan tangan dari tempat kerja atau institusi garis depan dalam persaingan pasar internasional dan persaingan asing.Sekolah adalah ruang publik demokratis yang  dibangun untuk mendidik siswa yang dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna, dan menjadi aktor kemanusiaan.Dalam konteks ini, misi guru adalah menjadikan siswa sebagai warga negara yang aktif dalam masyarakat  demokratis.

 Karena guru merupakan ujung tombak pendidikan akhlak yang baik bagi peserta didik, maka guru harus mempunyai akhlak yang baik terlebih dahulu. Dengan demikian, pendidikan akhlak yang diberikan guru akan lebih mudah diterima dan ditiru oleh siswa.Materi Pendidikan Akhlak Pendidikan akhlak yang penting bagi diri sendiri  diberikan kepada peserta didik meliputi nilai-nilai kebersihan diri, ketekunan dalam belajar/bekerja, ketekunan, disiplin waktu.

 Pendidikan moral bagi sesama  mencakup nilai-nilai etika sosial seperti kerjasama, toleransi, menghargai, adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab dan peduli. Pendidikan moral  hubungan manusia dengan alam semesta dapat dilakukan dengan meneguhkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, berhemat dan pendidikan pemanfaatan kembali barang bekas (daur ulang) dalam bentuk  baru. Pendidikan moral bagi hubungan manusia dengan Sang Pencipta penting untuk dilakukan, apalagi Indonesia merupakan negara yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 Metode Pendidikan Moral Cara atau metode pendidikan moral, dikelompokkan dalam lima kategori utama metode pendidikan moral, yaitu penanaman  nilai dan etika, keteladanan nilai dan etika, fasilitasi nilai dan etika, keterampilan mengembangkan nilai dan pendidikan etika, melaksanakan program pendidikan nilai di sekolah.Para ahli menganggap indoktrinasi merupakan metode yang ketinggalan jaman dan tidak sesuai dengan semangat modern.Oleh karena itu, ada metode lain yang lebih cocok, yaitu metode pengasuhan atau penanaman nilai, metode keteladanan, metode penjernihan nilai, metode pembinaan nilai, metode ketrampilan akhlak.

 Evaluasi Pendidikan Etika Evaluasi dilakukan untuk mengetahui pencapaian tujuan.Tujuan pendidikan nilai mencakup tiga bidang, yaitu nilai moral/penalaran, nilai moral/sentimen, dan nilai moral/perilaku.Penilaian hasil belajar pada ranah afektif dapat dilakukan dengan cara mengukur secara tidak langsung afek atau emosi seseorang, termasuk menafsirkan ada atau tidaknya afek positif (atau negatif)  dan intensitas pengaruh yang timbul dari tindakan atau pendapat seseorang.

 

 


Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G


Analisis Vidio 4
“Etika Dan Moral Dalam Keluarga Dan Pembelajaran Daring”

Berdasarkan video tersebut dapat saya analisis dan simpulkan bahwa Etika dan moral sangat penting dalam keluarga dan pembelajaran daring karena dapat membantu dalam membentuk karakter dan perilaku yang baik pada anak. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan etika dan moral dalam keluarga dan pembelajaran daring:

Etika dan Moral dalam Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak untuk belajar nilai-nilai etika dan moral.
Orang tua harus memberikan contoh yang baik dalam perilaku sehari-hari, seperti jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
Orang tua dapat membiasakan anak dengan nilai-nilai etika dan moral melalui kegiatan sehari-hari, seperti mengajarkan sopan santun, menghargai orang lain, dan berempati.
Orang tua dapat membuat aturan dan konsekuensi yang jelas terkait perilaku yang baik dan buruk, sehingga anak dapat memahami konsekuensi dari tindakan mereka.
Orang tua dapat menggunakan media yang tepat, seperti buku cerita atau film, untuk mengajarkan nilai-nilai etika dan moral kepada anak.
Orang tua dapat melibatkan anak dalam kegiatan sosial, seperti kegiatan amal atau kegiatan lingkungan, untuk mengajarkan nilai-nilai etika dan moral dan berempati.

Etika dan Moral dalam Pembelajaran Daring
Pembelajaran daring dapat membantu dalam mengajarkan nilai-nilai etika dan moral kepada anak, seperti mengajarkan sopan santun dalam berkomunikasi secara daring.
Guru dapat memberikan contoh yang baik dalam perilaku dan tindakan mereka selama pembelajaran daring.
Guru dapat menggunakan media yang tepat, seperti video atau gambar, untuk mengajarkan nilai-nilai etika dan moral kepada anak.
Guru dapat memberikan tugas atau proyek yang melibatkan kegiatan sosial atau lingkungan untuk mengajarkan nilai-nilai etika dan moral dan berempati.
Orang tua dapat memantau dan mengawasi aktivitas anak selama pembelajaran daring untuk memastikan bahwa anak tidak melakukan tindakan yang tidak etis atau tidak bermoral.

Dalam rangka menerapkan etika dan moral dalam keluarga dan pembelajaran daring, perlu adanya kesadaran dan komitmen dari orang tua dan guru untuk memberikan contoh yang baik dan mengajarkan nilai-nilai etika dan moral kepada anak. Selain itu, perlu juga adanya konsistensi dalam penerapan nilai-nilai etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari agar anak dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut.