Kiriman dibuat oleh Muhammad Hilmy Hibatulloh

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum Diskusi 1

oleh Muhammad Hilmy Hibatulloh -
Muhammad Hilmy Hibatulloh (2216031123) Reguler A

Menurut saya, Pendidikan Pancasila diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi kepada generasi muda di tengah perkembangan dan kemajuan teknologi. Dengan berkembangnya IPTEK yang semakin canggih ini, derasnya arus informasi dan teknologi memberi efek positif maupun negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu IPTEK perlu menyesuaikan nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Contoh tindakan yang tidak mencerminkan nilai luhur bangsa di era globalisasi ini yaitu oknum-oknum yang kerap kali membobol identitas seseorang, menyebarkan hoax dan penyebaran informasi berbau pornografi.
Muhammad Hilmy Hibatulloh (2216031123) Reguler A

Globalisasi menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain. Globalisasi juga memberikan dampak yang begitu besar tehadap dunia pendidikan, dari yang tradisional menjadi modern. Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai-nilai luhur pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang.

Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Republik Indonesia. Dengan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, diharapkan dapat tercipta wahana pembelajaran bagi para mahasiswa untuk secara akademik mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Muhammad Hilmy Hibatulloh (2216031123) Reguler A

IPTEK adalah hasil karya manusia yang pada dasarnya dipergunakan untuk membantu perkerjaan manusia dalam kehidupannya. IPTEK sendiri memiliki manfaat di setiap bidang, namun juga memiliki dampak positif dan negatif. Pancasila adalah rumusan pemikiran para pendiri Negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia.

Adapun sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam perkembangan IPTEK yaitu:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia. Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya conndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Muhammad Hilmy Hibatulloh -
Muhammad Hilmy Hibatulloh (2216031123) Reguler A

1. Menurut saya, sistem etika perilaku politik di Indonesia hingga saat ini masih belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Para pejabat negara yang memiliki kekuasaan seringkali menyalahgunakan kekuasaan tersebut dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan kepentingan-kepentingan bangsa dan negaranya. Salah satu tindakan penyelewengan yang sangat sering terjadi di Indonesia adalah korupsi. Tindakan korupsi telah melanggar dan menyeleweng dari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Berbagai upaya pemberantasan korupsi sudah dilakukan melalui berbagai cara, namun hingga saat ini masih saja terjadi tindak pidana korupsi.

2. Etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya tidak mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Etika anak zaman sekarang sangat buruk mulai dari tutur bahasa, cara bersikap, dan cara mengontrol emosi. Hal ini mungkin disebabkan karena semakin kencangnya arus globalisasi. Banyak dari mereka yang belum bijak menggunakan sosial media, mereka masih kurang perhatian akan bahaya sosial media yang apabila tidak digunakan dengan baik dapat merugikan diri sendiri untuk kedepannya. Di sinilah orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan etika kepada anak sehingga anak mampu berbuat dan beretika baik di keluarga maupun masyarakat.
Muhammad Hilmy Hibatulloh (2216031123) Reguler A

Perkembangan teknologi memungkinkan manusia menciptakan berbagai bentuk media massa sebagai perangkat berkomunikasi. Di antaranya adalah media cetak, media penyiaran, dan media elektronik. Berbagai bentuk media massa tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Secara umum, media massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Media massa memiliki keterkaitan yang erat dengan masyarakat. Bahkan dalam sistem sosial, media massa menjadi salah satu institusi sosial yang memiliki potensi dan efek yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, sebagai sumber kekuatan perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial politik. Sebaliknya, media massa memiliki ketergantungan terhadap kehidupan politik.

Berdasarkan tinjauan penulis, kerjasama media massa dengan lembaga penegak hukum masih sebatas antara media pencari berita dengan narasumbernya saja, mengingat kerjasama yang lebih jauh dapat memungkinkan adanya intervensi dari kedua belah pihak yang sama-sama menganggu. Namun hal ini di satu sisi menjadi masalah karena dalam konteks kontrol sosial tidak ada integrasi antara pemerintah dan masyarakat. Kerjasama media massa dengan penegak hukum dapat membantu juga timbulnya kerjasama antara lembaga penegak hukum, di mana masih ditemui persaingan antara lembaga penegak hukum dalam upaya kontrol sosial, maka peran media massa di sini adalah dalam rangka mengembalikan citra dan kepercayaan masyarakat yang sama di antara semua lembaga penegak hukum.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut. Hal demikian telah melanggar nilai-nilai Pancasila khususnya mengenai nilai material, nilai kerohanian, dan nilai vital yang berujung pada pelanggaran hak manusia lainnya. Pengamalan jiwa Pancasila yang masih kurang ditunjukkan dengan adanya berita-berita yang menyesatkan.