Posts made by Muhammad Hilmy Hibatulloh

Nama : Muhammad Hilmy Hibatulloh
NPM : 2216031123
Kelas : Reguler A

Hakikat dan Pentingnya PKN di Perguruan Tinggi

Kewarganegaraan berasal dari kata warganegara yang berarti anggota negara. PKN bekaitan dengan warga negara. PKN atau Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu usaha sadar yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar mencintai, setia, dan siap berkorban untuk pertahanan bangsa dan negara serta melatih berpikir kritis, analitis, dan demokratis berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Landasan Ideal dan landasan hukum PKN meliputi :
1. Pancasila
2. Pembukaan UUD 1945
3. Batang Tubuh UUD 1945
3. UU Nomor 20 Tahun 1982
4. UU Nomor 20 Tahun 2003
5. SK Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006

Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik PKN
Secara historis, dimulai sebelum kemerdekaan Indonesia. Secara sosiologis, masyarakat membutuhkan PKN menjaga eksistensi bangsa negara. Secara politis, berasal dari Kurikulum Kewarganegaraan sejak tahun 1957.

Dinamika, Esensi, dan Urgensi PKN
PKN diperlukan untuk mendorong warga agar memanfaatkan dampak positif IPTEK bagi pembangunan bangsa. Masa depan PKN akan ditentukan oleh keberadaan konstitusi negara negara dan bangsa Indonesia.
Muhammad Hilmy Hibatulloh (2216031123) Reguler A

1. Sila Ketuhanan, ilmu pengetahuan harus bersifat rasional dan sesuai norma agama karena manusia adalah makhluk religius.
Sila Kemanusiaan, arus dan perkembangan IPTEK harus menjunjung nilai kemanusiaan.
Sila Persatuan, IPTEK dapat berkembang karena adanya rasa nasionalisme dan persatuan kesatuan bangsa.
Sila Kerakyatan, ilmu pengetahuan harus menghargai dan menghormati kebebasan orang lain secara demokratis.
Sila Keadilan, ilmu pengetahuan harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia.

2. Harapan saya untuk pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia pada masa mendatang adalah sosok yang bertanggung jawab, bijak, adil dan tentunya senantiasa menerapkan nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Muhammad Hilmy Hibatulloh (2216031123) Reguler A

A. Menurut saya, benar bahwa latar belakang seseorang tidak menjamin seseorang akan kebal terhadap hoax. Seseorang dengan latar belakang pendidikan tinggi sekalipun tidak menutup kemungkinan akan termakan berita hoax atau bahkan menjadi oknum yang menyebarkan berita palsu tersebut. Untuk mengantisipasi dampak negatif dari penyebaran berita hoax, tentunya masyarakat harus dapat membedakan antara berita hoax atau berita valid dengan cara mencari sumber kredibilitas dan menyaring informasi dari berita-berita yang beredar di kalangan masyarakat.

B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila akan menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah penyalahgunaan media sosial. Media sosial kerap digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan dan keuntungan pihak tertentu yang menimbulkan kerugian atau kerusakan bagi pihak lain, contohnya menjadi sarana penyebaran berita hoax, penipuan, hingga perundungan online. Solusi yang tepat berdasarkan permasalahan di atas yaitu masyarakat harus lebih bijak dalam bersosial media dan juga harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.

C. Berdasarkan studi/jurusan yang saya ambil, maka solusi yang bisa saya berikan adalah berkomunikasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari pengaruh buruk sikap konsumerisme serta mendorong masyarakat untuk membeli produk lokal guna membantu perekonomian negara.
Muhammad Hilmy Hibatulloh (2216031123) Reguler A

Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Pancasila sebagai filsafat ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional dengan bahasa, wawasan dan argumentasi yang universal. Dengan demikian, Pancasila sebagai filsafat dapat membuka cakrawala bagi diskusi secara terbuka terhadap masalah-masalah dan sekaligus secara kritis terhadap penyempitan-penyempitan ideologis. Berangkat dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.