NPM : 2216031099
Kelas : REG C
M. Rifqi Riziq 2216031099 REG A
Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Berdasar dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.
Implikasi Sila kesatu, Ketuhanan yang Maha Esa, dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah makhluk religi sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irasional, antara rasa dan akal. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan bukan sebagai pusatnya, Tuhanlah sebagai pusatnya bukanlah manusia.
Implikasi Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Oleh karena itu, pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia. Iptek harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.
Implikasi Sila ketiga, Persatuan Indonesia, dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek. Oleh sebab itu, iptek harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional.
Implikasi Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
Implikasi Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
M. Rifqi Riziq 2216031099
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya.
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal. Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal (rasio).
3. Persatuan Indonesia
Keharusan jiwa Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma dan etnosentrisma.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan YME, maka dia akan semakin bijaksana.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.
M. Rifqi Riziq 2216031099
A. Hoax memang suatu hal yang sangat familiar di sekitar kita. Banyak oknum-oknum yang asal menyebarkan berita palsu dengan berbagai alasan, entah untuk kepuasan sendiri atau bahkan sebagai bentuk adu domba antara pihak-pihak tertentu. Hal tersebut jelas sangat meresahkan karena tidak sedikit masyarakat yang langsung percaya terhadap berita yang disebarkan tanpa memastikan terlebih dahulu apakah berita tersebut terverifikasi akurat atau tidak. Ditambah lagi dengan media sosial yang semakin memiliki banyak akun pengguna membuat hoax lebih mudah tersebar dan diterima masyarakat umum. Hal yang perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran hoax ini adalah dengan tidak mudah percaya akan berita yang disampaikan oleh sumber yang tidak jelas. Pastikan dulu apakah berita tersebut benar atau tidak sebelum menyebarkan kembali ke orang-orang sekitar.
B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila memiliki dampak yang sangat buruk, biasanya sesuatu berita di media sosial di buat tanpa ada peneraan niali-niali pancasila di dalamnya yang megakibatkan penurunan kepribadan bangsa yang malah merusak bangsa indoensia. Saat ini banyak berita-berita benar yang sengaja tidak dipublikasi untuk menutupi aib kejahatan mereka dan membuat berita seolah-olah kesalah mereka ialah tindakan ketidak sengajaan atau khilaf saja padahal seperti penerapan pada niali-niali pancasila yaitu berita harus di buat dengan fakta yang jelas dan telah tervalidasi.
C. Mengpromosikan atau mengenalkan produk lokal indonesia kepada masyarakat dengan memanfaatkan media digital. Mengenalkan kualitas produk lokal tidak kalah bagus dengan produk asing. Atau bisa membuat pameran terhadap produk-prosuk lokal indonesia diberbagai daerah.